SETELAH LOMPAT PAGAR ITU

SETELAH LOMPAT PAGAR ITU

Sabtu, 08/11/2014 10:51 WIB

Hasil Sidak Lompat Pagar, Menaker: Seluruh PJTKI Akan Kami Audit

Mulya Nurbilkis – detikNews

Jakarta – Cara Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri blusukan hingga melompati pagar ‎tempat penampungan TKI ilegal disoroti sebagai hal yang berlebihan. Hanif pun meminta agar hal itu tidak menjadi fokus masyarakat.

“Jangan fokus pada cara kerja saya saja karena persoalannya lebih besar,” kata Hanif ‎ dalam diskusi Perspektif Indonesia Smart FM bertema ‘Setelah Lompat Pagar’ di RM Boplo, Jalan Gereja Theresia, Jakpus, Sabtu (8/11/2014).

Menurutnya, blusukan yang dilakukan seluruh menteri sudah pasti terukur. “Blusukan setiap menteri sudah pasti akan memberi efek ke bawahnya. Tidak mungkin dia blusukan hanya sekedar jalan-jalan,” lanjut politisi PKB ini.

Menurutnya, permaslaah tenaga kerja Indonesia sangat kompleks karena itu, ia meminta kerja sama masyarakat untuk ikut melaporkan jika melihat kejanggalan tempat penampungan TKI ilegal.

Selain itu, ia berencana akan mengaudit PJTKI yang ada untuk memastikan seluruh TKI mendapatkan pelatihan dan seluruh tahapan sebelum TKI diberangkatkan.

“Kalau melakukan blusukan, saya yang penting refleksinya Yang segera akan saya lakukan yakni audit untuk PJTKI agar TKI kita memenuhi standar,” pungkasnya.

Link berita: Klik disini

 

Penjelasan Menteri Hanif Soal Aksi Lompat Pagar

Oleh : Aris Danu | Sabtu, 8 November 2014 | 14:28 WIB

INILAHCOM, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri memberi penjelasan mengenai aksi lompat pagar saat melakukan inspeksi mendadak di Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Swasta.

“Tempo hari sebenarnya terpaksa saya lompat pagar, karena saya sudah salam, sudah ketok pintunya, saya juga sampai melongok ke dalam minta tolong dan saya sudah setengah mengancam sambil saya bilang ‘kalau nggak dibukain saya akan loncat’. Dan ternyata tetap nggak dibuka,” kata Hanif Dhakiri, dalam acara diskusi Perspektif Indonesia, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/11/2014).

Menteri yang juga politisi dari PKB ini mengatakan, ketika usahanya untuk masuk ke tempat penampungan TKI tidak direspon, ia mulai curiga adanya ketidakberesan di tempat tersebut.

“Dalam pikiran saya kalau saya yang dalam posisi saya sebagai menteri untuk masuk nggak bisa, bayangkan kalau orangtua dari para calon tenaga kerja ini mau nengokin anaknya,” urainya.

Terlebih ditambahkan Hanif, tempat penampungan calon TKI itu tidak memiliki papan nama perusahaan.

“Itu nggak jelas dan nggak ada plang namanya, sebenarnya kalau menurut ketentuan setiap penampungan (calon TKI) itu harus ada namanya, misalnya PT apa, pagar juga tidak boleh ditutup jadi kelihatan ada aktivitas di dalam,” imbuhnya.

Setelah semua usaha tidak membuahkan hasil Hanif pun dengan terpaksa melompati pagar rumah tempat penampungan calon TKI.

“Oleh karena itu terpaksa lah (lompat), Tuhan yang bikin saya itu (lompat pagar). Memang Tuhan yang menunjukkan karena kok ya kebetulan ada motor diparkir di dekat pagar,” papar Hanif. [mes]

Link berita: Klik disini

 

Naik Voorijder, Menteri Hanif Dhakiri Jelaskan soal Lompat Pagar

Sabtu, 08 November 2014 16:01 WIB

JAKARTA(BangsaOnline) Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri memberi penjelasan mengenai aksi lompat pagar saat melakukan inspeksi mendadak di Perusahaan Pengerah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Swasta.

“Tempo hari sebenarnya terpaksa saya lompat pagar, karena saya sudah salam, sudah ketok pintunya, saya juga sampai melongok ke dalam minta tolong dan saya sudah setengah mengancam sambil saya bilang ‘kalau nggak dibukain saya akan loncat’. Dan ternyata tetap nggak dibuka,” kata Hanif Dhakiri, dalam acara diskusi Perspektif Indonesia, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (8/11/2014).

Sebelumnya, politikus Partai Golkar Nurul Arifin mengatakan gaya blusukan menteri di pemerintahan Presiden Joko Widodo tak mesti berkorelasi dengan produktivitas kerja. Nurul menegaskan blusukan atau turun ke bawah bisa juga dimaknai sebagai pencitraan. “Saya ingin muntah lihat pejabat yang sering blusukan,” kata Nurul di Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Sabtu, 8 November 2014.

