Perubahan Struktur Organisasi Populi Center

  Senin, 03 April 2017     Yudha     PUBLIKASI

Setelah lebih dari setahun posisi Direktur Eksekutif kosong, Yayasan Populi Indonesia dengan gembira menyampaikan kepada segenap peneliti dan staf Populi Center bahwa mulai tanggal 1 April 2017 telah diangkat Sdr. Hikmat Budiman sebagai peneliti senior dan Direktur Eksekutif untuk masa jabatan 2017-2020. Kehadiran Sdr. Hikmat tentu akan semakin memperkuat visi Populi Center untuk menjadi lembaga riset terdepan dalam kajian opini publik dan kebijakan yang dipercaya masyarakat dan pembuat keputusan di Indonesia berdasarkan nilai-nilai nirlaba, integritas, kualitas, dan berorientasi kerakyatan. Pengangkatan ini berdasarkan Surat Keputusan Yayasan Populi Indonesia No. 01/3/SK/PC/IV/2017 yang berlaku mulai tanggal 3 April 2017 yang memutuskan untuk mengangkat dan mempromosikan staf peneliti sebagai berikut: 1. Direktur Eksekutif: Hikmat Budiman 2. Direktur: Usep Saepul Ahyar (bertanggung-jawab kepada Direktur Eksekutif) 3. Research Manager: Nona Evita (bertanggung-jawab kepada Direktur Eksekutif). Kepada segenap peneliti dan staf Populi Center diharapkan semakin meningkatkan kualitas dan kinerjanya di bawah kepemimpinan yang baru. Kami harapkan semua insan Populi Center meneruskan dan meningkatkan kerja-kerja baik yang telah dilakukan selama ini. Kami ucapkan selamat bergabung untuk Mas Hikmat dan selamat berproses bersama untuk insan Populi Center dalam memberi kontribusi bagi kemajuan demokrasi Indonesia. Jakarta, 3 April 2017 Nico Harjanto, Ph.D                                                                                                          Prasetyantoko, Ph.D Ketua Yayasan                                                                                                                Ketua Dewan Pembina

Berita Terkait


Hubungan Mayoritas-Minoritas Agama dengan Negara di Indonesia dan Amerika Serikat

Masyarakat Indonesia dan Amerika Serikat sama-sama beragam dalam hal menganut agama. Keberagaman itu bisa menguntungkan, tetapi bisa pula problematik bagi masing-masing negara, tergantung bagaimana pemerintah dan masyarakat sipil menegakkan prinsip toleransi. Ketegangan antara kelompok mayoritas dan minoritas belakangan ini jadi semakin menjadi perhatian. Kampanye politik di kedua negara berhasil memobilisasi

  Selasa, 01 Agustus 2017        Sudi        LAPORAN DISKUSI

Mengelola Radikalisme dalam Alam Demokrasi

Jeffrey Winters dikenal sebagai akademisi dan Direktur Equality Development and Globalization Studies (EDGS) Northwestern University, Amerika Serikat. Selain itu Winters menjabat Chairman of the Board of Trustee The Indonesian Scholarship and Research Support Foundation (ISRSF) dan  Direktur Program Ilmu Sosial di Center for Public Policy Transformation (Transformasi) yang keduanya berkantor

  Selasa, 01 Agustus 2017        Sudi        LAPORAN DISKUSI

Update Kajian Indonesia Timur dan Tenggara

Kawasan timur Indonesia seringkali dilihat sebagai wilayah yang bermasalah, dari ancaman separatisme, daerah rawan konflik, hingga persoalan keterbelakangan. Adakah perspektif yang bisa memberikan energi positif bagi kita dalam memandang Indonesia timur dan tenggara? Populi Center membahas hal tersebut dalam seri kedua Forum Populi dengan tema “Update Kajian Indonesia Timur” pada

  Senin, 31 Juli 2017        Sudi        FORUM POPULI

Potret Konflik Syiah Sampang di Karang Gayam

Sebagai bangsa yang multikuktural, Indonesia dianugerahi kemajemukan baik dari segi sosial budaya maupun agama. Kondisi ini pada satu sisi merupakan nilai plus dalam kerangka memperkaya khazanah bangsa. Namun di sisi lain dapat menjadi ancaman serius terhadap persatuan dan kesatuan bangsa jika kebhinekaan tersebut tidak disikapi secara bijak. Konflik Syiah di

  Senin, 31 Juli 2017        Sudi        ESSAI/OPINI
Top