Lintas Berita Rilis Survei Sulawesi Selatan – 1 Februari 2018

2018-02-09T07:27:24+00:00
Lintas Berita
Aish Sholihah
Aish Sholihah
February 5, 2018

Survei Populi Center: Pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman menang di Sulsel

Kamis, 1 Februari 2018

Merdeka.com – Populi Center melakukan survei di Provinsi Sulawesi Selatan dalam sepekan dari tanggal 15 hingga 22 Januari 2018, di 80 desa maupun kelurahan. Survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan 800 responden dengan metode bertingkat (Multistrada Random Sampling), dengan margin of error lebih kurang 3,39 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam pesta demokrasi di Sulawesi Selatan itu akan diikuti oleh empat pasangan calon. Di mana pasangan calon tersebut Nurdin Halid-Aziz Kahar Muzakkar (NH-Aziz), Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakar, Nurdin Abdullah-Andi Sudirman, dan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo.

“Dari sisi popularitas delapan tokoh, Ichan Yasin Limpo berada di posisi pertama dengan persentase 75,9 persen, Agus Arifin Nu’mang di posisi kedua 72 persen, Nurdin Halid di ketiga 68,9 persen, Nurdin Abdullah di posisi keempat 67,1 persen, dan Abdul Aziz Kahar Muzakkar di posisi kelima 61,8 persen,” kata peneliti Populi Center, Dimas Ramadhan di kantornya, Jakarta Barat, Kamis (1/2).

Sementara itu, Dimas menambahkan, dari segi akseptabilitas nama Nurdin Abdullah menjadi tokoh yang paling banyak dipilih dihampir semua kategori.

“Mulai dari yang paling bersih dan berani berantas korupsi, paling tegas, paling disukai dan paling mampu dan layak memimpin Sulawesi Selatan,” ujarnya.

“Sementara Abdul Aziz Kahar Muzakkar menempati posisi pertama untuk paling religius,” sambungnya.

Dia mengungkapkan, berdasarkan survei tersebut maka pasangan yang unggul adalah Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman.

“Pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman peringkat pertama dengan persentase 32 persen. Kedua Ichan Yasin Limpo-Andi Mudzakar 20,3 persen, ketiga Nurdin Halid-Abdul Azis Kahar Muzakkar 17 persen, dan Agus Arifin-Nu’mang Tanribali Lamo keempat persentase 10,9 persen,” pungkasnya. [fik]

Klik disini

 

Inilah Hasil Survei Pilgub Sulsel 2018 Versi Populi Center

Penulis: Sutrisno Zulkifli
Editor: Mulyadi Abdillah

RAKYATKU.COM – Lembaga Populi Center merilis hasil survei pasca pendaftaran 4 calon kontestan Pilgub Sulsel 2018. Bagaimana hasilnya?

Dikutip dari laman resmi Populi Center, elektabilitas pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) unggul dengan perolehan 32 persen. Lalu disusul pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) yang memperoleh perolehan suara 20,3 persen di posisi kedua. 

Sementara diperingkat ketiga milik pasangan Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) yang mendapatkan dukungan keterpilihan sebesar 17 persen. Adapun, pasangan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo (Agus-TBL) berada pada urutan keempat dengan 10,9 persen.

Survei ini terekam pada 15 Januari hingga 22 Januari 2018 di 80 desa/ kelurahan. Survei dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan 800 responden yang dipilih dengan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error +/- 3,39% dan tingkat kepercayaan 95%. 

Peneliti Populi Center, Ade Gozali yang dikonfirmasi mengakui hasil survei tersebut. “Kami sementara rilis (sampaikan ke media) di Jakarta,” ucap Ade Gozali kepada Rakyatku.com, Kamis (1/2/2018).

Adapun untuk tingkat kemantapan pilihan, tercatat 52,8 persen menyatakan sudah mantap dengan pilihannya. Sementara persentase responden yang mengaku masih mungkin berubah dengan pilihannya tercatat 24,4 persen. 

Hal ini berarti masih terbuka peluang bagi pasangan calon untuk meningkatkan elektabilitasnya dari kategori masyarakat yang  mengatakan masih belum mantap dengan pilihannya tersebut. 

