Ini Dia Kepala BIN Baru

Ini Dia Kepala BIN Baru

JAKARTA. Badan Intelijen Nasional (BIN) menjadi salah satu lembaga negara yang mempunyai peran penting dalam menjaga keamanan Indonesia. Baru-baru ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusung Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kepala BIN.

Untuk membahas seputar pencalonan Ikomjen Pol Budi Gunawan sebagai Calon Kepala BIN, Populi Center bekerja sama dengan Smart FM Network mengadakan diskusi Perspektif Indonesia bertemakan “Ini Dia Kepala BIN Baru” di Gado-Gado Boplo Menteng, Sabtu (3/9). Dalam diskusi ini hadir Anggota Komisi I DPR Meutya Hafid, Guru Besar Universitas Pertahanan Prof. Dr. Salim Said, Pengamat Pertahanan dan Intelijen Dr. Connie Rahakundini, dan Wartawan Senior Derek Manangka.

Anggota Komisi I DPR Meutya Hafid mengatakan surat presiden sudah masuk ke DPR dan akan segera diproses. Komisi I sendiri, menurutnya, menyambut baik penunjukan presiden tersebut karena adanya unsur kepastian Calon Kepala BIN. Pasalnya, dalam pencalonan Kepala BIN presiden mempunyai hak penuh untuk memilih.

“Presiden hanya membutuhkan pertimbangan DPR untuk Kepala BIN. Berbeda dengan Panglima TNI yang membutuhkan persetujuan DPR,” ujarnya. Dalam pencalonan ini, perempuan dengan daerah pemilihan Sumatera Utara ini menuturkan posisi Golkar sesuai dengan komitmen awal yaitu akan mengawal keputusan presiden.

Pengamat Pertahanan dan Intelijen Dr. Connie Rahakundini menjelaskan fungsi BIN harus dilihat sebagai wikipedia negara sehingga semua informasi ada di dalam BIN. Maka dari itu, intelijen hendaknya datang dari latar belakang militer. Menurut Connie, tugas dari polisi sudah terlalu banyak dan ketika diberikan tugas untuk menjadi intelijen tugasnya bertambah lebih besar lagi.

Polisi memiliki tanggung jawab tertinggi yang langsung berhadapan dengan presiden. “Itulah mengapa militer yang mestinya memegang BIN,” terangnya. Apalagi BIN mempunyai kewenangan yang tidak kecil untuk bisa mengontrol semua informasi.

Guru Besar Universitas Pertahanan Prof. Dr. Salim Said melihat, setidaknya ada beberapa point yang penting dari pencalonan Kepala BIN. Pertama, Kepala Intelijen diangkat langsung oleh presiden sehingga presiden bisa saja menolak pertimbangan dari DPR apabila tidak menyetujui pencalonan Komjen Pol Budi Gunawan.

Kedua, dimensi politik. Presiden Jokowi tidak memiliki partai politik dan berbeda dengan Mantan Presiden Soeharto yang memiliki dukungan militer. Maka dari itu, sah-sah saja apabila ada unsur politik dalam pencalonan Budi Gunawan. “Bisa saja ini bagian dari lobi jika memang Budi Gunawan dekat dengan Megawati,” tutur Salim.

Wartawan Senior Derek Manangka menambahkan, masyarakat harus melihat kualitas BIN secara keseluruhan dan tidak hanya mengerucut pada Kepala BIN. Saat ini, aku Derek, panggung BIN menjadi panggung selebriti di mana ada anggota BIN yang bisa memamerkan pengangkatan dirinya di media sosial. “Yang penting kerja BIN bisa dirasakan oleh kita. Tidak peduli siapa yang menjadi kepala BIN,” tandasnya.

Tags:
No Comments

Leave a Reply