Nona Evita Widjanarko

Pemanfaatan Newsgame Sebagai Bentuk Media Baru

SHARE

Nona Evita Widjanarko |

Pengajar pada Univeristas Multimedia Nusantara
journal of AJ & Media Studies
Judul Artikel: “Journalism Meets Games: Newsgames as a New Digital Genre Theory, Boundaries, Utilization.”
Penulis: Klaus Meier.
Penerbit: Intellect Ltd
Tahun Terbit: 2018
Jumlah halaman: 16

Skor : 4/5




Artikel yang berjudul Journalism Meets Games: Newsgames as a New Digital Genre. Theory, Boudaries, Utilization yang ditulis oleh Klaus Meier membahas tentang bagaimana produser berita menciptakan kembali antusiasme di antara masyarakat umum akan konten jurnalistik lewat suatu bentuk jurnalisme baru yaitu newsgame. Konten jurnalistik secara spesifik yang dimaksud adalah topik penting namun tidak terlalu menjadi sorotan khalayak, seperti topik politik. Bogost, Ferrari, dan Schweizer (2010) menjelaskan bahwa tidak seperti media massa pada umumnya, game menampilkan teks, gambar, dan suara yang dapat menghadirkan keadaan dengan menggunakan model yang didesain sedemikian rupa sehingga khalayak dapat berinteraksi secara langsung. Newsgame memberikan pengalaman berbeda dibanding dengan media lainnya. Dalam tulisannya, Klaus menceritakan pengalaman newsgame berjudul Shitstorm Fighter yang dipublikasikan oleh The Bavarian public broadcasting service (BR), salah satu media terbesar di Jerman. Read More…

Article Review:
Bahasan Teknis Implementasi Smart City di London

SHARE


Nona Evita Widjanarko |

Pengajar pada Univeristas Multimedia Nusantara

smart_city

Judul Artikel: Smart, Smarter, Smartest: Redefining Our Cities
Penulis: Claire Thorne dan Catherine Griffiths
Penerbit: Springer
Tahun Terbit: 2014
Jumlah halaman: 11

Skor : 4/5




Artikel yang berjudul Smart, Smarter, Smartest: Redefining Our Cities yang ditulis oleh Claire Thorne dan Catherine Griffiths membahas tentang upaya pemerintah Inggris yang seperti banyak pemerintah lainnya yang menempatkan implementasi sistem Kota Cerdas menjadi agenda prioritas. Artikel ini menjelaskan komponen-komponen yang dapat menjadikan suatu kota menjadi kota pintar dan memeriksa kebutuhan yang muncul untuk menciptakan kota London yang cerdas. “Kecerdasan” mungkin tidak sepenuhnya berasal dari solusi teknologi, tetapi dari mekanisme yang digunakan untuk melibatkan dan memberikan jenis kota baru.

Claire Thorne dan Catherine Griffiths membagi tulisan ini menjadi 7 bagian. Bagian pertama berisi paparan soal sejarah revolusi industri dari masa ke masa yang pada akhirnya membawa sampai ke titik di mana dunia dihadapkan pada big data dan open data yang mendorong adanya inovasi agar dapat memanfaatkan data tersebut. Teknologi yang membuat, mengumpulkan, mengelola data, dan memungkinkan untuk mengekstraksi nilai dari data, semuanya sedang dikembangkan dan diadopsi dengan cepat. Dari pengembangRead More…

Film Review:
Potret Sisi Lain Pilpres 2014


Nona Evita Widjanarko |

Peneliti Populi Center

yang ketujuh

Judul Film: Yang Ketu7uh
Genre: Dokumenter
Sutradara: Dhandy Dwi Laksono
Ko-sutradara: Hellena Y. Suisa
Produksi: Watchdoc
Tahun Rilis: 2014
Durasi: 1 jam 15 menit

Skor: 4/5


Awal saya melihat judul film dokumenter ini, saya berpikir kalau film ini akan membahas soal kontroversi Pemilihan Presiden tahun 2014. Dari judul film, terlihat jelas bahwa di tahun tersebut, Indonesia memang sedang menanti Presiden yang ketujuh. Masih hangat di benak masyarakat Indonesia soal perbedaan hasil hitung cepat antara pasangan calon Presiden nomor urut 1 (Prabowo Subianto-Hatta Rajasa) dan pasangan calon Presiden nomor urut 2 (Joko Widodo-Jusuf Kalla). Media sukses membelah suara masyarakat. Terbukti sampai sekarang masih saja ada sebutan Kampret dan Cebong untuk pendukung Prabowo Subianto dan Joko Widodo. Padahal sudah hampir 6 (enam) tahun lamanya Pemilihan 2014 berlangsung, bahkan sudah ada Pemilihan Presiden terbaru yaitu tahun 2019. Namun tetap saja, sebutan ini masih terus ada.
Read More…