Bagaimana Kita Menghadapi Tragedi Wuhan?

Bagaimana Kita Menghadapi Tragedi Wuhan?

Selain terus memanjatkan doa kepada Tuhan, kita wajib mencermati setiap rincian akibat virus Corona di Wuhan. Apalagi WHO sudah memberi predikat bencana global. Bagaimana sebaiknya manajemen bencana, sistem kesiagaan, partisipasi masyarakat kita dibangun?

Populi Center dan Smart FM Network membahasnya dalam Perspektif Indonesia dengan judul “Bagaimana Kita Menghadapi Tragedi Wuhan?”. Diskusi ini berlangsung pada Sabtu, 1 Februari 2020 pukul 09.00 – 11.00 WIB, bertempat di Pizza Kayu Api, The MAJ Senayan, Jl. Asia Afrika Pintu IX, Senayan, Jakarta.

Adapun diskusi ini menghadirkan empat pembicara, yakni Sudirman Said (Sekretaris Jenderal Palang Merah Indonesia), Uni Zulfiani Lubis (Jurnalis Senior), Mohamad Cholid (Pengamat Masalah Cina), dan Tian Jingjing (Alumni Universitas Indonesia asal Tiongkok). Diskusi ini dipandu oleh Ichan Loulembah.

Mengawali diskusi, Tian Jingjing mengatakan saat ini sudah ada masyarakat dari kota Wuhan, sebanyak 5 juta penduduk yang sedang bepergian ke luar kota. Saat ini pemerintah China dengan perusahaan telekomunikasi miliknya, melacak orang-orang Wuhan yang berada di luar kota. Hal ini dilakukan supaya tidak ada diskriminasi terhadap orang-orang yang terkena virus Corona. Hal ini dilakukan agar masyarakat China tidak terlalu panik, namun tetap waspada.

Mohamad Cholid mengatakan bahwa terdapat regulasi dari pemerintah China untuk tidak dapat memberikan informasi terkait dengan penyebaran virus secara terbuka. Pada akhirnya pejabat pemerintah China, yakni sekretaris partai meminta maaf dikarenakan tidak memberikan informasi ke publik. Hal yang hendak ditambahkan adalah bahwa tidak perlu ada kekhawatiran yang berlebih, terutama saat ini dengan adanya media sosial, justru akan dapat memancing kekhawatiran banyak orang.

Uni Zulfiani Lubis mengatakan bahwa persoalan penyebaran virus Corona harus diperhatikan secara serius. Saat ini belum ada yang terserang oleh virus tersebut di Indonesia. Di Swiss, terdapat mekanisme evakuasi hingga persiapan-persiapan serius lainnya. Pemerintah Swiss telah menyiapkan penanganan kasus ini secara serius. Hal ini yang harus dilakukan oleh pemerintah Indonesia, yakni mencoba untuk menghalau penyebaran virus ini. Pola komunikasi yang sedang dibuat oleh pemerintah Indonesia terlalu santai.

Sudirman Said mengatakan bahwa PMI memiliki beberapa protokol, salah satunya adalah ketika terjadi pandemik seperti sekarang ini, maka PMI Indonesia pasti akan diberikan update. Apa yang dikerjakan di level regional adalah kita saling membantu. Saat ini sedang dilakukan bantuan masker ke Hongkong. Di level nasional, kita sedang menggerakkan para relawan untuk memberikan edukasi kepada publik. Pantauan terutama dari PMI adalah daerah-daerah yang memiliki interaksi yang tinggi dengan masyarakat luar.

Di akhir diskusi, Tian Jingjing mengatakan bahwa dengan kondisi saat ini, maka perlu untuk menghindari terlebih dahulu ke China. Hal lain adalah bahwa kita harus percaya pada ilmu pengetahuan untuk mengatasi persoalan ini. Uni Zulfiani Lubis mengatakan bahwa belum terlambat bagi pemerintah untuk membuat crisis center yang melibatkan lembaga terkait, seperti Eijkman dan PMI. Hal lain adalah bahwa saat ini era media sosial, maka hendak disimpan seperti apa pun akan terbuka dengan sendirinya.

Mohamad Cholid mengatakan penting bagi pemerintah untuk memberikan penjelasan ke publik secara terus terang. Hal ini untuk menunjukkan integritas pemerintah kepada publik. Sudirman Said mengatakan sudah menyiapkan institusinya untuk daerah-daerah yang kemungkinan terjangkit. Hal yang dapat dilakukan adalah mengurangi risiko dengan sering mencuci tangan dan menunda melakukan perjalanan. Ini merupakan waktu bagi para stakeholders untuk membuat contingency plan.

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.