December 2020

Pemanfaatan Newsgame Sebagai Bentuk Media Baru

SHARE

Nona Evita Widjanarko |

Pengajar pada Univeristas Multimedia Nusantara
journal of AJ & Media Studies
Judul Artikel: “Journalism Meets Games: Newsgames as a New Digital Genre Theory, Boundaries, Utilization.”
Penulis: Klaus Meier.
Penerbit: Intellect Ltd
Tahun Terbit: 2018
Jumlah halaman: 16

Skor : 4/5




Artikel yang berjudul Journalism Meets Games: Newsgames as a New Digital Genre. Theory, Boudaries, Utilization yang ditulis oleh Klaus Meier membahas tentang bagaimana produser berita menciptakan kembali antusiasme di antara masyarakat umum akan konten jurnalistik lewat suatu bentuk jurnalisme baru yaitu newsgame. Konten jurnalistik secara spesifik yang dimaksud adalah topik penting namun tidak terlalu menjadi sorotan khalayak, seperti topik politik. Bogost, Ferrari, dan Schweizer (2010) menjelaskan bahwa tidak seperti media massa pada umumnya, game menampilkan teks, gambar, dan suara yang dapat menghadirkan keadaan dengan menggunakan model yang didesain sedemikian rupa sehingga khalayak dapat berinteraksi secara langsung. Newsgame memberikan pengalaman berbeda dibanding dengan media lainnya. Dalam tulisannya, Klaus menceritakan pengalaman newsgame berjudul Shitstorm Fighter yang dipublikasikan oleh The Bavarian public broadcasting service (BR), salah satu media terbesar di Jerman. Read More…

Membaca Masyarakat Indonesia

SHARE

Rafif Pamenang Imawan |

Peneliti Populi Center

201126 Rana Pustaka - Membaca Masyarakat Indonesia



Judul Buku : Sistem Sosial Indonesia
Penulis : Nasikun
Penerbit : Rajawali Press
Tahun Terbit : 2016
Jumlah Halaman : 108 hlm.
Rate : 4.0/5.0

Rate : 4,0/5



Buku Sistem Sosial Indonesia tidaklah asing bagi mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) apa pun universitasnya. Buku ini terbit pertama kalinya tahun 1984, namun dengan kelebihannya dalam menjelaskan persoalan sistem sosial, buku ini masih menjadi rujukan bagi mahasiswa semester pertama di Fisipol. Buku ini sangat tipis, hanya terdiri dari 108 halaman (versi tahun 2016), serta hanya terdiri dari 5 bab. Pertanyaan utama, mengapa buku tipis ini masih menjadi rujukan, meski persoalan politik kontemporer telah banyak diperbincangkan dari berbagai paradigma, mulai dari Marxisme, Neo-Marxisme, Feminisme, Institusionalisme, New-Institusionalisme, dan banyak lagi. Dugaan saya sangat sederhana, belum ada karya lain yang menjelaskan secara ringkas terkait topik bahasan sistem sosial Indonesia. Dugaan saya yang kedua ada pada telah usangnya bahasan terkait dengan sistem sosial Indonesia, terlebih pendekatan struktural fungsional yang menjadi pendekatan utama dalam buku ini telah lama ditinggalkan atau mengalami pengembangan.Read More…

Melawan Stigmatisasi Feminisme

SHARE

Rafif Pamenang Imawan |

Peneliti Populi Center


201126 Rana Pustaka - Melawan Stigmatisasi Feminisme



Judul Buku : Feminisme Untuk Semua Orang
Penulis : Bell Hooks
Penerjemah : Pramesti Wijaya
Penerbit : Odise Publishing
Tahun Terbit : 2020
Jumlah Halaman : 160 hlm.

Rate : 3,5/5



Seksisme, atau dalam bahasa lain dipahami sebagai diskriminasi atas seseorang berdasarkan seks/jenis kelamin atau gendernya, merupakan konsep utama dalam bahasan terkait feminisme. Singkatnya, feminisme merupakan perlawanan terhadap seksisme. Sebelum membahas lebih jauh terkait feminisme, barangkali perlu dijelaskan di awal bahwa gender dan jenis kelamin merupakan dua hal yang berbeda. Gender mengacu pada karakteristik pria atau wanita yang terbentuk oleh masyarakat atau konteks sosial budaya, sedangkan seks/jenis kelamin merupakan perbedaan biologis antara pria dan wanita. Dalam pengertian ini, gender dapat dipertukarkan bahwa seorang wanita dapat bersifat maskulin, pun dengan seorang pria yang dapat bersifat feminin (Sehatq, 2019).

Kembali kepada bahasan, feminisme merupakan paham yang menentang keras seksisme. Dalam cara pandang ini, terdapat banyak diskriminasi yang dialami terutama merupakan diskriminasi kaum pria terhadap wanita dalam tatanan maupun interaksi sosial. Prinsip utama para feminis (seseorang yang menganut paham feminisme) ada pada dunia yang dikuasai oleh sistem patriarki (seksisme yang dilembagakan). Sistem ini diyakini tidak hanya memenjara kaum wanita, tetapi juga memenjara kaum pria.Read More…

Oase Pertempuran Sehari-hari

SHARE

Rafif Pamenang Imawan |

Peneliti Populi Center



201126 Rana Pustaka - Oase Pertempuran Sehari-hari


Album: Mantra, Mantra
Penulis: Kunto Aji
Label: Juni Records
Genre: Pop
Tahun: 2018

Rate : 4,5/5



Saling membandingkan diri, hujatan, cyber bullying, patah hati, menghadapi stres di jalanan, tekanan pekerjaan, seluruh persoalan-persoalan yang menyangkut kesehatan mental, dituangkan oleh Kunto Aji dalam album Mantra Mantra. Sebelum membahas lebih jauh terkait dengan album ini, saya perlu kemukakan di awal bahwa saya bukanlah ahli dalam bidang kajian budaya maupun music. Posisi saya dalam tulisan ini sebagai penikmat musik. Ini merupakan tulisan pertama saya terkait sebuah album musik.

Mengapa album Kunto Aji ini yang saya pilih. Singkatnya, album ini istimewa karena mengangkat isu kesehatan mental. Dalam proses pembuatan album ini, Kunto Aji bahkan bertemu dengan empat psikolog guna mendalami persoalan-persoalan kesehatan mental. Dari riset yang dia lakukan, frekuensi suara pada 396 Hz dinilai sebagai frekuensi yang dapat menghilangkan pikiran negatif. Oleh karenanya dalam salah satu bagian di lagu Rehat terdapat beberapa bagian yang diatur dalam frekuensi tersebut (CNN Indonesia, 23/09/2020). Read More…