Akhirnya Kita Punya Kapolri?

Akhirnya Kita Punya Kapolri?

Ini Alasan DPR Setuju Badrodin Haiti Jadi Kapolri

Sabtu, 18 April 2015, 12:01 WIB, (Republika/Agung Supriyantoac)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Jenderal Badrodin Haiti akhirnya resmi dilantik menjadi Kapolri, Jumat (17/4) lalu. Komisi III DPR menilai pelantikan tersebut sudah tepat. Komisi III DPR memiliki alasan khusus dengan pencalonan Badrodin Haiti sebagai Kapolri. Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu mengatakan kepemimpinan di tubuh Polri tidak boleh dibiarkan berlarut terlalu lama. “Tiga bulanan kepolisian RI tanpa kepemimpinan yang definitif, sangat disayangkan bila terus berlarut-larut,” ujar Masinton dalam diskusi perspektif Indonesia “Akhirnya Kita Punya Kapolri” di Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/4). Menurut Masinton, Polri butuh pemimpin agar sistem berjalan dengan baik. Selain itu, Indonesia kini akan melaksanakan kegiatan internasional, Konferensi Tinggi Tinggi (KTT) Asia-Afrika yang diselenggarakan di Jakarta dan Bandung. “Setelah forum konsultasi antara presiden dan DPR kemarin, akhirnya kita menganggap ini harus dipercepat agar kerja kepolisian bisa segera dilaksanakan oleh kapolri definitif,” kata Masinton. Namun, Masinton mengatakan hal itu tidak semata-mata diputuskan begitu saja. Menurut dia, semua dipertimbangkan secara matang. “Jangan sampai pencalonan Badrodin Haiti malah memunculkan pro kontra di masyarakat,” tegas Masinton. Sebelumnya, Presiden resmi melantik Badrodin Haiti sebagai Kapolri. Pelantikan Badrodin tersebut secara otomatis membatalkan pencalonan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri.

Link:  KLIK DISINI 

 

Anggaran Polri Besar, Kinerja Harus Besar Juga

JAKARTA, KOMPAS.com – Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu menyoroti anggaran untuk Polri yang menurutnya besar tahun 2015 ini. Masinton berpendapat, Polri harus menunjukan kinerja yang baik dengan anggaran yang besar itu. “Sekarang anggaran untuk Polri bisa puluhan triliun. Ini tantangan bagi Kapolri baru untuk menunjukan kinerja yang baik. Anggarannya besar, kinerjanya harus besar juga dong,” ujar Masinton dalam diskusi di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (18/4/2015). Anggaran Polri di dalam postur APBN 2015 yakni mencapai Rp 51,6 triliun. Dari jumlah itu, 62 persen digunakan untuk belanja pegawai termasuk remunerasi, 28 persen untuk belanja barang dan sisanya digunakan untuk belanja modal. Salah satu indikator kinerja Polisi adalah di bidang pelayanan publik. Anggaran besar itu, lanjut Masinton, harus terserap bukan hanya di tingkatan Mabes Polri atau Polda saja, tapi juga harus sampai ke jajaran Polres dan Polsek. Sebab di tingkat bawahlah masyarakat bersentuhan dengan Polisi. Jika sudah merata, Polisi tinggal memperbaiki kultur kerja. Tak jarang, lanjut Masinton, muncul stigma negatif Polri lantaran kultur kerja yang buruk dan cenderung korup. “Kalau kita lapor hilang kambing, seperti kita hilang sapi saja. Polisi bukan mempermudah, malah mempersulit. Ini tantangan Kapolri kita yang baru,” ujar Masinton.

Penulis : Fabian Januarius Kuwado, Editor : Heru Margianto

Link:  KLIK DISINI 

No Comments

Leave a Reply