GERAK-GERIK POLITIK PARTAI GOLKAR

GERAK-GERIK POLITIK PARTAI GOLKAR

Rapimnas Golkar Tentukan Masa Depan Partai

Nasional

Sabtu, 03 Mei 2014 21:58 WIB

beritabatavia.com – Politisi senior partai Golkar, Zainal Bintang, menjelaskan bahwa dinamika yang terjadi dalam partainya belakangan ini adalah memajukan Priyo Budi Santoso, wakil ketua DPR RI, sebagai kader muda yang ditawarkan untuk calon partai yang akan diajak koalisi, dengan posisi wakil presiden.

Hal ini menurut Zainal, juga didukung oleh Suhardiman, tokoh Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Soksi) yang juga pendiri Golkar. ‘ Meski Priyo masih terkatung-katung statusnya dalam Pileg 2014, tapi menurut saya  masih ada peluang,’ klaim Zainal, dalam diskusi ‘ Gerak-gerik Politik Partai Golkar’ bersama Smart FM dan Populi Center di Jakarta, Sabtu (3/5).

Sebelumnya ada desakan dari dalam Golkar untuk memundurkan ketum Aburizal Bakrie, dengan alasan gagal memenuhi target presidential treshold dalam Pileg 2014. Sekaligus juga mengganjal niat ARB untuk menjadi calon presiden. ‘Namun ARB tetap bertahan dengan alasan bahwa ketum sebelumnya, Jusuf Kalla juga gagal dalam Pileg, tapi dia tetap menjadi ketua,’ jelas Zainal.

Kemungkinan lain, lanjut Zainal adalah rencana partainya untuk berkoalisi dengan Gerindra, selain dengan PDIP. ‘Tapi syaratnya ARB harus mau mengalah menjadi wakil presiden, karena elektabiltasnya dibanding Jokowi dan Prabowo kalah’

Ada juga pendapat tiga organisasi pendiri Golkar (trikarya), yaitu Soksi, Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), dan Kesatuan Organisasi Serbaguna Gotong Royong (Kosgoro) untuk memajukan kadernya, yaitu Akbar Tanjung, Priyo Budi, Luhut Panjaitan, Ginanjar Kartasasmita. Sementara Jusuf Kalla dan ARB bukan kader trikarya.

Menilik pada kemauan memajukan generasi muda, maka nama Priyo yang diusung oleh trikarya, demikian menurut Zainal.

Tapi segala macam dinamika yang ada di partai berlambang pohon beringin ini masih harus dibahas dalam Rapat Pimpinan Nasional, yang sampai sekarang belum ditentukan tanggalnya, jelas Zainal.

Limit Terakhir Bagi Kader Senior Golkar

Sementara pengamat politik DR. Ali Munhanif, pengajar UIN Syarif Hidayatulah, Tangsel, dan DR. Philip J Vermonte, peneliti CSIS, mengatakan, dinamika partai ini adalah karena para kader senior di Golkar menilai inilah saat terakhir bagi mereka untuk berkiprah di politik. ‘Karena itu mereka berusaha untuk maju sebagai wakil partai,’ jelas mereka.

Mengenai kemungkinan Golkar koalisi dengan Gerindra, Philip mengatakan bisa saja terjadi, karena ada irisan sejarah antara Prabowo dan Golkar. ‘Namun ada yang protes, karena dalam Pileg kali ini, Golkar ada diposisi diatas Gerindra, jadi tidak etis jika ARB jadi wakil Prabowo.  Jadi, semua harus dijelaskan dalam Rapimnas,’ kata Philip.

Golkar juga harus menegaskan posisinya, apakah mau tergabung dalam koalisi atau menjadi oposisi, kata Ali. ‘Selain itu lakukan regenerasi kader, untuk Pemilu 2019, jelas Ali. O brn

 Link Berita: KLIK DISINI

No Comments

Leave a Reply