Gerakan Masyarakat Melawan Corona

Gerakan Masyarakat Melawan Corona

Nyaris tidak ada pemerintah yang bisa mengatasi bencana seperti Corona ini sendirian. Bagaimana sebaiknya masyarakat melibatkan diri? Sudahkah efektif langkah-langkah pemerintah selama ini?

Populi Center dan Smart FM Network membahasnya dalam Perspektif Indonesia dengan judul “Langkah Antisipasi Pandemik Corona”. Diskusi ini berlangsung pada Sabtu, 21 Maret 2020 pukul 09.00 – 11.00 WIB, bertempat di kantor pusat Smart FM. Diskusi Perspektif Indonesia dilakukan dengan menggunakan sambungan telepon, mengingat penyebaran virus Corona yang semakin meluas.

Adapun diskusi ini menghadirkan lima pembicara, yakni Melkiades Lakalena (Wakil Ketua Komisi X DPR, Fraksi Partai Golkar), Sri Mellyana (Anggota Komisi IX FPR, Fraksi Gerindra), Yaya Nurhidayati (Indonesia Bergerak), Sudirman Said (Sekjen PMI), dan Achmad Nur Hidayat (Pengamat Kebijakan Publik). Diskusi ini dipandu oleh Olla Nurlija.

Pembicara pertama, Melkiades Lakalena mengatakan bahwa sebenarnya Indonesia sebenarnya merupakan negara yang relatif lebih awal untuk mendeteksi siapa orang yang terkena virus Corona. Alat-alat deteksi tersebut sudah diletakkan di bagian hilir mudik orang, hanya saja ketika itu Menteri Kesehatan tidak membuka data ke publik, dikarenakan masyarakat akan panik apabila mengetahuinya Corona telah masuk ke Indonesia. Hal lain yang saat ini sedang pemerintah lakukan adalah dengan menyiapkan tempat-tempat di luar rumah, untuk melakukan karantina terhadap orang-orang yang positif terkena virus Corona.

Yaya Nurhidayati mengatakan bahwa Indonesia Bergerak merupakan inisiatif dari individu-individu yang peduli terhadap dampak dari Corona ke masyarakat. Hal yang perlu diperhatikan pada masa penyebaran virus Corona ini adalah masyarakat kelas bawah yang banyak ter dampak, terutama masyarakat yang hidup dari hari ke hari. Hingga saat ini, belum terlihat langkah nyata bantuan langsung kepada masyarakat ter dampak ini. Terkait dengan  hal ini, Indonesia bergerak memberikan insentif untuk membangun solidaritas masyarakat untuk bersama-sama mengatasi penyebaran virus Corona.

Sri Mellyana mengatakan persoalan yang terjadi saat ini dikarenakan Indonesia masih terlalu santai untuk menghadapi masalah ini. Menurutnya, pemerintah tidak memberikan respons yang proporsional, seakan-akan bahwa virus akan mati sendiri. Seharusnya penanganan virus ini dapat ditangani dengan benar, termasuk memberikan masukan kepada masyarakat secara benar.

Sudirman Said mengatakan bahwa PMI telah membantu pemerintah dengan memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk menyemprotkan disinfektan ke tempat-tempat ibadah. Pada kesempatan ini, Sudirman Said mengatakan bahwa PMI telah menyiapkan dua juta masker kepada masyarakat. Momentum ini seharusnya dapat menjadi waktu yang paling tepat untuk memperkuat solidaritas nasional.

Achmad Nur Hidayat mengatakan  bahwa langkah yang dilakukan pemerintah tidaklah cukup.  Jika dibandingkan antara kasus dengan persentase orang yang terkena virus Corona, maka Indonesia merupakan negara dengan persentase tertinggi.  Dengan kondisi seperti saat ini, maka diperlukan realokasi dana untuk menyiapkan infrastruktur-infrastruktur pencegahan penyebaran virus Corona.

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.