JELANG DEBAT KEDUA

JELANG DEBAT KEDUA

Tim Jokowi-JK: Sebut Ekonomi Indonesia Salah Urus, Prabowo Kritik Hatta

Sabtu, 14 Juni 2014 | 13:32 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota tim sukses calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Jusuf Kalla, Hamdi Basya’i, menilai, kritik calon presiden Prabowo Subianto soal perekonomian Indonesia sebagai kritik yang ironis.

Pasalnya, manajer utama perekonomian Indonesia adalah rekan dan pendampingnya yang menjadi calon wakil presidennya, Hatta Rajasa. Ia menilai, Prabowo mengkritik pasangannya sendiri.

“Kritik itu ironis. Dia (Prabowo) bilang perekonomian salah urus. Di sampingnya persis, berdiri arsitek utama perekonomian nasional sebagai Menteri Koordinator Perekonomian. Jadi sebenarnya Prabowo mengkritik running mate-nya sendiri, rekan kontesnya sendiri,” kata Hamid pada dikusi bertema “Jelang Debat Kedua”, di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (14/6/2014).

Ia mengatakan, kritik Prabowo terhadap perekonomian Indonesia bukan hanya disampaikan saat debat pertama capres, Senin (9/6/2014). Penilaian itu, katanya, sering disampaikan mantan Komandan Jenderal Kopassus itu dalam kampanyenya.

Hamid mengatakan, pernyataan Prabowo soal perekonomian yang kontradiktif pun bukan hanya itu. Prabowo juga kerap mengkritik pemerintah yang membiarkan sumber daya negara dikuasai negara asing. Namun, di sisi lain, Prabowo sering memuji pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang berjasa dalam pertumbuhan ekonomi.

“Padahal 10 tahun ini SBY yang mengatur penyedotan sumber daya ke luar negeri. Saya lihat ada kontradiksi semacam itu, yang mungkin sulit dihindarkan,” kata politikus Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan ini.

KLIK DISINI

 Nurul Arifin: Semakin Banyak Dikeroyok, Prabowo Semakin Didukung

Sabtu, 14 Juni 2014 | 12:38 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota tim kampanye calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Nurul Arifin, menyatakan tidak keberatan terhadap upaya banyak pihak yang menyerang kubunya. Menurut dia, serangan itu justru akan menuai dukungan pada pemungutan suara pada Juli 2014 nanti.

“Saya persilakan Anda semua untuk mengeroyok atau menyebar kampanye hitam karena kami justru diuntungkan dengan memetik dukungan,” kata Nurul pada dikusi “Jelang Debat Kedua” di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (14/6/2014).

Nurul menyatakan, sering kali dalam forum diskusi yang dihadirinya, dia dikelilingi banyak tokoh yang membenci Prabowo. Nurul menuturkan, pihaknya tidak menuntut rasa kasihan publik.

Menurut dia, hal itu merupakan tantangan bagi kubu Prabowo-Hatta untuk menghadapi kebencian itu. “Saya rasa, dalam kultur masyarakat Indonesia, semakin kita dizalimi, semakin kita diberi banyak black campaign, maka semakin banyak pendukung kita,” kata anggota Komisi II DPR tersebut.

Dia menuturkan, kebencian beberapa pihak pada Prabowo bahkan berimbas kebencian pada dirinya sebagai pendukung. Bahkan dalam kesehariannya pun, akunya, Nurul kerap mendapat banyak intimidasi karena mendukung Prabowo. Intimidasi itu, kata dia, bukan hanya didapat dari lawan politiknya, melainkan juga dari kawannya.

Link berita:

KLIK DISINI

No Comments

Leave a Reply