Klarifikasi Populi Center tentang Hasil Survei di Provinsi NTT 21 Juli – 29 Juli 2017

  Jumat, 08 September 2017     Yudha     PUBLIKASI

Pada tanggal 4 September 2017 yang lalu, beberapa surat kabar yang terbit di Kota Kupang, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) seperti Pos Kupang dan Timor Express, memuat sebagian kecil dari hasil survei yang telah dilakukan oleh Populi Center, Jakarta pada tanggal 21 Juli-29 Juli 2017. Meskipun hasil survei Populi Center sebenarnya mencakup berbagai isu menyangkut persepsi masyarakat NTT menjelang Pilkada Serentak 2018 nanti, namun kedua surat kabar tersebut hanya menampilkan dua aspek saja, yakni tentang elektabilitas dan popularitas beberapa nama tokoh di NTT yang potensial berkompetisi dalam Pilkada serentak 2018 tadi. 

Persoalan muncul ketika grafik yang menyajikan hasil survei tentang elektabilitas calon-calon potensial tadi menampilkan jumlah total persentase yang jauh melebihi angka 100%. Jika dijumlahkan secara total angkanya mencapai 125%. Keganjilan ini tentu saja telah memicu beredarnya berbagai macam kabar negatif tentang kredibilitas lembaga Populi Center sebagai penyelenggara survei yang hasilnya dikutip dalam koran-koran tersebut. 

Edisi hari Senin, 4 September 2017 dari NTTnews.com, misalnya, menyuguhkan informasi tentang kekecewaan dan kritik beberapa pihak atas hasil survei tentang elektabilitas calon-calon potensial gubernur NTT itu. Selain kecurigaan tentang adanya kemungkinan Populi Center dibiayai oleh salah satu calon potensial, kritik yang paling tajam terutama dipicu oleh hasil penjumlahan persentase yang melampaui angka 100%. Berita tersebut dapat dilihat di alamat http://www.ntt-news.com/2017/09/04/hasil-survey-populi-center-untuk-pilgub-ntt-diragukan/

Untuk menjernihkan permasalahan semacam itu, kami telah memeriksa kembali hasil survei yang telah kami lakukan. Hasilnya, tidak ada keganjilan apa pun yang kami temui. Grafik frekwensi tentang elektabilitas yang kami cantumkan dalam naskah laporan hasil survei kami juga tetap presisi pada angka total 100%. Setelah kami periksa ulang dan bandingkan antara grafik versi Laporan Resmi Hasil Survei Populi dengan grafik yang dimuat pada surat kabar Pos Kupang dan Timor Express, berikut adalah beberapa hal yang bisa kami sampaikan.

Pertama, grafik elektabilitas yang dimuat Pos Kupang dan Timor Express adalah versi hasil penyederhanaan dari grafik versi Laporan Resmi Populi Center. Sejumlah nama dengan perolehan persentase terkecil dikelompokkan menjadi sebuah kategori yang diberi label “Lainnya”. 

Masalah bermula ketika dalam proses penyederhanaan grafik tadi, terjadi kesalahan input data yang telah mengakibatkan terjadinya kekeliruan hasil penjumlahan perolehan suara-suara yang dikelompokkan ke dalam kategori “Lainnya”. Kalau konsisten mengacu pada hasil survei Populi Center, hasil penjumlahan tersebut seharusnya adalah angka 4% (empat persen), tapi yang dikutip dalam surat-surat kabar tadi justru membengkak menjadi 29% (29 persen). 

Dengan demikian adalah wajar bahwa ketika dijumlah secara total hasilnya tidak 100% sebagaimana seharusnya, melainkan menjadi 125%. Periksa, misalnya, berita bertajuk “Hasil Survei Populi Center untuk Pilgub NTT diragukan, dalam NTTnews.com, tanggal. 4 September 2017. 

Perbandingan Grafik versi Populi Center dengan Grafik versi Pos Kupang dan Timor Express

Grafik elektabilitas versi Populi Center 

Grafik elektabilitas versi Pos Kupang 

Grafik elektabilitas versi Timor Express 


Kedua, Populi Center sama sekali tidak bermaksud menuduh surat-surat kabar tersebut sebagai pihak-pihak penyebab kesalahan. Melalui penelusuran yang sungguh-sungguh kami mengetahui bahwa mereka mendapatkan data grafik tersebut dari pihak lain di luar Populi Center. Kami sudah mengetahui dari mana sumber kesalahan itu berasal, dan dari upaya klarifikasi yang telah kami lakukan kami dapat memahami bahwa hal tersebut murni merupakan kesalahan yang tidak disengaja.