Untuk alternatif pilihan, terutama bagi yang belum mantap dengan pilihannya, pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar dan Nurdin Abdullah-Andi Sulaiman sama-sama menjadi alternatif tertinggi yang dipilih responden dengan persentase 10,8 persen. 

Kemudian, pasangan Agus Arifin-Tanribali Lamo mendapatkan perolehan 7,4 persen dan Ichsan Limpo-Andi Mudzakkar sebesar 6,9 persen. Meski demikian, masih ada 64,2 persen masyarakat Sulawesi Selatan yang cenderung tidak tahu dan memilih untuk tidak menjawab saat diberikan pertanyaan ini.

Klik disini

 

Survei Populi Center: Elektabilitas Nurdin Abdullah-Sudirman Tertinggi

Estu Suryowati; EditorBayu Galih
Kompas.com – 01/02/2018, 14:22 WIB
Survei Populi Center memotret peta elektabilitas kandidat di Pilgub Sulawesi Selatan, Jakarta, Kamis (1/2/2018). Survei dilakukan dari tanggal 15-22 Januari 2018, melibatkan 800 responden, dengan margin error 3,39 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Survei Populi Center memotret peta elektabilitas kandidat di Pilgub Sulawesi Selatan, Jakarta, Kamis (1/2/2018). Survei dilakukan dari tanggal 15-22 Januari 2018, melibatkan 800 responden, dengan margin error 3,39 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.(KOMPAS.com/ESTU SURYOWATI)

JAKARTA, KOMPAS.com – Lembaga nonprofit yang mendalami masalah opini dan kebijakan publik, Populi Center merilis hasil survei Pilkada Sulawesi Selatan 2018, Kamis (1/2/2018).

Hasilnya, pasangan Nurdin Abdullah- Andi Sudirman Sulaiman memperoleh tingkat elektabilitas tertinggi dibandingkan tiga kandidat lain.

Peneliti Populi Center Dimas Ramadhan menyampaikan, tingkat elektabilitas Nurdin-Sudirman yang diusung PDI-P itu mencapai 32,0 persen.

“Persentase ini cukup jauh perbedaannya dibandingkan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar yang memperoleh perolehan 23,0 persen,” kata Dimas dalam pemaparan survei, Kamis.

Di bawah pasangan Icshan Limpo-Andi Mudzakkar ada pasangan Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar yang memperoleh perolehan 17 persen. Di urutan terakhir, ada pasangan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo yang memperoleh 10,9 persen.

Sebanyak 19,9 persen responden tidak tahu atau tidak menjawab saat ditanyakan pertanyaan siapakah yang akan dipilih menjadi gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan jika Pilkada Sulsel 2018 dilakukan hari ini.

“Temuan menarik dari survei bulan Januari 2018 adalah bahwa kemunculan Agus Nu’mang-Tanribali Lamo membuat elektabilitas Nurdin Halid-Qahhar Mudzakkar dan Ichsan Limpo-Andi Mudzakkar turun. Sementara elektabilitas Nurdin Abdullah-Sudirman Sulaiman masih solid,” kata Dimas.

Adapun untuk tingkat kemantapan pilihan masyarakat Sulawesi Selatan, sebanyak 52,8 persen responden menyatakan sudah mantap dengan pilihannya. Sementara itu, sebanyak 24,4 persen responden mengaku masih mungkin berubah pilihan.

Survei Populi Center ini dilakukan dari 15-22 Januari 2018 dengan melibatkan 800 responden yang dipilih secara acak-bertingkat.

Margin of error survei sebesar 3,39 persen dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Klik disini

 

Survei Populi Center: Ichsan Limpo Paling Populer di Pilkada Sulsel

Estu Suryowati
Kompas.com – 01/02/2018, 14:47 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Calon Gubernur Sulawesi Selatan dari jalur perseorangan, Ichsan Yasin Limpo menjadi kandidat dengan tingkat popularitas tertinggi di antara delapan tokoh peserta Pilkada Sulawesi Selatan, berdasarkan survei Populi Center.

