Mimpikah Kedaulatan Energi

Mimpikah Kedaulatan Energi

Menteri ESDM: Subsidi BBM Rp1.200 T dalam Lima Tahun 

Sabtu, 1 November 2014 – 10:22 wib

JAKARTA  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyatakan subsidi negara untuk bahan bakar minyak (BBM) telah menjadi candu. Buktinya, dalam lima tahun terakhir, dana yang habis untuk menyubsidi BBM mencapai Rp1.200 triliun. “Pada lima tahun, terakhir Rp1.200 triliun di-spending subsidi (BBM) jika dialokasikan ke produktif, hanya Rp600 triliun untuk ongkos bangun kilang,” tuturnya di acara Diskusi Perspektif Indonesia di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (1/11/2014). Menurutnya, Indonesia harus mampu menyikapi permasalahan subsidi BBM dengan dewasa agar bisa berdaulat di sektor energi. Dengan demikian, tutur dia, kedaulatan energi bukan mimpi belaka. “Makanya jika ada pertanyaan, �Mimpikah kedaulatan energi ini?� Saya akan jawab, �Bukan mimpi, ini hanya berani atau enggak untuk keluar dari kondisi kemunduran saat ini�,” ucap dia. Sudirman menjelaskan, sektor energi, termasuk BBM, merupakan sektor yang sangat penting dan harus disikapi dengan sangat bijak. “Yang harus dipahami adalah sektor ini sangat penting. Namun, ada banyak negara yang tidak berani atau tumbuh di sektor ini. Hal itu membuat negara tersebut terperangkap sebagai negara yang tertinggal,” ungkap dia.

Link berita: http://economy.okezone.com/read/2014/11/01/19/1059715/menteri-esdm-subsidi-bbm-rp1-200-t-dalam-lima-tahun

Sudirman: Jokowi Naikkan Harga BBM demi Kesejahteraan Rakyat 

Sabtu, 1 November 2014 | 16:34 WIB JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengungkapkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah punya rencana untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Menurut Sudirman, alasan Jokowi ingin menaikkan harga BBM dengan tujuan kesejahteraan rakyat. “Beliau (Jokowi) yakin ini penting buat rakyat,” ujar Sudirman di dalam diskusi “Mimpikah Kedaulatan Energi?”, Sabtu (1/11/2014). Sudirman menilai sikap Presiden Jokowi sangat mulia. Pasalnya tidak sembarang pemimpin mampu dan mau menaikkan harga BBM bersubsidi. “Perlu disadari oleh kita, kita ini sudah sering menghindari pekerjaan yang sulit tapi penting untuk rakyat,” ungkap Sudirman. Sudirman menjelaskan, saat ini tangki cadangan minyak dalam negeri sudah menipis. Jika harga BBM tidak dinaikkan, maka masyarakat akan terus mengonsumsi dengan harga murah tanpa memiliki cadangan baru. “Tangki-tangki penyimpanan kita hanya mampu menyimpan cadangan 18 hari dan itupun turun terus. Kalau begitu, gimana caranya kita mau berdaulat dalam energi,” papar Sudirman.(Adiatmaputra Fajar Pratama)

Link berita: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2014/11/01/163400126/Sudirman.Jokowi.Naikkan.Harga.BBM.demi.Kesejahteraan.Rakyat

Cadangan Minyak Indonesia Hanya untuk 12 Tahun Lagi 

Sabtu, 1 November 2014 12:33 WIB TRIBUN/DANY PERMANA

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan sumber minyak Indonesia hanya cukup untuk 12 tahun lagi. Sudirman menjelaskan jika negara tidak melakukan tindakan, maka dalam waktu 12 tahun lagi akan krisis minyak bumi di Indonesia. Hal yang bisa dilakukan adalah melakukan penambahan eksplorasi di dalam negeri. “Sumber minyak kita tinggal untuk 12 tahun. 12 tahun itu juga kalau kita nggak melakukan eksplorasi,” ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said saat diskusi “Mimpikah Kedaulatan Energi?”, Sabtu (1/11/2014). Meski eksplorasi menjadi solusi untuk menghindari krisis energi, dalam pelaksanaannya menurut Sudirman sulit. Pasalnya sumber minyak tempatnya bergeser ke Indonesia Timur dan itupun berada di laut dalam sampai ke paling dalam. “Eksplorasi akan sangat mahal sekali. Tidak ada sumber minyak yang mudah digali lagi,” ungkap Sudirman. Sudirman memaparkan jika memiliki cadangan minyak, pemerintah akan memberikan kepada pihak-pihak yang punya kemampuan. “Kita akan saring mereka dan jangan sampai pemain hulu jatuh pada pemburu yang mereka hanya beli lapangan kemudian berdagang saja, tidak dieksplorasi,” papar Sudirman.

