Siap atau Tidak Pilkada Tetap Serentak

Siap atau Tidak Pilkada Tetap Serentak

Parpol Kurang Persiapan Hadapi Pilkada Serentak

JAKARTA – Pakar Politik Populi Center, Nico Harjanto menilai partai politik (parpol) kurang persiapan menghadapai pilkada serentak. Hal ini dapat dilihat dari minimnya calon yang mendaftar ke KPU di beberapa daerah, bahkan sebanyak 80 lebih daerah hanya memiliki dua pasang bakal calon saja. “Pilkada serentak di parpol juga tidak dipersiapkan dengan baik. Idealnya di satu daerah minimal tiga sampai empat bakal pasangan calon dari parpol ditambah perseorangan,” kata Nico dalam diskusi dengan tema Perspektif Indonesia dengan topik Siap atau Tidak Pilkada Tetap Serentak, di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta, Sabtu (1/8/2015). Nico menilai, koalisi partai di banyak daerah tidak dibangun oleh parpol akan, tetapi para calon kandidiat. Bahkan, untuk menjaring dukungan juga dilakukan oleh kandidat. “Tidak ada dirumuskan dengan baik oleh parpol bagaimana membangun koalisi. Bahkan, yang getol melakukan survei adalah kandidat. Saya lihat bukan partai yang mencari kandidat terbaik. Tapi, kandidat yang ingin survei untuk mendapatkan dukungan partai,” jelasnya. Bahkan, saat hari raya Lebaran masih ada kandidat yang melakukan survei untuk mengejar dukungan parpol dan pendaftaran ke KPU yang digelar 26-28 Juli lalu. “Itu yang membuat ribet. Bahkan, pas Lebaran masih ada survei. Di hari H ada dua bakal pasangan calon di Wonogiri yang baru mendapatkan rekomendasi,” ulas Nico. Mengomentari hal tersebut, Ketua Badan Pemenangan Pemilu PAN, Viva Yoga Mauladi, mengatakan bukan hanya kandidat yang bergerak, namun parpol juga mempersiapkan kader-kadernya untuk maju dipilkada yang akan digelar serentak. “Di parpol juga punya hitungan matematis jika kader maju apakah akan menang. Di satu sisi calon juga punya ide kreatif dalam mensurvei dirinya sendiri,” tutur Viva. (fid)

Link:  KLIK DISINI 

 

KPU Akui Persiapan Pilkada Minim

Rakhmatulloh, Sabtu,  1 Agustus 2015  −  12:33 WIB

JAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengakui waktu untuk mempersiapkan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak tidak mencukupi. Kondisi tersebut membuat persiapan pilkada kurang sempurna. Imbasnya peserta pilkada menjadi berkurang. Komisioner KPU Ida Budhiati mengatakan, minimnya persiapan terlihat dalam proses pendaftaran selama tiga hari dari tanggal 26-28 Juli. Lantaran kekurangan calon pendaftar, KPU pun akhirnya memperpanjang masa pendaftaran sampai 3 Agustus mendatang. Belum lagi, kata Ida, adanya sejumlah calon terdaftar yang dinilai kurang memenuhi persyaratan. “Ketika dilakukan verifikasi KPU dengan sangat terpaksa harus mengatakan ini belum lengkap sehingga pendaftaran tidak bisa diterima,” tutur Ida dalam diskusi bertema Siap atau Tidak Pilkada Tetap Serentak di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2015). Ida melanjutkan, idealnya penyelenggara pilkada memiliki jeda waktu untuk konsolidasi dan persiapan secara matang. Apalagi dalam siklus pemilu, kata dia, pihaknya belum lama menyelenggarakan pemilu nasional. “Idealnya kami itu harusnya dikasih jeda waktu. Ibarat mobil digunakan naik turun gunung menyusuri sungai (harus berhenti dulu),” tuturnya. Menurut dia, partai politik akan memiliki waktu untuk mempersiapkan kader-kadernya menjadi calon kepala daerah apabila ada waktu konsolidasi. “Kami pun mengusulkan waktu itu idealnya pemilu pada 2016. Penyelenggara punya waktu konsolidasi, calon dan pemilih. Tapi apa boleh buat UU mengatakan harus 2015, kami tegak lurus pada aturan hukum,” tuturnya.

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.