Tingkat popularitas Ichsan Limpo mencapai 75,9 persen. Berturut-turut setelahnya yaitu Agus Arifin Nu’mang (72 persen), Nurdin Halid (68,9 persen) dan Nurdin Abdullah (67,1 persen).

Kemudian ada Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (61,8 persen), Andi Mudzakkar (41,4 persen), Tanribali Lamo (24,8 persen) dan Andi Sudirman Sulaiman (23,1 persen).

“Beberapa tokoh mengalami kenaikan presentase popularitas, namun tokoh yang paling konsisten mengalami kenaikan sejak April 2017 adalah Ichsan Yasin Limpo,” kata peneliti Populi Center Dimas Ramadhan, dalam paparan survei di Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Ichsan Limpo juga menduduki peringkat pertama dengan penilaian positif tertinggi yaitu sebesar 65,5 persen.

Berturut-turut setelahnya yaitu Agus Arifin Nu’mang (64,8 persen), Nurdin Abdullah (59,1 persen), dan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (53,8 persen).

Kemudian ada Nurdin Halid (53,5 persen), Andi Mudzakkar (35,5 persen), Andi Sudirman Sulaiman (20 persen) serta Tanribali Lamo (19 persen).

Tak jaminan

Menurut peneliti the Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes, popularitas tinggi tidak menjamin seseorang bakal dipilih menjadi pemimpin.

“Belum tentu orang yang sangat populer, itu memberikan insentif positif bagi keterpilihan elektoralnya. Banyak orang populer, Rhoma Irama, kemudian siapa lagi. Tetapi ketika (responden) ditanya akan memilih dia enggak, nah, belum tentu memilih,” kata Arya.

Selain popularitas, menurut Arya, aspek akseptabilitas terhadap hal-hal yang memiliki kecenderungan positif juga mempengaruhi keterpilihan elektoral seorang kandidat.

Dari sisi akseptabilitas, Nurdin Abdullah menduduki peringkat pertama. Seperti pada pertanyaan siapa kandidat yang dianggap paling bersih dari korupsi.

Sebanyak 25,5 persen responden menjawab Nurdin Abdullah, disusul Ichsan Limpo (11,3 persen). Begitu pula dengan pertanyaan siapa kandidat yang dianggap paling berani memberantas korupsi.

Sebanyak 24,1 persen responden menjawab Nurdin Abdullah, dan sebanyak 12,5 persen menjawab Ichan Limpo.

PenulisEstu Suryowati
EditorDiamanty Meiliana

Klik disini

 

Populi Center: Elektabilitas Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman Melesat di 32 Persen

Kamis, 1 Februari 2018 12:58 WIB
TRIBUNNEWS/RINA AYU PANCA RINI
Populi Center: Elektabilitas Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman Melesat di 32 Persen

Rilis survei menghadirkan pakar komunikasi politik UIN Jakarta, Gun Gun Heryanto, Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti, Peneliti CSIS, Arya Fernandes dan Peneliti Populi Center, Dimas Ramadhan, di kantor Populi Center, Kompleks Mandiri, Slipi, Jakarta Barat, Kamis (1/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Populi Center merilis hasil survei peta elektabilitas kandidat di Pilgub Sulawesi Selatan, Kamis (1/2/2018).

Menurut Peneliti Populi Center Dimas Ramadhan, dari sisi elektabilitas Nurdin Abdullah-Andi Sulaiman menduduki peringkat pertama sebagai pasangan yang akan dipilih untuk menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan periode 2018-2023 dengan persentase 32 persen.

“Persentase ini cukup jauh jaraknya dengan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar yang memperoloeh perolehan suara 20,3 persen di peringkat kedua,” kata Dimas di kantor Populi Center, Kompleks Mandiri, Slipi, Jakarta Barat.

Sedangkan diposisi ketiga ditempati pasangan Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar dengan mendapat dukungan keterpilihan sebanyak 17 persen.

“Di urutan keempat dengan persentase 10,9 persen, pasangan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo,” ujar Dimas.

Lanjut Dimas, ada yang menarik pada survei ini, di mana kemunculan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo membuat elektabilitas 2 pasangan yakni, Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar dan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar menurun.

