Daerah Menghadapi Corona

Daerah Menghadapi Corona

Bukan hanya pemerintah pusat, pemerintah daerah juga harus berjibaku menghadapi wabah virus Corona. Bagaimana kiat pemerintah daerah mengurusi ini, bagaimana dampaknya, serta apa segenap implikasi sosial-ekonominya?

Populi Center dan Smart FM Network membahasnya dalam Perspektif Indonesia dengan judul “Daerah Menghadapi Corona”. Diskusi ini berlangsung pada Sabtu, 4 April 2020 pukul 09.00 – 11.00 WIB, bertempat di kantor pusat Smart FM. Diskusi Perspektif Indonesia dilakukan dengan menggunakan sambungan telepon, mengingat penyebaran virus Corona yang semakin meluas.

Adapun diskusi ini menghadirkan tiga pembicara, yakni Dr. Zulkieflimansyah (Gubernur NTB), Prof. Dr. Ahmad Erani Yustika (Ekonom Senior INDEF, Mantan Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi), dan Prof. Djohermansyah Djohan (Ahli Otonomi Daerah). Diskusi ini dipandu oleh Olla Nurlija.

Mengawali pemaparan, Zulkieflimansyah mengatakan keadaan masing-masing daerah berbeda, termasuk kemampuan setiap daerah berbeda. Koordinasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan, meski demikian tugas utama dari pemerintah daerah adalah mengatur ritme agar di daerah. Hal lain yang perlu untuk dilakukan adalah bagaimana tuntutan dari masyarakat melalui media sosial. Kebijakan bukanlah lockdown, melainkan pembatasan sosial berskala besar, mengingat kita tidak mungkin mengesampingkan efek sosial dan ekonomi.

Ahmad Erani Yustika mengatakan bahwa saat ini hal yang paling utama adalah penanganan pencegahan penyebaran Covid-19. Hal lain di luar hal tersebut, seperti persoalan politik harus ditahan terlebih dahulu. Lebih lanjut, Indonesia memiliki satu modal yang tidak banyak dimiliki oleh negara lain, yakni ikatan sosial dari masyarakat yang saling membantu satu dengan yang lain. Meski demikian, segregasi sosial yang ada di masyarakat dapat kontraproduktif dengan upaya penanganan mencegah persebaran virus.

Djohermansyah Djohan mengatakan bahwa dalam manajemen pemerintahan, terutama dalam masa krisis seperti sekarang ini, maka yang dibutuhkan adalah kepemimpinan langsung dari Presiden, bukan dari Menteri Kesehatan. Dalam hal ini, Presiden merupakan komando utama, selanjutnya Gubernur merupakan komando wilayah. Terkait dengan penanganan persoalan Corona saat ini, seharusnya pemerintah pusat dapat memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah pemerintah daerah. Bagaimanapun juga, saat ini seluruh pemerintah daerah sedang berperang melawan Corona.

Di akhir diskusi, Zulkieflimansyah membagikan pengalaman mengatasi persoalan Corona di NTB. Masyarakat di NTB diberikan pelatihan pra-kondisi bahwa jika ada masyarakat yang terkena Corona, maka hal tersebut merupakan hal yang biasa saja. Tidak perlu ada stigma yang negatif terhadap orang yang positif Corona tersebut, nantinya orang yang positif terkena Corona akan dikarantina, dan apabila sudah sembuh, maka sebaiknya interaksi sosialnya tidak berubah. Langkah ini merupakan langkah yang diambil oleh pemerintah daerah NTB.

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.