SEBERAPA LAMA RUPIAH MELEMAH

SEBERAPA LAMA RUPIAH MELEMAH

Pengamat sindir politikus senang Rupiah melemah

Reporter : Desi Aditia Ningrum | Sabtu, 20 Desember 2014 10:14

Merdeka.com – Pelemahan nilai tukar Rupiah beberapa hari terakhir dinilai membuat girang politikus Tanah Air. Tiga hari lalu, Rupiah melemah di mana mencapai titik Rp 13.000 per USD.

Menurut pengamat politik Nico Harjanto, melemahnya nilai tukar Rupiah ini, tidak membuat pemerintah atau anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) panik. Para politisi justru senang dengan nilai tukar Rupiah saat ini.

“Kalau kita liat demam Rupiah sekarang, pemerintah tidak panik. Politisi kita seneng dan bersyukur kok,” kata Nico, disela-sela diskusi dengan tema ‘Seberapa Lama Rupiah Melemah?’, di Gado-gado Boplo, Menteng Jakarta Pusat, Sabtu (20/12).

Menurut Nico, ketidakcemasan para politisi terhadap melemahnya nilai tukar Rupiah, karena kebanyakan transaksi keuangan mereka dalam bentuk Dolar. Dia pun mengatakan, ketika para politisi mendapat uang suap, itu pun dalam bentuk Dolar.

“Misalnya ketika dapat suap (politikus) terimanya Dolar,” tukasnya.

Sebelumnya, Pemerintahan Joko Widodo – Jusuf Kalla tetap tenang meski kondisi nilai tukar mata uang Rupiah anjlok sejak beberapa hari terakhir. Bahkan sempat hampir menyentuh level Rp 13.000 per USD.

Wakil Presiden Jusuf Kalla melihat, keterpurukan Rupiah tak perlu dikhawatirkan terlalu berlebihan. Dalam pandangan JK, keterpurukan Rupiah bakal menguntungkan Indonesia. “Ini justru peluang, bukan masalah,” papar Jusuf Kalla di Istana Negara, Jakarta.

Peluang yang dimaksud JK adalah, anjloknya Rupiah bakal membuat sektor keuangan lebih stabil.

Link berita:  KLIK DISINI 

 

Pengamat: Ironis Nilai Tukar Rupiah Tergantung Kejadian di Luar Negeri

Sabtu, 20 Desember 2014 13:02 WIB
Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Zulfikar

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -Pengamat Pasar Uang, Farial Anwar menilai ironis terhadap pelemahan rupiah yang terjadi belakangan ini. Menurutnya, rupiah yang sempat menembus angka Rp 12.900 per dolar Amerika Serikat adalah yang terburuk sejak 2008.

“Ini sangat ironis nilai tukar kita tergantung pada apa yang terjadi di luar negeri. Ini sangat memprihatinkan,” kata Farial dalam diskusi bertema “Seberapa Lama Rupiah Melemah?” di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (20/12/2014).

Farial mengaku tidak banyak berharap dengan pemerintah saat ini untuk menyelesaikan pelemahan rupiah. Menurutnya, pemerintah saat ini justru kerap mengeluarkan statement-statement yang seharusnya tidak dilontarkan.

“Karena statement pemerintah memberikan respon terhadap pergerakan pasar. Statement itu justru menambah negatif,” tuturnya.

Farial mencontohkan pernyataan pemerintah yang mengatakan cadangan devisa Indonesia tidak perlu digunakan untuk intervensi pelemahan rupiah. Menurutnya, membuat statement adalah domain dari Bank Indonesia.

“Itu fatal menurut saya. Itu tidak harus keluar statement dari pemerintah,” tandasnya.

Link berita:  KLIK DISINI 

 

Suharso Monoarfa: Semua Transaksi Keuangan Harus Gunakan Rupiah

Sabtu, 20 Desember 2014 16:07 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Suharso Monoarfamengatakan rupiah harus kuat dari pada dolar Amerika Serikat. Ia menyarankan agar seluruh transaksi yang ada di Indonesia tidak menggunakan dolar Amerika.

“Kita harus membuat rupiah menjadi raja di negeri ini. Semua transaksi-transaksi yang dimiliki oleh pemerintah mulai dari energi dan non energi basisnya harus menggunakan rupiah,” kata Suharso dalam diskusi “Seberapa Lama Rupiah Melemah?” di Jakarta, Sabtu (20/12/2014).

Menggunakan rupiah untuk semua transaksi diyakini Suharso akan membuat mata uang Indonesia itu menguat. Ia juga mencontohkan agar maskapai penerbangan Garuda Indonesia membiasakan menggunakan rupiahdalam transaksinya.

“Garuda Indonesia semua transaksinya yang memakai dolar diganti pakai rupiah. Itu revolusi mental,” tuturnya.

Seperti diketahui, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika  terus melemah. Bahkan nilai tukar rupiahterhadap dolar Amerika Mencapai Rp 12.900. Rupiah melemah hingga menyentuh 12.900 per dolar Amerika adalah yang terendah pasca krisis moneter 1998.

Link berita:  KLIK DISINI 

No Comments

Leave a Reply