Tanpa menyebutkan nama, bekas artis di era 1990-an ini menyebut ada seorang menteri kabinet Jokowi yang melompati pagar ke sebuah penampungan tenaga kerja Indonesia di Tebet, Jakarta Selatan. Ia menyindir Menaker Hanif Dhakiri.

Hanifyang politisi PKB ini mengatakan, ketika usahanya untuk masuk ke tempat penampungan TKI tidak direspon, ia mulai curiga adanya ketidakberesan di tempat tersebut.

“Dalam pikiran saya kalau saya yang dalam posisi saya sebagai menteri untuk masuk nggak bisa, bayangkan kalau orangtua dari para calon tenaga kerja ini mau nengokin anaknya,” urainya.

Terlebih ditambahkan Hanif, tempat penampungan calon TKI itu tidak memiliki papan nama perusahaan.

“Itu nggak jelas dan nggak ada plang namanya, sebenarnya kalau menurut ketentuan setiap penampungan (calon TKI) itu harus ada namanya, misalnya PT apa, pagar juga tidak boleh ditutup jadi kelihatan ada aktivitas di dalam,” imbuhnya.

Setelah semua usaha tidak membuahkan hasil Hanif pun dengan terpaksa melompati pagar rumah tempat penampungan calon TKI.

“Oleh karena itu terpaksa lah (lompat), Tuhan yang bikin saya itu (lompat pagar). Memang Tuhan yang menunjukkan karena kok ya kebetulan ada motor diparkir di dekat pagar,” papar Hanif.

 

Naik Voorijder

Yang menarik, Hanif Dhakiri datang ke diskusi ini naik voorijder. Ia mengaku terjebak kemacetan Ibu Kota pada Sabtu (8/11/2014) pagi. Padahal pada pukul 09.00 WIB ia sudah harus sampai kawasan Menteng, Jakarta Pusat untuk menjadi pembicara dalam diskusi yang diadakan Smart FM dan Populi Center.

Tiga puluh menit acara berjalan, Menteri Hanif belum juga menampakkan diri di restoran yang menjadi tempat diskusi tersebut. Dan pada saat waktu hampir menuju pukul 10.00 WIB akhirnya politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tiba.

Ternyata, Hanif tiba tidak menumpang kendaraan pribadinya. Ia terlihat dibonceng motor oleh voorijder yang kerap mengawalnya sehari-hari saat menjalani tugas sebagai Menteri.

Hanif yang menggunakan kemeja putih lengan panjang dan celana jins berwarna biru turut mengumbar senyum setibanya di restoran yang menyajikan makanan tradisional Indonesia itu. Kedatangan Hanif pun mengundang perhatian para tamu lain yang berada di restoran itu.

Hanif mengaku, dirinya tidak menyangka akan terjadi kemacetan yang cukup parah di perjalanan dari kediamannya menuju Menteng. Hanif mengatakan, dirinya menduga bahwa pada Sabtu ini tidak terjadi kemacetan karena bukanlah hari kerja.

“Saya tadi berangkat jam sembilan kurang seperempat (08.45 WIB). Berangkat dari Kalibata, macet,” tutur Hanif.

Karena macet itu, Hanif pun memutuskan menumpang dibonceng oleh motor polisi yang mengawalnya. “Mutusin naik motor dari Pancoran,” tandasnya.

Dalam diskusi yang dihadiri Hanif, turut menjadi pembicara Teguh Juwarno yang merupakan politikus PAN, Ikrar Nusabakti yakni pengamat dari LIPI dan Nico Harjanto pengamat dari Populi Center. Mereka berdiskusi dengan tema ‘Setelah Lompat Pagar Itu..’.

Sementara politisi Partai Amanat Nasional, Teguh Juwarno berharap agar aksi blusukan yang dilakukan oleh jajaran menteri di Kabinet Kerja tak hanya sebatas aksi seremonial semata. Aksi blusukan itu diharapkan dapat diteruskan oleh para pejabat terutama pejabat daerah.

“Memang diharapkan dengan adanya gaya blusukan ini, di tingkat daerah dapat ditiru. Jadi jangan hanya membuat laporan saja, tetapi melihat secara langsung kondisi di lapangan,” kata Teguh dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (7/11/2014).

Teguh pun mengapresiasi aksi blusukan yang dilakukan jajaran menteri yang berada di jajaran kabinet Presiden Joko Widodo. Menurut dia, apa yang mereka lakukan sesuai dengan nama kabinet mereka yakni Kabinet Kerja.

