Kerja Efektif Menghadapi Corona

Kerja Efektif Menghadapi Corona

Wabah Corona akhirnya memasuki tiga fase penting. Pertama; mengatasi perkara kesehatan dan kemanusiaannya kini. Kedua, mitigasi implikasi ekonomi-sosial kelak. Ketiga, manajemen pemerintahan pusat-daerah serta kerjasama global.

Populi Center dan Smart FM Network membahasnya dalam Perspektif Indonesia dengan judul “Kerja Efektif Menghadapi Corona”. Diskusi ini berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2020 pukul 09.00 – 11.00 WIB, bertempat di kantor pusat Smart FM. Diskusi Perspektif Indonesia dilakukan dengan menggunakan sambungan telepon, mengingat penyebaran virus Corona yang semakin meluas.

Adapun diskusi ini menghadirkan lima pembicara, yakni Sri Sultan Hamengkubuwono X (Gubernur D.I. Yogyakarta), Ganjar Pranowo (Gubernur Jateng), Dedy Yon Supriyono (Walikota Tegal), Andi Rahmat (Pelaku Usaha, Mantan Wakil Ketua Komisi XI DPR RI), dan Berly Martawardaya (Dosen FEB UI, Direktur INDEF, Lulusan Free University of Amsterdam – Netherlands dan University of Siena – Italy). Diskusi ini dipandu oleh Olla Nurlija.

Pada kesempatan pertama, Ganjar Pranowo mengatakan bahwa saat ini Jawa Tengah telah membuat beberapa langkah kuratif, termasuk dengan menyiapkan ruangan-ruangan khusus di rumah sakit, termasuk juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat, terutama untuk menjaga hidup bersih, serta  menjemur badan  untuk meningkatkan imunitas. Beberapa persoalan sosial ekonomi masih terjadi, beberapa pelaku pariwisata sudah mengeluhkan   terkait dengan beban ekonominya. Pada kesempatan ini, Ganjar Pranowo menegaskan bahwa apa yang terjadi di Tegal, merupakan isolasi kampung.

Andi Rahmat mengatakan   bahwa kondisi saat ini merupakan kondisi ekonomi yang luar biasa, dikarenakan terdapat kejadian luar biasa yang terjadi di luar aktivitas ekonomi.  Saat ini sektor ekonomi yang paling terkena adalah sektor riil. Dikarenakan yang diserang adalah sektor riil, maka seluruh orang banyak yang kelabakan.  Apabila kebijakan fiskal yang hendak dibuat oleh pemerintah saat ini, maka kebijakan fiskal tersebut tidak boleh tanggung-tanggung. Menurutnya, kebijakan fiskal tersebut harus berkisar 10 persen dari total PDB Indonesia.

Sri Sultan Hamengkubuwono X mengatakan  pemerintah daerah telah memberikan masukan kepada masyarakat  yang keluar masuk ke D.I. Yogyakarta. Pemerintah daerah memberikan anjuran kepada  masyarakat yang mudik, untuk melakukan isolasi diri. Pemerintah daerah telah melakukan pantauan terhadap masyarakat yang kuat dan masuk D.I. Yogyakarta tersebut. Pemerintah daerah telah menyiapkan rumah sakit untuk  masyarakat yang ter dampak virus Corona.

Dedy Yon Supriyono  mengatakan pemerintah daerah Tegal melakukan lokal lockdown untuk menyelamatkan masyarakatnya. Hal ini didasarkan bahwa banyak masyarakat kota Tegal yang bekerja di luar kota. Oleh karena itu dibuatkan kebijakan lokal lokal lockdown atau karantina wilayah. Salah satu caranya adalah dengan mendeteksi dan mengidentifikasi alamat rumah, setiap orang yang masuk ke kota Tegal.

Pembicara terakhir, Berly Martawardaya mengatakan   persoalan ekonomi ada pada banyaknya masyarakat yang terkena dampak dari penyebaran virus Corona. Kelompok yang paling banyak ter dampak adalah kelas bawah, oleh karenanya perlu untuk pendataan terlebih dahulu terkait dengan masyarakat yang terkena dampak. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah bagaimana  cara mendistribusikan bantuan tersebut ke masyarakat. Salah satu hal yang perlu untuk diperhatikan adalah bagaimana  pemerintah mengantisipasi masyarakat yang mudik.

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.