“Sementara Nurdin Abdullah-Andi Sulaiman masih solid,” kata Dimas.

Peneliti Populi Center Dimas Ramadhan mengatakan elektabilitas Partai Golkar mendapatkan persentase 33,8 persen, di susul kedua oleh Partai PDIP 10,3 persen, dan Partai Gerindra pada posisi ketiga dengan persentase 8,1 persen.

Survei dilakukan melibatkan 800 responden di 80 desa atau kelurahan, dengan periode waktu 15-22 Januari 2018 menerapkan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dan margin error 3,39% dan tingkat keperceryaaan 95 persen.

Penulis: Rina Ayu Panca Rini

Editor: Choirul Arifin

Klik disini

 

Populi Center Survei, Elektabilitas Prof Andalan Melesat Naik

JAKARTA – Lembaga non profit Populi Center merilis hasil survei pemilihan Gubernur (pilgub) Sulsel, di kantornya Jalan Jend S Parman, Kamis (01/02).

Rilis survei menghadirkan pakar komunikasi politik UIN Jakarta, Gun Gun Heryanto, Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti, Peneliti CSIS, Arya Fernandes dan Peneliti Populi Center, Dimas Ramadhan.

Menurut Peneliti Populi Center, Dimas Ramdhan, survei dilakukan melibatkan 800 responden di 80 desa atau kelurahan, dengan periode waktu 15-22 Januari 2018 menerapkan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dan margin error 3,39% dan tingkat keperceryaaan 95%.

Hasilnya, kata dia, dari sisi elektabilitas pasangan Nurdin Abdullah dan Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) tokoh yang paling dipilih dengan persentase 32%, sisanya disusul oleh Ichsan Yasin Limpo dan Andi Muzakkar (Punggawa Macakka) 20,3%, Nurdin Halid dan Azis Kahar 17%, dan Agus Arifin Numang dan Tanribali Lamo 10,9 %, dan sisanya menjawab tidak tahu sekitar 19,9%.

“Pasangan Nurdin Abdullah dan Sudirman Sulaiman peringkat pertama pasangan yang akan dipilih saat pilgub, sisanya disusul kandidat lainnya,” ujarnya.

Dia menjelaskan, ada yang unik pada survei, jauh sebelummya hanya 3 kandidat lalu menjadi 4 kehadiran Agus Arifin Numang bersama Tanri Bali Lamo justru menggerus elektabilitas Nurdin Halid dan Ichsan Yasin Limpo. Sementara, elektabiltas Nurdin Halid dan pasanganny tetap solid.

(sss)

Klik disini

 

Survei Populi, Agus-TBL Gerus Elektabiltas NH-Aziz dan IYL-Cakka

By irwan kahir
Posted on February 1, 2018 @3:32 pm

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Jelang pemilihan gubernur (Pilgub) Sulawesi Selatan 2018, elektabilitas pasangan Prof. Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) masih tertinggi diantara calon lainnya. Namun, ada menarik pada survei tersebut.

Kehadiran paket Agus – TBL mengganggu elektabilitas Nurdin Halid – Abd Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz) dan Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (IYL-Cakka).

Pada survei pertama yang dilakukan Populi Center November 2017 menempatkan Prof Andalan berada dalam posisi teratas dengan raihan 31,6 persen.

Dan kedua yakni di Januari 2018 yang di rilis pada 1 Februari 2017. Dimana pasangan Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman mengalami peningkatan menjadi 32 persen.

Namun, di survei populi yang pertama nama Agus Arifin Numang -Tanribali Lamo (Agus – TBL) belum masuk. Dan yang ada hanya 3 pasangan yakni Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman (Ptof Andalan/NA-AS), Nurdin Halid – Abd Aziz Qahhar Mudzakkar (NH-Aziz), dan Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar (IYL-Cakka).

Dari simulasi 2 Survei Populi Center, membuktikan, ternyata dengan hadirnya paket Agus – TBL ini justru semakin menggerus hasil eletabilitas pasangan NH -Aziz dan IYL – Cakka.