Ketiga, pada hari Rabu, 6 September 2017, kepada masing-masing redaksi, Populi Center telah mengirim penjelasan dan grafik yang mencantumkan data yang benar dari hasil survei kami, untuk meralat publikasi pada surat kabar Pos Kupang dan Timor Express.

Keempat, untuk mengakhiri simpang siur informasi yang lebih jauh, kami telah merilis publikasi laporan resmi hasil survei kami di NTT di halaman situs resmi Populi Center. Dengan demikian, baik soal elektabilitas calon-calon potensial maupun hal-hal lain yang tercakup dalam survei kami tersebut, hendaknya mengacu pada publikasi resmi kami.

Laporan resmi hasil survei Populi Center tentang Persepsi Masyarakat NTT Menjelang Pilkada Serentak 2018 dapat diakses pada alamat: http://populicenter.org/index.php?detail=285&title%E2%80%9CPERSEPSI-MASYARAKAT-JELANG-PILGUB-NTT-2018%E2%80%9D

Kelima, dengan seluruh penjelasan di atas, dengan segala kerendahan hati Pimpinan, manajemen dan tim peneliti Populi Center tetap menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh misinformasi yang terjadi. Dengan pikiran terbuka dan rasa gembira kami juga menyampaikan terima kasih atas seluruh kritik yang telah dialamatkan kepada kami yang berkaitan dengan beberapa kesalahan tersebut di atas. Kritik-kritik tersebut adalah bara yang selalu menjaga semangat kami untuk meningkatkan kualitas kerja kami di masa yang akan datang tetap menyala. 

Keenam, Populi Center sepenuhnya bertanggungjawab atas hasil resmi survei yang telah kami publikasikan.


Jakarta, 7 September 2017


Nona Evita

Manajer Riset

Berita Terkait


Klarifikasi Populi Center tentang Hasil Survei di Provinsi NTT 21 Juli – 29 Juli 2017

Pada tanggal 4 September 2017 yang lalu, beberapa surat kabar yang terbit di Kota Kupang, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) seperti Pos Kupang dan Timor Express, memuat sebagian kecil dari hasil survei yang telah dilakukan oleh Populi Center, Jakarta pada tanggal 21 Juli-29 Juli 2017. Meskipun

  Jumat, 08 September 2017        Yudha        PUBLIKASI

“PERSEPSI MASYARAKAT JELANG PILGUB NTT 2018”

Populi Center mengadakan survei di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk mengetahui persepsi masyarakat menjelang Pemilihan Gubernur NTT 2018. Survei dilaksanakan mulai tanggal  21  Juli  2017  sampai  29  Juli  2017. Melalui survei tersebut, kami ingin melihat bagaimana persepsi masyarakat NTT mengenai kriteria calon Gubernur yang diinginkan

  Kamis, 07 September 2017        ade        RILIS SURVEI

Hubungan Mayoritas-Minoritas Agama dengan Negara di Indonesia dan Amerika Serikat

Masyarakat Indonesia dan Amerika Serikat sama-sama beragam dalam hal menganut agama. Keberagaman itu bisa menguntungkan, tetapi bisa pula problematik bagi masing-masing negara, tergantung bagaimana pemerintah dan masyarakat sipil menegakkan prinsip toleransi. Ketegangan antara kelompok mayoritas dan minoritas belakangan ini jadi semakin menjadi perhatian. Kampanye politik di kedua negara berhasil memobilisasi

  Selasa, 01 Agustus 2017        Sudi        LAPORAN DISKUSI

Mengelola Radikalisme dalam Alam Demokrasi

Jeffrey Winters dikenal sebagai akademisi dan Direktur Equality Development and Globalization Studies (EDGS) Northwestern University, Amerika Serikat. Selain itu Winters menjabat Chairman of the Board of Trustee The Indonesian Scholarship and Research Support Foundation (ISRSF) dan  Direktur Program Ilmu Sosial di Center for Public Policy Transformation (Transformasi) yang keduanya berkantor

  Selasa, 01 Agustus 2017        Sudi        LAPORAN DISKUSI
Top