Jurnal Micro Utama Maret 2016

  Rabu, 22 Februari 2017     Nona     JURNAL MU

Populi Center bekerjasama dengan Bank Mandiri menerbitkan sebuah jurnal dengan judul Jurnal MU (Micro Utama) yang terbit setiap 3 bulan sekali (2016) dan pada tahun 2017 akan terbit 2 bulan sekali. Jurnal MU mengulas seputar usaha micro Mandiri yang berbasis UMKM, disertai pemaparan dari pakar-pakar ekonomi terkemuka di Indonesia. salam Micro Utama!

 KLIK DISINI 

 

Berita Terkait


Hubungan Mayoritas-Minoritas Agama dengan Negara di Indonesia dan Amerika Serikat

Masyarakat Indonesia dan Amerika Serikat sama-sama beragam dalam hal menganut agama. Keberagaman itu bisa menguntungkan, tetapi bisa pula problematik bagi masing-masing negara, tergantung bagaimana pemerintah dan masyarakat sipil menegakkan prinsip toleransi. Ketegangan antara kelompok mayoritas dan minoritas belakangan ini jadi semakin menjadi perhatian. Kampanye politik di kedua negara berhasil memobilisasi

  Selasa, 01 Agustus 2017        Sudi        LAPORAN DISKUSI

Mengelola Radikalisme dalam Alam Demokrasi

Jeffrey Winters dikenal sebagai akademisi dan Direktur Equality Development and Globalization Studies (EDGS) Northwestern University, Amerika Serikat. Selain itu Winters menjabat Chairman of the Board of Trustee The Indonesian Scholarship and Research Support Foundation (ISRSF) dan  Direktur Program Ilmu Sosial di Center for Public Policy Transformation (Transformasi) yang keduanya berkantor

  Selasa, 01 Agustus 2017        Sudi        LAPORAN DISKUSI

Update Kajian Indonesia Timur dan Tenggara

Kawasan timur Indonesia seringkali dilihat sebagai wilayah yang bermasalah, dari ancaman separatisme, daerah rawan konflik, hingga persoalan keterbelakangan. Adakah perspektif yang bisa memberikan energi positif bagi kita dalam memandang Indonesia timur dan tenggara? Populi Center membahas hal tersebut dalam seri kedua Forum Populi dengan tema “Update Kajian Indonesia Timur” pada

  Senin, 31 Juli 2017        Sudi        FORUM POPULI

Potret Konflik Syiah Sampang di Karang Gayam

Sebagai bangsa yang multikuktural, Indonesia dianugerahi kemajemukan baik dari segi sosial budaya maupun agama. Kondisi ini pada satu sisi merupakan nilai plus dalam kerangka memperkaya khazanah bangsa. Namun di sisi lain dapat menjadi ancaman serius terhadap persatuan dan kesatuan bangsa jika kebhinekaan tersebut tidak disikapi secara bijak. Konflik Syiah di

  Senin, 31 Juli 2017        Sudi        ESSAI/OPINI
Top