Hal itu terbukti dari hasil survei elektabilitas NH – Aziz yang dilakukan Populi sebelumnya di November 2017. Secara elekatbilitas, pasangan NH – Aziz meraih sekitar 28,9 persen sedangkan di Survei Januari 2018 justru menurun sebanyak 11,9 persen atau tinggal 17 persen.

Sama halnya dengan IYL Cakka, sebelum hadirnya Agus – TBL, di survei populi sebelumnya masih berada di angka 24,3 persen, dan langsung menurun pada hasil survei Januari tinggal 21 persen (turun 4 persen).

Ini membuktikan, bahwa hadirnya pasangan Agus – TBL di Pilgub Sulsel membuat eletabilitas pasangan NH -Aziz dan IYL – Cakka semakin tergerus menurun. Sedang bagi Pof Andalan justru mengalami kenaikan.

Sekedar diketahui, Survei Populi Center terbaru yang dilakukan selama 7 hari ini dimulai sejak 15 Januari hingga 22 Januari 2018 dan bertempat di 80 desa/ kelurahan se Sulawesi Selatan.

Metode wawancara yang digunakan yakni dengan cara tatap muka dengan responden. Survei yang dilakukan kepada 800 responden ini dipilih dengan cara metode acara bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error +/- 3,39% dan tingkat kepercayaan 95%.

Menurut Populi Center, dalam riset mereka di Pilgub Sulsel ini mwnyebutkan, jika tingkat kemantapan pilihan masyarkat Sulsel sudah terbilang tinggi yakni pada angka 52,8 persen.

Sementara itu, persentase responden yang mengaku masih mungkin berubah dengan pilihannya tercatat 24,4 persen. Hal ini berarti masih terbuka peluang bagi pasangan calon untuk meningkatkan elektabilitasnya dari kategori masyarakat yang mengatakan masih belum mantap dengan pilihannya tersebut.(*)

Klik disini

 

Terkait Survey Populi, Politisi PPP: Starting Bagus

1 Februari 2018

Makassar, TR — Sebuah lembaga survey, yakni Populi Center merilis hasil survey popularitas bakal calon Gubernur Sulawesi Selatan menjelang pilgub 2018 mendatang.

Dalam hasil rilis dijelaskan jika dari sisi popularitas, Ichsan YL berada di peringkat pertama dengan presentase 75,9%, disusul Agus Arifin Nu’mang 72%, Nurdin Halid 68,9%, Nurdin Abdullah 67,1% dan Aziz Qahar Mudzakkar 61,8%.

Hal yang menakjubkan adalah sosok Agus AN yang jika dilihat dari hasil Populi Center, ternyata memperlihatkan peningkatan signifikan.

Menanggapi hasil survey Populi Center, Jubir Agus-TBL, Rizal Syarifuddin mengungkapkan bahwa dengan kepastian Agus maju di pilgub menunjukkan starting yang bagus.

“Alhamdulillah, dengan dipastikannya pak Agus Arifin Nu’mang maju sebagai kontestan pada Pilgub 2018 memberikan start point ditingkat popularitas 72% start di dibulan Januari 2018”, ujar Rizal yang juga Ketua Bappilu PPP Sulsel ini.

Rizal menilai, dari 3 kandidat lain yang popularitasnya dimulai Agustus 2018, tidak memberikan peningkatan signifikan. Artinya masyarakat pemilih sulawesi selatan masih cair, tergantung seberapa kuat pasangan meyakinkan masyarakat.

“Kami tim AganTa menyambut baik release survey Populicentre, hasil yang diberikan menjadi starting point awal buat kami tim pemenangan dan relawan untuk lebih massif lagi mengenalkan visi dan misi, program kerja serta karakter pak Agus dan Pak tanribali sebagai sosok yang teruji dan berpengalaman”, tutup Rizal yang ditemui di posko induk tim AganTA, di jl. AP. Pettarani Makassar, Kamis (01/02/18) siang ini.

