Ada Apa Dengan Bandara Kita? - Edisi 21 Mei 2016

  Senin, 20 Februari 2017        Engge        Publications

JAKARTA. Berbagai kesalahan dalam dunia penerbangan Indonesia terus terjadi. Dua maskapai dalam waktu berdekatan melakukan kesalahan fatal dengan salah menurunkan penumpang luar negeri ke terminal penumpang domestik. Sebelumnya, dua pesawat bersenggolan di landasan Bandara Soekarno Hatta.


 


Untuk membahas persoalan terkini mengenai Bandara Internasional Soekarno Hatta, Populi Center bekerja sama dengan Smart FM Network menggelar diskusi Perspektif Indonesia bertemakan "Ada Apa Dengan Bandara Kita?" pada Sabtu, 21 Mei 2016 di Gado-Gado Boplo Menteng Jakarta. Dalam diskusi ini hadir Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Chappy Hakim, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Fauzih Amro, dan Pengusaha Amir Karamoy. 


 


Pengusaha Amir Karamoy mengatakan ada yang salah dalam penerbangan Indonesia. Dirinya melihat ada arogansi dalam pengelolaan. Pertama, sikap para birokrat yang bekerja di sistem penerbangan yang tidak menganggap konsumen. Misalnya, delay pesawat. Tidak ada yang bisa menjelaskan mengapa delay pesawat bisa terjadi. 


 


"Kita tidak punya budaya yang menanggap konsumen itu stakeholder yang paling penting," ujarnya. Artinya, posisi tawar pelanggan penerbangan di Indonesia angat rendah. Padahal, penerbangan Indonesia saat ini sedang berusaha untuk masuk ke Amerika.


 


Untuk masuk ke Amerika, Indonesia harus diaudit oleh Federal Aviation Administration (FAA). Untuk diaudit, bukan hanya kualitas pesawat Indonesia yang diselidiki, namun juga kualitas Bandara Soekarno Hatta. Dengan adanya kesalahan menurunkan penumpang akan sangat berpengaruh pada penilaian karena Indonesia akan dinilai belum siap masuk ke Amerika.


 


Anggota DPR Fauzih Amro mendorong adanya hukuman yang jelas bagi maskapai Indonesia yang lalai. Ketidakdisiplinan pilot atau penerbangan akan memberikan dampak yang luar biasa bagi keselamatan. Kunci di dunia penerbangan adalah disiplin.


 


"Sanksi itu sampai harus berikan efek jera," terangnya. Fauzi melihat, pertumbuhan penerbangan di Indonesia terjadi cukup pesat dan bagi peningkatan ekonomi, pertubmhan penerbangan adalah suatu keharusan. Namun, untuk menunjang pertumbuhan tersebut pada sisi lain pemerintah harus menyiapkan infrastrukturnya.


 


Bagaimana kualitas penerbangan yang menyangkut sumber daya manusianya perlu ditingkatkan. Mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Chappy Hakim menambahkan, jumlah penerbangan di Indonesia tidak seimbang dengan kemampuan mengatur air traffic. Contoh sederhananya dapat dilihat dari seringnya pesawat yang perlu menunggu 30 menit hingga satu jam untuk terbang karena tingginya lalu lintas udara. "Bagaimana kita bisa siapkan pengawasan yang terus menerus kalau misalnya kita tidak punya inspektur yang cukup," imbuhnya. 

Berita Terkait


LOWONGAN KERJA

Lembaga kajian Opini dan Kebijakan Publik, Populi-Center, Jakarta, mencari 1 (satu) orang staf program/peneliti penuh waktu untuk kontrak kerja selama sekurang-kurangnya satu tahun dengan kemungkinan kontrak kerja diperpanjang sesuai kinerja yang bersangkutan.

Kriteria dan syarat-syarat untuk seorang Staf Program yang dibutuhkan:

•Pria/Wanita umur tidak lebih dari 32 tahun .

•Memiliki integritas dan rekam-jejak yang baik pada pekerjaan sebelumnya (cantumkan nama, alamat, dan nomor kontak pemberi referensi).

  Selasa, 16 Mei 2017        Yudha        Publications

PERSPEKTIF INDONESIA: MENGOBATI LUKA PILKADA - 22 April 2017

JAKARTA. Pilkada DKI Jakarta 2017 baru saja selesai. Pilkada kali ini terasa mendorong pemisahan di masyarakat. Luka akibat pemilihan kepala daerah masih menganga. Pembelahan akibat Pilkada Jakarta makin terasa di dunia maya. Apakah hal ini disebabkan oleh durasi kampanye terlalu lama? Ataukah ini memang refleksi realitas politik saat ini? Bisakah politik tidak terlalu menguras energi?  

Untuk membahas isu ini, Populi Center bekerja sama dengan Smart FM Network mengadakan d

  Senin, 24 April 2017        Rafif        Perspektif Indonesia

Quick Count Pilgub DKI: Anies-Sandi Unggul Atas Basuki-Djarot 

Press Release 19 April 2017  

Populi Center kembali menggelar exit poll dan hitung cepat (quick count) di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017 putaran ke 2. Exit poll Populi Center menggunakan metode single random sampling dengan margin of error 2% dan menggunakan sample sebesar 2.000 responden. Sementara untuk quick count, Populi Center menggunakan sample sebesar 500 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari total 13.034 TPS.

Selengkapnya dapat anda download Read More -->

  Rabu, 19 April 2017        Yudha        Publications

“DEBAT MILIK SIAPA” - 11 April 2017

JAKARTA. Pemungutan suara Pilgub DKI Jakarta putaran kedua kian dekat. Debat kandidat menjadi momen penting dalam rangkaian kampanye, mengingat melalui debat diharapkan masyarakat mampu berfikir secara rasional dengan mencermati program-program yang disampaikan dalam debat tersebut. Lantas program apa yang paling tepat menjawab permasalahan ibukota dan seberapa besar debat menjadi referensi pemilih? Untuk membahas isu ini, Populi Center bekerja sama dengan KPUD DKI Jakarta mengadakan diskusi Perspektif Jakarta bertemakan "Debat Milik Si

  Rabu, 12 April 2017        Rafif        Perspektif Jakarta
Top