January 2021

Refleksi Pemilu Indonesia Lewat Film Please Vote for Me

SHARE

Darin Atiandina |

Peneliti Populi Center

Cover Please Vote For Me



Judul : Please Vote For Me
Genre : Dokurama/Politik
Sutradara : Weijun Chen
Tahun Rilis : 2007
Durasi : 58 Menit

Skor : 4/5




“Apa yang dimaksud dengan demokrasi?” tanya Cheng Cheng, seorang siswa kelas tiga sekolah dasar di Wuhan, Cina kepada ayahnya. Di negara yang sejak tahun 1949 rezim pemerintahannya telah dipimpin oleh oleh Partai Komunis Cina (PKC) itu, konsep demokrasi tentunya masih terdengar asing. Tidak hanya bagi anak-anak yang masih polos, belum memiliki pengalaman sama sekali dengan demokrasi, atau pemilihan umum langsung, orang dewasa di sana pun masih merasa jauh dengan apa yang disebut oleh Presiden ke 16 Amerika Serikat, Abraham Lincoln, sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untk rakyat tersebut.

Cheng Cheng pertama kali mendengar kata demokrasi dari gurunya, Ms. Zhang, “Berbeda dengan yang sebelumnya, kita akan menggelar pemilihan yang demokratis untuk ketua kelas.” Anak-anak yang baru pertama kali mendengar kata yang berasal dari kata demos (rakyat) dan kratos (kekuasaan atau pemerintahan) itu pun hanya bisa mengangkat alis serta mengerutkan dahi kebingungan. Sudah menjadi semacam tradisi di tempat Cheng Cheng bersekolah untuk ketua kelas ditunjuk langsung oleh sang guru. Tapi, kini Ms. Zhang menginginkan sesuatu yang berbeda, yakni, ketua kelas bisa dipilih oleh masing-masing anggota kelas lewat pemilihan umum. Siapa yang dipilih paling banyak, maka dia yang akan menjadi ketua kelas. Tujuan dari kegiatan ini tidak lain adalah untuk memperkenalkan konsep demokrasi kepada murid-murid sekolah dasar.Read More…

Kumpulan Cerpen yang Menolak Sama

SHARE

Erwinton Simatupang |

Peneliti Populi Center

Bakat Menggonggong

Judul Buku: Bakat Menggonggong
Penulis: Dea Anugrah
Penerbit: Buku Mojok
Tahun Terbit: 2016

Skor : 3/5




Tanpa basa basi: apa menariknya cerpen itu? Kurang lebih pertanyaan tersebut yang saya ajukan kepada orang-orang di sejumlah grup WhatsApp. Bahkan, beberapa orang sengaja saya japri. Tentu saja, saya tidak lupa melampirkan cerpen yang berjudul Kemurkaan Pemuda E itu kepada mereka semua.
Inilah sejumlah jawaban dari mereka:

"Mungkin beberapa detail kecil kaya simbol2 rahasia yg unik yg dimiliki E yg mau ditonjolkan?"

"... aku ga paham penulisnya nulis apa. Mulai dari kucing bawa muntahan, saringan acara, sampai tulisan 600 kata."

"Aku kok gagal paham sama cerpennya ya..."Read More…