RILIS MEDIA: “PETA DUKUNGAN PILGUB SUMATERA SELATAN 2018” 9 JUNI

2018-06-10T07:43:10+00:00
Rilis Survei
Nona Evita
Nona Evita
June 10, 2018

RILIS MEDIA – SURVEI PROVINSI SUMATERA SELATAN
“PETA DUKUNGAN PILGUB SUMATERA SELATAN 2018”- 9 JUNI 2018

Populi Center, lembaga non-profit yang mendalami masalah opini dan kebijakan publik menyelenggarakan survei di Provinsi Sumatera Selatan mulai tanggal 15 hingga 21 Mei 2018 di 80 (delapan puluh) desa/kelurahan yang tersebar secara proporsional di seluruh Kabupaten/Kota di
Provinsi Sumatera Selatan. Tujuan pelaksanaan survei ini adalah untuk melihat tingkat popularitas, akseptabiitas, dan elektabilitas dari para pasangan calon yang akan berkontestasi pada pemilihan kepala daerah yang akan diselenggarakan pada tanggal 27 Juni 2018.

Survei dilakukan melalui metode wawancara tatap muka dengan besaran sampel 800 (delapan ratus) responden yang dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling). Adapun Margin of error pada survei kali ini sebesar 3,39% dengan tingkat kepercayaan 95%. Provinsi Sumatera Selatan dipilih sebagai lokasi survei karena provinsi ini merupakan salah satu lokasi padat penduduk di Sumatera. Di samping itu, Kota Palembang adalah salah satu lokasi dilangsungkannya perhelatan ASIAN GAMES 2018, dan pemilihan Gubernur Sumatera Selatan pada bulan Juni 2018. Dua peristiwa tersebut tentu saja mendorong semakin besarnya perhatian masyarakat Indonesia kepada dinamik sosial dan politik
yang terjadi di Provinsi Sumatera Selatan. Hasil temuan dari survei ini antara lain adalah pertama, nama Herman Heru menjadi tokoh dengan tingkat popularitas tertinggi jika dibandingkan dengan tokoh lain yang berpartisipasi pada pemilihan Gubernur nanti. Hasil survei menunjukan bahwa Herman Deru unggul dengan 90,5%, disusul oleh calon Gubernur pesaingnya Dodi Reza Alex dengan 79,8%. Di urutan ketiga, terdapat nama Ishak Mekki dengan 76,4%, disusul di urutan keempat oleh Mawardi Yahya (Wakil dari Herman Deru) dengan 39,9%.

Kedua, nama Herman Deru mendominasi pada tingkat akseptabilitas dari semua kategori. Disusul secara konsisten di urutan kedua dan ketiga oleh Dodi Reza Alex dan Ishak Mekki, sedangkan urutan keempat dan kelima diduduki oleh dua nama yakni Saifudin Aswari dan Mawardi Yahya yang saling bertukar dalam beberapa kategori. Kategori akseptabilitas tersebut antara lain kategori calon yang dianggap bersih dari korupsi, paling berani memberantas korupsi, paling mampu memimpin, paling religius/taat beragama, paling tegas, paling disukai, dan calon yang paling layak memimpin. Kategori yang menarik adalah pada tokoh yang paling bersih dari korupsi. Pada survei bulan Maret 2018 nama Dodi Reza Alex menempati urutan pertama, namun pada survei bulan Mei 2018 peringkat tersebut diambil alih Herman Deru dengan 24% atau meningkat dari 20,1%, sedangkan Dodi Reza memperoleh 18,1% atau menurun dari 20,6%. Pada urutan ketiga dan keempat nama Ishak Mekki mendapat 10,5% dan Saifudin Aswar Rivai mendapat 2,0%. Hal yang sama juga terlihat pada kategori tokoh yang dinilai paling berani memberantas korupsi.

