RILIS MEDIA – SURVEI PROVINSI SULAWESI SELATAN “PETA ELEKTABILITAS KANDIDAT DI PILGUB SULAWESI SELATAN” 1 FEBRUARI 2018

2018-02-09T07:32:20+00:00
Rilis Survei
Nona Evita
Nona Evita
February 1, 2018

Populi Center, lembaga non-profit yang mendalami masalah opini dan kebijakan publik, menyelenggarakan survei di Provinsi Sulawesi Selatan dalam periode waktu 15 Januari hingga 22 Januari 2018 di 80 desa/ kelurahan. Sulawesi Selatan menjadi provinsi yang menarik untuk dikaji karena Sulawesi Selatan dikenal sebagai daerah yang bertahun-tahun dikuasai oleh dinasti politik. Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) memasukkan provinsi Sulawesi Selatan sebagai daerah dengan tingkat kerawanan sedang cenderung tinggi pada dimensi penyelenggaraan Pilkada. Populi Center ingin melihat bagaimana peluang masing-masing pasangan calon yang diusung parpol maupun yang independen tapi lekat dengan dinasti politik di Sulawesi Selatan?

Survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan 800 responden yang dipilih dengan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error +/- 3,39% dan tingkat kepercayaan 95%. Provinsi Sulawesi Selatan menjadi daya tarik tersendiri mengingat Sulawesi Selatan merupakan provinsi paling berpengaruh secara ekonomi dan politik di Indonesia bagian Timur.

Dari sisi popularitas 8 tokoh, Ichsan Yasin Limpo berada di posisi pertama dengan persentase 75,9 persen, Agus Arifin Nu’mang di posisi kedua (72 persen), Nurdin Halid di posisi ketiga (68,9 persen), Nurdin Abdullah di posisi keempat (67,1 persen), dan Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar di posisi kelima (61,8 persen).

Dari segi akseptabilitas, nama Nurdin Abdullah menjadi tokoh yang paling banyak dipilih di hampir semua kategori, mulai dari yang paling bersih dan paling berani memberantas korupsi, paling tegas, paling disukai, dan paling mampu dan layak memimpin Sulawesi Selatan. Sementara Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar menempati posisi pertama untuk tokoh yang paling religius.

Dari sisi elektabilitas berpasangan, pasangan Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman menduduki peringkat pertama sebagai pasangan yang akan dipilih untuk menjadi Gubernur/Wakil Gubernur Sulawesi Selatan periode 2018-2023 dengan persentase 32 persen. Persentase ini cukup jauh jaraknya dengan pasangan Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar yang memperoleh perolehan suara 20,3 persen di posisi kedua. Sementara itu diperingkat ketiga ialah pasangan Nurdin Halid-Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar yang mendapatkan dukungan keterpilihan sebesar 17 persen. Adapun, pasangan Agus Arifin Nu’mang-Tanribali Lamo berada pada urutan keempat dengan persentase 10,9 persen.

Temuan menarik dari survei bulan Januari 2018 adalah bahwa kemunculan Agus Nu’Mang dan Tanribali Lamo membuat elektabilitas Nurdin Halid – Qahhar Mudzakkar dan Ichsan Yasin Limpo – Andi Mudzakkar turun. Sementara elektabilitas Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman masih solid.  

Ada pun untuk tingkat kemantapan pilihan masyarakat Sulawesi Selatan, 52,8 persen menyatakan sudah mantap dengan pilihannya. Sementara itu, persentase responden yang mengaku masih mungkin berubah dengan pilihannya tercatat 24,4 persen. Hal ini berarti masih terbuka peluang bagi pasangan calon untuk meningkatkan elektabilitasnya dari kategori masyarakat yang  mengatakan masih belum mantap dengan pilihannya tersebut. 

Untuk alternatif pilihan, terutama bagi yang belum mantap dengan pilihannya, pasangan Nurdin Halid-Aziz Qahhar dan Nurdin Abdullah-Andi Sulaiman sama-sama menjadi alternatif tertinggi yang dipilih responden dengan persentase 10,8 persen. Kemudian, pasangan Agus Arifin-Tanribali Lamo mendapatkan perolehan 7,4 persen dan Ichsan Limpo-Andi Mudzakkar sebesar 6,9 persen. Meski demikian, masih ada 64,2 persen masyarakat Sulawesi Selatan yang cenderung tidak tahu dan memilih untuk tidak menjawab saat diberikan pertanyaan ini.

Sementara dari sisi Partai Politik, Golkar masih menjadi partai dengan elektabilitas tertinggi di Sulawesi Selatan apabila pemilihan legislatif diadakan hari ini, dengan persentase 33,8 persen. Selanjutnya, PDIP menempati posisi kedua dengan persentase 10,3 persen dan Gerindra pada posisi ketiga dengan persentase 8,1 persen.

Untuk pengetahuan tentang Pilkada Sulawesi Selatan 2018, sebanyak 67,4 persen masyarakat mengetahui adanya Pilkada Sulawesi Selatan  pada 27  Juni 2018 mendatang. Ini menunjukkan bahwa berita/ informasi seputar Pilkada Sulawesi Selatan sudah mulai ramai di tengah masyarakat.  Sejalan dengan itu, keinginan masyarakat Sulawesi Selatan untuk berpartisipasi dalam pilkada sangat tinggi yaitu sebesar 95,5 persen responden menjawab akan ikut memilih. Di sisi lain, hanya 2,1 persen yang mengaku ragu-ragu dan 0,6 persen yang menyatakan tidak akan ikut. 

Rilis selengkapnya Klik disini