RILIS MEDIA – “PETA DUKUNGAN PILGUB JAWA BARAT 2018”

2018-05-11T09:31:11+00:00
Rilis Survei
Nona Evita
Nona Evita
May 11, 2018

RILIS MEDIA – SURVEI PROVINSI JAWA BARAT

“PETA DUKUNGAN PILGUB JAWA BARAT 2018” – 11 MEI 2018

Populi Center, lembaga non-profit yang mendalami masalah opini dan kebijakan publik, menyelenggarakan survei di Provinsi Jawa Barat mulai tanggal 22 April hingga 30 April 2018 di 80 desa/kelurahan. Pemilihan lokasi survei di provinsi Jawa Barat didasarkan pada dua alasan. Pertama, provinsi Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia. Dengan proporsi penduduk yang besar, provinsi Jawa Barat menjadi daerah yang menarik untuk dikaji kontestasi politiknya (pilkada). Kedua, perlu diadakan survei untuk melihat hasil debat sebelumnya terhadap popularitas, akseptabilitas, dan elektabiltias pasangan calon yang berkontestasi dalam Pilgub Provinsi Jawa Barat. Evaluasi ini menjadi penting untuk melihat penilaian masyarakat terhadap kiprah pasangan calon dalam menghadapi debat kandidat selanjutnya di hari minggu, 13 mei 2018.

Metode pengambilan data dalam survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan 800 responden yang dipilih menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling), besaran margin of error +/- 3,39% dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil survei menunjukkan beberapa temuan penting. Pertama, untuk kategori tingkat popularitas, terdapat 5 (lima) tokoh dengan popularitas tertinggi yang meliputi Deddy Mizwar (97.1 persen), Ridwan Kamil (82.5 persen), Dedi Mulyadi (61.8 persen), Uu Ruzhanul Ulum (43 persen), dan Ahmad Syaikhu (38.1 persen). Hasil ini menarik mengingat hanya ada 2 (dua) tokoh calon Gubernur dari 5 (lima) tokoh yang popular. Kedua calon Gubernur tersebut adalah Deddy Mizwar dan Ridwan Kamil, sedangkan tokoh popular lainnya adalah calon wakil Gubernur dalam urutan 5 teratas.

Kedua, ketika masyarakat diberi pertanyaan terbuka mengenai apa yang diingat terhadap tokoh. Saat mendengar nama Ridwan Kamil, 3 hal paling diingat masyarakat adalah Walikota Bandung (51.5 persen), Tegas (3 persen), dan Calon Gubernur (2.6 persen). Sedangkan ketika pertanyaan yang sama diajukan dengan tokoh Deddy Mizwar, maka 3 hal yang paling diingat adalah Artis/Bintang Iklan (50.9 persen), Wakil Gubernur (27.3 persen), dan Humoris (1.8 persen). Hasil yang menarik dari kategori pertanyaan terbuka ini adalah temuan bahwa masyarakat lebih mengasosiasikan beberapa atribut kepemimpinan dan jabatan publik kepada Ridwan Kamil, sedangkan atribut popularitas sebagai artis dan sikap humoris lebih melekat ke Deddy Mizwar.

Ketiga, dari segi akseptabilitas untuk kategori tokoh yang paling bersih dari korupsi, Ridwan Kamil (28.5 persen) bersaing cukup ketat dengan Deddy Mizwar (26.9 persen). Untuk kategori paling berani memberantas korupsi, Ridwan Kamil (30.4 persen) unggul dari Deddy Mizwar (20 persen). Untuk kategori paling mampu memimpin, Ridwan Kamil mendapatkan persentase sebesar 38.4 persen dan Deddy Mizwar sebesar 34.8 persen. Pada kategori paling tegas, Ridwan Kamil mendapatkan persentase sebesar 34.1 persen dan Deddy Mizwar sebesar 21 persen. Keunggulan sosok Ridwan Kamil di beberapa aspek akseptabilitas tersebut, menunjukkan bahwa Ridwan Kamil lebih dominan dalam hal atribut kepemimpinan dibanding Cagub Jawa Barat lainnya. Sementara itu, Deddy Mizwar sebagai penantang terkuat Ridwan Kamil kuat diasosiasikan sebagai Cagub paling religius dengan persentase 31.5 persen, dibanding Ridwan Kamil dengan 19.9 persen.

Keempat, ketika masyarakat diberi pilihan 4 pasangan calon, pasangan RINDU (Ridwan Kamil-UU Ruzhanul Ulum) berada di posisi pertama dengan elektabilitas sebesar 41.8 persen, disusul oleh pasangan 2DM (Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi) di posisi kedua dengan persentase 38.6 persen. Adapun dua pasang lainnya, elektabilitasnya berada di bawah 10 persen yakni pasangan ASYIK (Sudrajat-Ahmad Syaikhu) dengan persentase 6.4 persen dan HASANAH (T.B. Hasanudin-Anton Charliyan) dengan persentase 5.3 persen.

Kelima, tingginya ketokohan Cagub dibanding Cawagub dari segi popularitas, menunjukkan bahwa sosok Cagub lebih menjadi pertimbangan masyarakat dalam memilihdibanding sosok Cawagub. Temuan ini terkonfirmasi dari data survei yang menunjukkan jika masyarakat memilih paslon pilihannya disebabkan sosok calon Gubernurnya dengan persentase 51.3 persen, sedangkan bagi yang memilih karena sosok keduanya memperoleh persentase sebesar 34.3 persen, dan hanya sebesar 6.1 persen pemilih yang memilih karena sosok calon Wakil Gubernurnya.

Keenam, adapun 3 (tiga) kriteria utama yang diinginkan masyarakat terhadap Gubernur Jawa Barat periode selanjutnya yaitu berpengalaman memimpin di pemerintah (44.5 persen), merakyat (16.9 persen), dan taat beribadah/beragama (16.3 persen). Hal ini menunjukan bahwa kapasitas kepemimpinan dalam pemerintahan menjadi kriteria utama masyarakat dalam memilih Gubernur- Wakil Gubernur Jawa Barat 2018-2023.

Ketujuh, untuk evaluasi debat kandidat 12 Maret 2018 lalu, 63.4 persen masyarakat Jawa Barat tidak menyaksikan debat kandidat, sementara yang ikut menyaksikan sebanyak 24.9 persen. Angka ini menjadi pekerjaan rumah penyelenggara debat untuk lebih mensosialisasikan debat. Adapun sebesar 38.9 persen masyarakat mengaku bahwa debat bermanfaat untuk mengetahui visi misi dan program kerja dari para paslon. Hasil dari debat yang lalu (12 Maret 2018), pasangan RINDU mendominasi kriteria penilaian debat seperti pasangan yang paling memahami permasalahan di Jawa Barat (12.3 persen), yang paling jelas program dan solusinya (12.9 persen), yang paling mampu menjelaskan visi dan misinya (13.9 persen), penampilan yang paling menarik (14.4 persen), dan unggul pada debat 12 Maret lalu (14 persen).

Contact Person:

Rafif Pamenang Imawan/ Peneliti Populi Center (021-22123150)

Rilis selengkapnya bisa di download disini