“Apa yang dilakukan para menteri ini tentu merupakan angin segar yang harus dilanjutkan. Ini memberikan sinyal positif bahwa ini adalah Kabinet Kerja,” kata dia.

Meski begitu, ia mengingatkan, bahwa aksi blusukan itu tak hanya sebatas show off. Perlu ada formulasi kebijakan yang diambil pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama paska blusukan dilakukan.

Seperti diberitakan, sejumlah menteri mulai turun ke lapangan untuk mengecek kinerja jajarannya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Mereka diantaranya Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, Menteri Perhubungan Ignatius Jonan, Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Link berita: Klik disini

 

SABTU, 08 NOVEMBER 2014 | 13:02 WIB

Menteri Hanif: Penampungan Calon TKI Mirip Tahanan

TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menyatakan seharusnya penampungan calon tenaga kerja Indonesia (TKI) menjadi balai pelatihan. “Tapi nyatanya lebih mirip detention, rumah penahanan,” ujar Hanif dalam diskusi “Perspektif Indonesia” di Jakarta, Sabtu, 8 November 2014.

Ia mengibaratkan proses rekrutmen TKI sebagai pemberian kredit motor. Para calon TKI diminta menyerahkan uang jaminan dan dijanjikan menerima pelatihan. Yang terjadi kemudian uang tersebut dibawa penyelenggara jasa ketenagakerjaan dan calon TKI tidak mendapat pelatihan. (Baca: Nurul Arifin: Muntah Lihat Menteri Jokowi Blusukan)

“Saya pernah menemukan ada yang sampai delapan bulan di penampungan,” ujar Hanif. Ia menyebut hal semacam ini tidak bisa dibiarkan. Ia ingin memastikan calon TKI mulai dari keluar tempat tinggal hingga pulang mendapat perlindungan maksimal. (Baca: Sidak Penampungan TKI, Menteri Hanif Lompat Pagar)

Kementerian Ketenagakerjaan mencatat ada 520 perusahaan jasa tenaga kerja Indonesia. Pemerintah masih menemukan masalah dalam kegiatan-kegiatan PJTKI tersebut. “Jadi, kami berencana melakukan audit terhadap Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) atau PJTKI,” kata Hanif.

Audit itu bertujuan untuk mendapat peta kapasitas dan kinerja seluruh PJTKI dalam memberi pelayanan, perlindungan, dan penempatan tenaga kerja dalam negeri. “Saya tidak akan mentolerir siapa pun yang bermain-main, baik PJTKI maupun staf di jajaran saya,” ucap Hanif.

Link berita: Klik disini

 

Dicemooh Loncat Pagar Langgar Hukum, Menaker: Silahkan Tangkap

Sabtu, 08 November 2014 | 11:47:34 WIB

KRONOSNEWS.COM – Menteri Ketenagakerjaan Muh Hanif Dhakiri mengaku bahwa aksi lompat pagar yang dilakukannya saat inspeksi mendadak (sidak) di tempat penampungan tenaga kerja Indonesia (TKI) ilegal, karena kewenangannya sebagai menteri, meski berbagai kalangan mencemoohnya dan disebut melanggar hukum.

“Ada yang komentar itu melanggar. Lah itu dibawah kewenangan saya, kalau saya melangar hukum tangkap saja,” tantang Hanif dalam diskusi Perspektif Indonesia, di kawasan Menteng, Jakarta, Sabtu (8/11/2014).

Hanif pun mengaku aksi yang dilakukannya itu dikarenakan keterpaksaan. Sebab permintaanya agar gembok pagar dibuka tak digubris oleh orang yang berada di rumah tersebut. Akhirnya ia pun kesal lalu menaiki jok motor yang sedang di parkir di depan gerbang tersebut.

“Memang hari itu terpaksa dilakukan, saya sudah salam, sudah ketok pagarnya, agar gomboknya dibuka. Tapi tidak didengar. Ada yang melihat tapi ngga dibuka juga. Jadi saya setengah mengancam kalau tidak dibukaain saya lompat pagar,” ujar dia.

Dia pun heran dengan sikap pemilik rumah itu, betapa tidak dirinya saja yang seorang menteri dilarang masuk, bagaimana dengan keluarga para TKI yang ditampung di rumah tersebut.

“Kalau saya menteri saja ngga bisa masuk. Gimana kalau keluarganya datang ngga bisa masuk. Kalau menurut ketentuan penampungan ada plangnya dan terbuka, tapi ini ngga ada,” papar dia.

Seperti diketahui, aksi loncat pagar Hanif itu terjadi di Perusahaan Pengerah TKI Swasta bernama Elkari Makmur Sentosa yang terletak di Jalan Asem Baris Raya, Gang Z, Nomor 24 Tebet, Jakarta Selatan pada Rabu 5 Nopember 2014 lalu.

Link berita: Klik disini

No Comments

Leave a Reply