Link berita: http://www.tribunnews.com/bisnis/2014/11/01/cadangan-minyak-indonesia-hanya-untuk-12-tahun-lagi

Menteri ESDM sebut kilang tua hambat kedaulatan energi 

Reporter : Idris Rusadi Putra | Sabtu, 1 November 2014 11:11

Merdeka.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)Sudirman Said mengakui fasilitas pengolahan atau kilang minyak di Indonesia sudah uzur. Ini menjadi hambatan pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan energi di Tanah Air. “Kilang Indonesia paling baru bikinan 1980, selebihnya 1960 dan 1940,” katanya dalam diskusi “Mimpikah Kedaulatan Energi?” diJakarta, Sabtu (1/11). Dia melanjutkan, kilang tua dengan spesifikasi terbatas hanya mampu menghasilkan produk Bahan Bakar Minyak (BBM) berkualitas rendah. Dengan demikian, Indonesia masih harus mengimpor BBM berkualitas tinggi. “Tangki-tangki penyimpanan kita juga hanya mampu menyimpan cadangan 18 hari dan turun terus. Kalau begitu bagaimana kita mau berdaulat energi?” ucap Sudirman. Diakuinya, pembangunan kilang baru tak mudah dan membutuhkan waktu lama. Namun, dia menegaskan bakal tetap melakukannya. “Membangun kilang baru butuh waktu 3-4 tahun. Pemain bisnis butuh kepastian. Saya yakin sekali nanti kita akan butuh dan bangun,” tegasnya. Dalam jangka pendek, lanjut Sudirman, pihaknya bakal memodernisasi kilang dan membangun tangki-tangki penyimpanan BBM. “Kilang memang butuh lama, kami bisa modernisasi dulu biar spesifikasi lebih baik. Bangun tangki penyimpanan untuk konsumsi, kalau ada kemacetan kilang kami tidak panik.” [yud] Link berita: Klik disini

5 Tahun, Subsidi BBM Habiskan Rp1.300 Triliun Padahal infrastruktur dan kesejahteraan rakyat hanya perlu Rp1.200 T. 

Sabtu, 1 November 2014 | 13:10 WIB Oleh : Alfin Tofler, Taufik Rahadian

VIVAnews – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Sudirman Said menegaskan bahwa kedaulatan energi di Negara Indonesia bukan suatu mimpi yang tidak bisa diwujudkan. Menurut dia, persoalannya hanya masalah keberanian. “Mimpikah kedaulatan energi, saya bilang nggak, ini hanya persoalan berani nggak keluar dari comfort zone karena resources kita cukup,” kata Sudirman, dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 1 November 2014. Dia menuturkan, sejumlah ekonom telah mengatakan bahwa ada banyak yang tidak mampu untuk keluar dari zona nyaman dan tidak mampu tumbuh dari middle income. Hal tersebut disebabkan karena ketidakmampuan untuk mengelola energi secara efektif. Memang betul kondisi sekarang mengalami suatu kemunduran sangat besar selama 10 tahun terakhir, tetapi sebenarnya potensi kita sangat baik,” ucap dia. Sudirman mencontohkan, salah satu yang disebut dengan zona nyaman adalah terkait subsidi yang tidak produktif. Dia menjelaskan, dalam lima tahun terakhir, Rp 1.300 triliun dihabiskan untuk subsidi. Padahal, lanjut dia, ongkos mensejahterakan rakyat dan ongkos pembangunan infrastruktur total sekitar Rp1.200 triliun. “Spending untuk subsidi melebihi apa-apa hak rakyat, ini yang harus kita digeser,” ujar dia.

Link: Klik disini

Menteri ESDM: Petral tidak Perlu Dibubarkan

Rep: C87/ Red: Julkifli Marbun

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA � Wacana pembubaran anak perusahaan Pertamina, Pertamina Energy Trading Limited (Petral) dinilai tidak perlu diburu-buru. Petral dinilai punya posisi strategis dalam mendukung kemandirian energi di Indonesia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, mengatakan persoalan Petral merupakan persoalan pemimpin. Dia meminta masyarakat tidak terburu-buru membicarakan soal pembubaran Petral. �Petral tidak harus dibubarkan, tapi kontrol sepenuhnya di tangan yang berpihak pada Negara,� kata Sudirman dalam diskusi bertema Mimpikah Kedaulatan Energi di Kafe Pisa, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/11). Menurutnya, saham di Petral 100% milik Pertamina. Jika manajemen Pertamina dan pemimpin Negara baik, Petral menjadi instrument strategis untuk mendorong kemandirian energi. Namun, Negara juga butuh instrumen di luar yang punya market internasional. Di samping itu, dia juga menampik kajian mengenai pembangunan kilang minyak yang dihubungkan dengan pembubaran Petral. Sebab, kajian pembangunan kilang sudah cukup lama, dan tinggal dilaksanakan. �Tidak ada urusan energi yang lepas dari urusan politik. Tapi kami ini sangat serius membereskan persoalan energi,� tegasnya.

Link: Klik disini

Cara Menteri Sudirman Cegah Korupsi di Kementerian ESDM Ia mengajak seluruh komponen ESDM melakukan revolusi mental.

