Jurnal Micro Utama Mei 2016

  Rabu, 22 Februari 2017     Nona     JURNAL MU

Populi Center bekerjasama dengan Bank Mandiri menerbitkan sebuah jurnal dengan judul Jurnal MU (Micro Utama) yang terbit setiap 3 bulan sekali (2016) dan pada tahun 2017 akan terbit 2 bulan sekali. Jurnal MU mengulas seputar usaha micro Mandiri yang berbasis UMKM, disertai pemaparan dari pakar-pakar ekonomi terkemuka di Indonesia. salam Micro Utama!

 KLIK DISINI 

Berita Terkait


Sudah Tepatkah RUU Pemilu dan Perppu Ormas?

Jelang rapat paripurna DPR RI untuk menentukan nasib Rancangan Undang-Undang (RUU) Penyelenggaraan Pemilu, terjadi perdebatan di kalangan partai politik (parpol) mengenai 5 paket opsi. Opsi yang paling krusial menimbulkan perdebatan adalah mengenai ambang batas parlemen (Parliamentary Threshold)ambang batas pencalonan presiden (

  Jumat, 21 Juli 2017        Sudi        LINTAS BERITA

UPAYA DOMINASI ORANG DAYAK: Politik Identitas dalam Dinamika Politik Lokal di Kalimantan Barat

Tulisan ini merupakan laporan perjalanan dalam survei di Kalimantan Barat (Kalbar) pada 3-8 Mei 2017. Di sela-sela kesibukan memantau 80 Tenaga Pengumpul Data (TPD) survei selama lima hari, penulis berupaya menggali isu-isu lokal yang sekiranya menarik atau luput dari pertanyaan dalam kuesioner. Beberapa pertanyaan kunci seputar dinamika sosial

  Selasa, 04 Juli 2017        Yudha        LAPORAN SURVEI

KONTESTASI DI BALIK DAMAI: Dua Kelompok Ekonomi Dominan di Kabupaten Banyumas

Membaca kembali asumsi dominan dalam interaksi warga yang selama ini dinilai stabil dan harmonis, itulah tujuan utama dari penulisan tulisan pendek ini. Tulisan ini hendak melihat apakah di balik asumsi harmoni masyarakat Kabupaten Banyumas yang kuat mengadopsi nilai brayan urip (hidup rukun), tidak terdapat gejolak atau potensi gejolak yang dapat

  Selasa, 04 Juli 2017        Yudha        LAPORAN SURVEI

Kerjasama Penanganan Banjir Antara Provinsi DKI Jakarta dan Kabupaten Bogor

Di era desentralisasi dan otonomi daerah saat ini, Kerjasama Antar-Daerah (KAD) sangat dibutuhkan untuk menjawab persoalan-persoalan serius seperti pembangunan daerah pinggiran dan perbatasan antar-daerah yang kerap terabaikan. Hubungan KAD yang sering kali menyedot atensi publik adalah antara Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta dan Kabupaten Bogor dengan isu seputar banjir.

  Selasa, 04 Juli 2017        Yudha        LAPORAN SURVEI
Top