“DEBAT MILIK SIAPA” - 11 April 2017

  Rabu, 12 April 2017        Rafif        Perspektif Jakarta

JAKARTA. Pemungutan suara Pilgub DKI Jakarta putaran kedua kian dekat. Debat kandidat menjadi momen penting dalam rangkaian kampanye, mengingat melalui debat diharapkan masyarakat mampu berfikir secara rasional dengan mencermati program-program yang disampaikan dalam debat tersebut. Lantas program apa yang paling tepat menjawab permasalahan ibukota dan seberapa besar debat menjadi referensi pemilih? Untuk membahas isu ini, Populi Center bekerja sama dengan KPUD DKI Jakarta mengadakan diskusi Perspektif Jakarta bertemakan "Debat Milik Siapa?" di KPUD DKI Jakarta, Selasa (11/4).

Diskusi ini mengundang Dahlia Umar (Komisioner KPUD DKI Jakarta), Sebastian Salang (FORMAPPI),  Usep S. Ahyar (Direktur Populi Center), dan dimoderatori oleh Gunawan Hartono.

Dahlia Umar selaku komisioner KPUD DKI Jakarta mengatakan bahwa dalam debat putaran kedua akan terdapat perubahan dari segi substansi dan metode. Dari segi substansi, debat pada putaran kedua akan mendorong para kandidat untuk menajamkan program-program unggulan yang telah dibahas pada debat dan masa kampanye putaran pertama. Dari segi metode, debat pada putaran kedua akan menyediakan slot sesi dimana masyarakat dapat bertanya secara langsung kepada dua pasang calon. Adapun dari segi tema, terdapat tiga pertanyaan kunci yang hendak dielaborasi dari kedua pasang calon, yakni kesenjangan sosial, penegakan hukum, dan demografi.

Disamping hal tersebut, terdapat beberapa pertanyaan penting seputar kebijakan, seperti transportasi, kebijakan penataan pantai, penataan kota. Dimana pertanyaan-pertanyaan ini disusun oleh kelompok masyarakat yang akan hadir pada saat pelaksanaan debat. Secara tegas Dahlia mengatakan bahwa langkah ini ditempuh agar masyarakat memiliki rasa memiliki (sense of ownership) terhadap debat putaran kedua. Diharapkan langkah ini akan mendorong lebih banyak partisipasi publik.

Pandangan berbeda dipaparkan oleh Usep Ahyar selaku Direktur Populi Center. Debat dalam penjelasannya merupakan salah satu metode kampanye yang seharusnya mengandung pendidikan politik. Melalui debat, pemilih diajak untuk menjadi rasional untuk memilih tawaran kebijakan yang paling baik. Jika dilihat dari atensi publik, debat putaran pertama telah ditonton sebanyak 70-80%, dimana persentase serupa akan muncul dalam prediksi beliau. Lantas apakah debat akan berpengaruh terhadap pilihan Pilgub DKI 2017? Menurut Usep, performa debat akan menentukan pilihan swing voter Jakarta yang mencapai 20-25%. Data menunjukan bahwa sebanyak 14% orang memindahkan suaranya usai debat putaran pertama.

Lebih lanjut Usep mengkritisi jalannya debat pada putaran pertama yang masih terlalu normatif. Dimana pada debat tersebut, tidak dibahas secara mendetail bagaimana program-program yang ditawarkan akan dilaksanakan. Hal ini ditunjukan dari survey Populi Center dari tanggal 1-5 April 2017 yang menunjukan bahwa tingkat pengetahuan pemilih mengenai program-program di Pilgub DKI Jakarta masih dibawah 50%. Ketika ditanya apa program yang realistis untuk direalisasikan, 50% lebih melihat bahwa Kartu Jakarta Pintar (KJP) sebagai program realistis, sedangkan DP 0% sebagai program tidak realistis.

Pendapat senada dipaparkan oleh Sebastian Salang dari FORMAPPI, dimana debat dilihat sebagai arena penting dalam kontestasi Pilgub. Mengingat melalui debat, publik dapat mengetahui mana program yang realistis dan mana yang tidak realistis. Oleh karenanya, bagi kandidat yang tidak dapat debat, pada dasarnya dirinya sedang merugikan dirinya sendiri. Seperti yang terjadi pada mangkirnya Anies-Sandiaga dalam debat Kompas TV.

Secara tegas Sebastian Salang memaparkan bahwa debat Pilgub putaran kedua merupakan kontestasi dari kemampuan komunikasi publik serta kematangan emosional dan mental. Jangan sampai masing-masing calon membuat pernyataan blunder, seperti menyerang pribadi pasangan calon, karena hal ini akan mempengaruhi pilihan dari masing-masing calon. 

Berita Terkait


LOWONGAN KERJA

Lembaga kajian Opini dan Kebijakan Publik, Populi-Center, Jakarta, mencari 1 (satu) orang staf program/peneliti penuh waktu untuk kontrak kerja selama sekurang-kurangnya satu tahun dengan kemungkinan kontrak kerja diperpanjang sesuai kinerja yang bersangkutan.

Kriteria dan syarat-syarat untuk seorang Staf Program yang dibutuhkan:

•Pria/Wanita umur tidak lebih dari 32 tahun .

•Memiliki integritas dan rekam-jejak yang baik pada pekerjaan sebelumnya (cantumkan nama, alamat, dan nomor kontak pemberi referensi).

  Selasa, 16 Mei 2017        Yudha        Publications

PERSPEKTIF INDONESIA: MENGOBATI LUKA PILKADA - 22 April 2017

JAKARTA. Pilkada DKI Jakarta 2017 baru saja selesai. Pilkada kali ini terasa mendorong pemisahan di masyarakat. Luka akibat pemilihan kepala daerah masih menganga. Pembelahan akibat Pilkada Jakarta makin terasa di dunia maya. Apakah hal ini disebabkan oleh durasi kampanye terlalu lama? Ataukah ini memang refleksi realitas politik saat ini? Bisakah politik tidak terlalu menguras energi?  

Untuk membahas isu ini, Populi Center bekerja sama dengan Smart FM Network mengadakan d

  Senin, 24 April 2017        Rafif        Perspektif Indonesia

Quick Count Pilgub DKI: Anies-Sandi Unggul Atas Basuki-Djarot 

Press Release 19 April 2017  

Populi Center kembali menggelar exit poll dan hitung cepat (quick count) di Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2017 putaran ke 2. Exit poll Populi Center menggunakan metode single random sampling dengan margin of error 2% dan menggunakan sample sebesar 2.000 responden. Sementara untuk quick count, Populi Center menggunakan sample sebesar 500 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dari total 13.034 TPS.

Selengkapnya dapat anda download Read More -->

  Rabu, 19 April 2017        Yudha        Publications

“DEBAT MILIK SIAPA” - 11 April 2017

JAKARTA. Pemungutan suara Pilgub DKI Jakarta putaran kedua kian dekat. Debat kandidat menjadi momen penting dalam rangkaian kampanye, mengingat melalui debat diharapkan masyarakat mampu berfikir secara rasional dengan mencermati program-program yang disampaikan dalam debat tersebut. Lantas program apa yang paling tepat menjawab permasalahan ibukota dan seberapa besar debat menjadi referensi pemilih? Untuk membahas isu ini, Populi Center bekerja sama dengan KPUD DKI Jakarta mengadakan diskusi Perspektif Jakarta bertemakan "Debat Milik Si

  Rabu, 12 April 2017        Rafif        Perspektif Jakarta
Top