Sabtu, 1 November 2014 | 15:48 WIB Oleh : Amal Nur Ngazis, Taufik Rahadian

VIVAnews – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Sudirman Said, akan mengajak seluruh pihak di kementerian yang dipimpinnya untuk melakukan revolusi mental. Hal tersebut diungkapkannya, sebagai salah satu hal untuk mencegah terjadinya korupsi di Kementerian ESDM. “Saya mengajak seluruh komponen di ESDM, SKK Migas, Pertamina, di seluruh perusahaan BUMN Energi, untuk melakukan revolusi mental,” kata Sudirman saat ditemui di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 1 November 2014. Menurut Sudirman, dengan revolusi mental, diharapkan perilaku semua komponen di Kementerian ESDM, fokus memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Sebagaimana diketahui, Sudirman Said merupakan Menteri ESDM pada Kabinet Kerja Pemerintahan Presiden Joko Widodo – Wakil Presiden Jusuf Kalla periode 2014-2019. Pada pemerintahan sebelumnya, Menteri ESDM, dijabat oleh Jero Wacik, terjerat kasus dugaan pemerasan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada Rabu 3 September 2014, KPK menetapkan Jero Wacik sebagai tersangka. Surat perintah penyidikan diteken pimpinan KPK satu hari sebelumnya. Dari tindak pidana pemerasan dan penyalahgunaan wewenang, dia berhasil mengantongi Rp9,9 miliar. Uang tersebut dikumpulkan sejak Jero menjabat Menteri ESDM dalam kurun waktu 2011-2012. Jero diduga ingin mendapatkan dana operasional menteri (DOM) yang lebih besar dari yang dianggarkan negara. Padahal, sesuai peraturan Kementerian Keuangan, dana operasional menteri dianggarkan Rp1,4 miliar per tahun, dengan asumsi Rp120 juta per bulannya. Untuk tujuan itu, dia meminta anak buahnya di Kementerian ESDM mengutip kickbackdari berbagai pekerjaan atau pengadaan barang dan jasa. Selain itu, Jero juga diduga mengumpulkan dana dari rekanan terkait program-program tertentu. Politisi Partai Demokrat itu juga memerintahkan anak buahnya untuk mengutipfee atas jasa konsultasi ESDM. Parahnya lagi, Jero diduga memanipulasi anggaran rapat. “Ada juga kegiatan rapat yang dianggarkan, padahal sebenarnya itu rapat fiktif,” kata Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto. Jero Wacik dijerat dengan pasal 12 huruf e atau Pasal 23 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana yang telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Tipikor Juncto pasal 421 KUHPidana. (one)

Link: Klik disini

Menteri ESDM Ajak SKK Migas dan Pertamina Lakukan Revolusi Mental Hardiat Dani Satria

01 November 2014 12:46 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengajak seluruh institusi yang berhubungan dengan Kementerian ESDM untuk melakukan revolusi mental. Sudirman berharap dengan perubahan perilaku dari seluruh direksi intitusi terkait, korupsi di tubuh Kementerian ESDM dapat dihilangkan. “Kementerian ESDM bukan memberantas korupsi,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said saat diskusi di Kafe Pisa, Jalan Gereja Theresia No 1, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/11/2014). Saat ditanya mengenai langkah untuk membersihkan tubuh ESDM dari kasus korupsi, Sudirman menjelaskan pihaknya akan melakukan revolusi mental. Terkait dengan perilaku seperti apa, Sudirman tidak menjelaskan secara detail. “Saya mengajak semua, SKK Migas, Pertamina untuk melakukan revolusi mental perubahan perilaku,” imbuh Sudirman. Sudirman bercerita, sebelum dia menjabat Menteri ESDM, dia ditugasi mengurus industri senjata. Keduanya terkait dengan permasalahan kedaulatan negara. “Sekarang energi, itu kedaulatan juga, secara mood enggak berubah. Saya harus bekerja banyak, siap dengan energi ekstra, saya tahu ini akan jadi medan bekerja keras,” tukas Sudirman. (PRI) Link: KLIK DISINI Sabtu, 01 November 2014 | 18:03 Menteri ESDM Ajak Pertamina dan SKK Migas Lakukan Revolusi Mental Menteri ESDM, Sudirman Said (BeritaSatu Photo/Emral) Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengajak seluruh institusi yang berhubungan dengan Kementerian yang dipimpinnya untuk melakukan revolusi mental. Sudirman berharap dengan perubahan perilaku dari seluruh direksi, korupsi di tubuh Kementerian ESDM dapat dihilangkan. Saya mengajak semua, SKK Migas, Pertamina untuk melakukan revolusi mental perubahan perilaku,” imbuh Sudirman saat diskusi di Pisa Cafe, Menteng, Sabtu (1/11). Namun, saat ditanyakan strategi yang dilakukan oleh revolusi mental itu, Sudirman enggan memberikan informasi yang lebih detail. Sudirman bercerita, sebelum dia menjabat Menteri ESDM, dia ditugasi mengurus industri senjata. Keduanya terkait dengan permasalahan kedaulatan negara. “Sekarang energi, itu kedaulatan juga, secara mood enggak berubah. Saya harus bekerja banyak, siap dengan energi ekstra, saya tahu ini akan jadi medan bekerja keras,” tukas Sudirman. Firman Qusnulyakin Link: Klik disini

No Comments

Leave a Reply