Adakah Jalan Keluar Bagi Jamaah Umrah?

Adakah Jalan Keluar Bagi Jamaah Umrah?

Dari segi jumlah, perkara Umrah dan Haji tentu tidak seperti negeri lain. Bagaimana jalan keluar akibat kebijakan Arab Saudi yang menghentikan sementara  penerbangan masuk ke negerinya akibat virus Corona tersebut?

Populi Center dan Smart FM Network membahasnya dalam Perspektif Indonesia dengan judul “Adakah Jalan Keluar Bagi Jamaah Umrah?”. Diskusi ini berlangsung pada Sabtu, 29 Februari 2020 pukul 09.00 – 11.00 WIB, bertempat di ruang VIP Room III & IV, The MAJ Senayan, Jl. Asia Afrika Pintu IX, Senayan, Jakarta.

Adapun diskusi ini menghadirkan empat pembicara, yakni Masduki Baidlawi (Juru Bicara Wakil Presiden), Baluki Ahmad (Juru Bicara Lintas Asosiasi Penyelenggara Umrah & Haji), dan Dr. Handi Risza (Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera). Diskusi ini dipandu oleh Ichan Loulembah.

Pembicara pertama, Baluki Ahmad mengatakan bahwa pada saat ini terdapat pemunduran keberangkatan umroh selama 10 hari. Saat ini beberapa perusahaan penerbangan sudah menata jadwal penerbangannya. Hal yang perlu untuk diperhatikan saat ini adalah pemulangan dari warga Indonesia, oleh karenanya perlu untuk dibentuk crisis center yang melibatkan banyak stakeholders. Apabila tidak pulang-ulang maka akan menimbulkan banyak masalah di Arab Saudi, seperti persoalan ijin tinggal yang habis.

Masduki Baidlawi mengatakan bahwa dalam hubungan antar negara, Indonesia memahami kebijakan yang diambil oleh pemerintah Arab Saudi. Mengingat bagaimanapun juga, Arab Saudi akan mementingkan kepentingan warga negaranya. Bagi pemerintah Arab Saudi, penanganan secara cepat akan lebih baik, terutama mengingat hal ini berkaitan dengan aktivitas ekonomi. Pemerintah harus meyakinkan kepada masyarakat bahwa Indonesia bebas Corona, termasuk ke pemerintah Arab Saudi.

Handi Risza mengatakan saat ini kan terjadi kondisi force majeure, meski demikian ini adalah momentum yang tepat untuk menunjukkan bagaimana umat Islam memiliki cara untuk menanggulangi hal ini. Hal ini menjadi momen, bagaimana negara-negara Islam dapat mengatasi persoalan ini secara bersama. Perlu dipikirkan bagaimana pemenuhan terhadap hak-haknya sebagai calon jama’ah Haji.

Di akhir diskusi, Handi Risza mengatakan bahwa ide untuk membentuk crisis center menjadi ide yang baik, termasuk siapa yang harus bertanggung jawab, mengingat persoalan ini merupakan persoalan lintas sektoral. Crisis center menjadi tempat pengumpulan satu informasi terkait dengan perkembangan kasus ini. Baluki Ahmad mengatakan perlu untuk perusahaan penerbangan dan agensi jama’ah segera memberikan kepastian kapan pemulangan jama’ah. Masduki Baidlawi mengatakan perlu untuk membagikan informasi yang kredibel, mengingat saat ini sudah mulai banyak berita hoax yang beredar di masyarakat. Hal ini yang berbahaya dalam konteks penanganan persoalan ini.

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.