(Anas)

Klik disini

 

AAN-TBL kikis elektabilitas kandidat lain

Kamis, 1 Februari 2018 13:33 WITA

Terkini.id, Makassar – Populi Center merilis hasil surveinya untuk Pilgub Sulsel, Kamis, 1 Februari, hari ini. Survei yang dilakukn rentang 15 Januari hingga 22 Januari itu memperlihatkan kondisi perpetaan politik di Sulsel. Uniknya, dalam satu bulan terakhir, Populi Center menemukan adanya pergerakan elektabilitas sejumlah kandidat. Pergerakan elektabilutas ini dipengaruhi munculnya pasangan Agus Arifin Nu’mang dan Tanribali Lamo. “Kemunculan Agus Nu’Mang dan Tanribali Lamo membuat elektabilitas Nurdin Halid – Qahhar Mudzakkar dan Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar turun,” seperti yang dirilis Populi Center melalui populicenter.org, siang ini. Dalam rilis itu, juga dijelaskan jika dari sisi popularitas 8 tokoh, Ichsan Yasin Limpo berada di posisi pertama dengan persentase 75,9 persen. Kemudian disusul oleh Agus Arifin Nu’mang (72 persen), Nurdin Halid (68,9 persen), Nurdin Abdullah (67,1 persen), dan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar (61,8 persen). Dari segi akseptabilitas, nama Nurdin Abdullah menjadi tokoh yang paling banyak dipilih di hampir semua kategori. Sementara Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar menempati posisi pertama untuk tokoh yang paling religius. Baca :Dekati empat Parpol, Ichsan Yasin Limpo belum tentu diusung Dari sisi elektabilitas berpasangan, pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman menduduki peringkat pertama sebagai pasangan yang akan dipilih dengan persentase 32 persen. Persentase ini cukup jauh jaraknya dengan pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar yang memperoleh perolehan suara 20,3 persen di posisi kedua. Sementara itu diperingkat ketiga ialah pasangan Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar yang mendapatkan dukungan keterpilihan sebesar 17 persen. Adapun, pasangan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo berada pada urutan keempat dengan persentase 10,9 persen. “Survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan 800 responden yang dipilih dengan metode acak bertingkat dengan margin of error +/- 3,39 persen,” jelas Populi Center dalam rilis itu. Provinsi Sulawesi Selatan menjadi daya tarik tersendiri mengingat Sulawesi Selatan merupakan provinsi paling berpengaruh secara ekonomi dan politik di Indonesia bagian Timur. Populi Center melalukan riset di 80 desa dan kelurahan yang ada di Sulsel. Sejauh ini, Makassar diperkirakan akan menjadi titik poin perebutan suara di Pilgub Sulsel. Daerah ini dikenal dengan jumlah suara terbanyak dibanding dengan daerah lain. Baca :Hadapi Pilkada, ini syarat Balon Usungan PDIP Ada pun untuk tingkat kemantapan pilihan masyarakat Sulawesi Selatan, 52,8 persen menyatakan sudah mantap dengan pilihannya. Sementara itu, persentase responden yang mengaku masih mungkin berubah dengan pilihannya tercatat 24,4 persen. “Hal ini berarti masih terbuka peluang bagi pasangan calon untuk meningkatkan elektabilitasnya dari kategori masyarakat yang mengatakan masih belum mantap dengan pilihannya tersebut,” tambahnya. Sementara dari sisi Partai Politik, Golkar masih menjadi partai dengan elektabilitas tertinggi di Sulawesi Selatan. Apabila pemilihan legislatif diadakan hari ini, maka Golkar akan menjadi pemenangnya dengan persentase 33,8 persen. Selanjutnya, PDIP menempati posisi kedua dengan persentase 10,3 persen dan Gerindra pada posisi ketiga dengan persentase 8,1 persen. Untuk pengetahuan tentang Pilkada Sulawesi Selatan 2018, sebanyak 67,4 persen masyarakat mengetahui adanya Pilkada Sulawesi Selatan pada 27 Juni 2018 mendatang. Sejalan dengan itu, keinginan masyarakat Sulawesi Selatan untuk berpartisipasi dalam pilkada sangat tinggi yaitu sebesar 95,5 persen responden menjawab akan ikut memilih.

Penulis: Eka Nugraha

Sumber Artikel : Klik disini