Ketiga, dari sisi elektabilitas pasangan calon, nama pasangan calon Herman Deru-Mawardi Yahya berada pada urutan teratas dengan 40,8%. Disusul di posisi kedua oleh pasangan calon Dodi Reza Alex – Giri Ramanda Kiemas dengan 30,3%. Di urutan ketiga diperoleh pasangan calon Ishak Mekki-Yudha Pratomo dnegan 13.1% dan di peringkat keempat oleh pasangan calon Saifudin Aswari Rivai-Muhammad Irwansyah dengan 4,3%. Sementara itu masyarakat yang menjawab tidak tahu sebesar 11.6%. Urutan tingkat elektabilitas ini sama dengan dua survei sebelumnya pada bulan Maret 2018 dan Januari 2018. Meski demikian terdapat hal yang menarik, yakni selisih tingkat dukungan menjelang pemilihan antara pasangan Herman Deru-Mawardi Yahya yang berada di peringkat pertama dengan pasangan Dodi Reza Alex-Giri Ramanda Kiemas di posisi kedua yang telah menyentuh dua digit angka dengan selisih 10,5%.

Kempat, terkait tingkat kemantapan pilihan, untuk kategori jawaban sudah mantap dengan pilihannya, terjadi peningkatan persentase dari survei sebelumnya; dari 57,8% pada bulan Maret menjadi 67,5% di bulan Mei 2018, Sedangkan pemilih yang menjawab masih mungkin akan merubah
pilihannya dalam pemilu sebesar 22,0%, sedangkan sebesar 10,5% belum menentukan pilihannya. Untuk kategori masih mungkin berubah pilihannya dan belum menentukan pilihan, persentase keduanya mengalami penurunan dibandingkan survei sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa para pemilih di Sumatera Selatan sudah semakin memiliki preferensi terhadap tokoh yang akan dipilih dalam pemilihan Gubernur Sumatera Selatan mendatang.

Kelima, dilihat dari pemilih yang masih mungkin merubah pilihannya, saat diberikan pertanyaan terkait dengan pilihan alternatifnya selain pilihan pertama, hasil survei menunjukkan bahwa nama pasangan calon Herman Deru-Mawardi Yahya menjadi pasangan alternatif yang akan dipilih dengan 13,8%. Sementara itu pasangan calon Dodi Reza Alex-Giri Ramanda Kiemas dipilih dengan persentase sebesar 13,5%. Disusul pasangan calon Ishak mekki-Yudha Pratomo sebesar 6,6%, dan pasangan calon Saifudin Aswari Rivai-Muhammad Irwansyah dengan 4,1%. Untuk pertanyaan kategori ini, sebesar 62,1% masyarakat tidak menjawab atau tidak tahu pilihan alternatifnya. Menariknya hasil urutan pasangan calon yang unggul dalam pertanyaan ini, sama dengan dengan urutan pasangan calon pada kategori pertanyaan tingkat elektabiltas empat pasangan calon.

Keenam, tingkat partisipasi pemilih terlihat sangat tinggi terhadap pemilihan Gubernur Sumatera Selatan pada bulan Juni 2018. Terlihat dari 99,6% masyarakat Sumatera Selatan yang ingin ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi tersebut, sedangkan masyarakat yang masih ragu-ragu untuk berpartisipasi sebesar 0,3% dan masyarakat yang tidak menjawab sebesar 0,1%. Terdapat hal yang menarik pada survei kali ini, yakni ketika melihat kategori pemilih yang masih mungkin berubah pilihannya, dari 22,0% pemilih pada kategori tersebut, sebesar 62.1% dari 22,0% masih belum bisa menentukan pilihan pasangan calon alternatifnya. Dengan kata lain, sebesar 13.6% dari 22,0% pemilih yang masih mungkin berubah pilihannya, masih berpeluang diperebutkan suaranya mengingat pemilih ini belum menentukan calon pasangan alternatifnya, sedangkan sisanya 8,4% dari 22,0% telah menentukan pasangan calon alternatifnya. Hal ini menarik mengingat masih ada banyak pemilih yang masih dapat diperebutkan suaranya, mengingat di sisi lain keinginan pemilih untuk turut serta memilih pada Pemilihan Gubernur mendatang (27 Juni 2018) sangat tinggi.

Ketujuh, pada kategori elektabilitas partai politik apabila pemilihan legislatif dilaksanakan hari ini, PDIP menjadi partai yang memiliki tingkat keterpilihan tertinggi dengan 20,9%, disusul partai Golkar dengan 14.6% di urutan kedua dan partai Gerindra dengan 14,0% di urutan ketiga. PDIP menjadi partai secara stabil dan konsisten berada di peringkat teratas, meski peringkat teratas di bulan September 2017 pernah diduduki oleh Partai Golkar dengan 22,1%.

Hartanto Rosojati/ Peneliti Populi Center (021-22123150)

Rilis selengkapnya disini