RILIS MEDIA – SURVEI PROVINSI SUMATRA SELATAN “ARAH SUARA PEMILIH PILGUB SUMATRA SELATAN” 8 DESEMBER 2017

2018-02-09T07:52:24+00:00
Rilis Survei
Nona Evita
Nona Evita
December 11, 2017

Lembaga kajian non-profit yang mendalami masalah opini dan kebijakan publik, Populi Center, menyelenggarakan survei di Provinsi Sumatra Selatan dalam periode waktu 26 November hingga 6 Desember 2017 di 80 desa/ kelurahan, yang dimaksudkan untuk mengetahui persepsi masyarakat Sumatra Selatan tentang kinerja pemerintahan dan birokrasi setempat serta peta suara jelang kontestasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Selatan 2018-2023 mendatang. Survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan 800 responden yang dipilih dengan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error +/- 3.39% dan tingkat kepercayaan 95%.

 

Ada beberapa temuan penting yang dihasilkan dari survei ini. Pertama, untuk pengetahuan Pilkada Sumatra Selatan, 54.8% mengetahui akan adanya Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Selatan periode 2018-2023. Sementara itu, 41.1% mengaku belum mengetahui informasi seputar Pilkada Sumatra Selatan. Meski baru 54.8% masyarakat yang mengetahui, namun keinginan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam Pilkada Sumatra Selatan tinggi, yaitu 95.6%. Ini artinya penyelenggara Pilkada harus lebih gencar mengadakan sosialisasi mengingat antusias masyarakat yang begitu besar jelang Pilkada Sumatra Selatan.

 

Kedua, dari segi popularitas, dari 12 nama yang masuk dalam bursa calon Gubernur Sumatra Selatan 2018-2023, masyarakat paling banyak mengenal Herman Deru dengan persentase 88.5%, disusul oleh Syahrial Oesman (86.1%), Ishak Mekki (82.8%), Dodi Reza Alex (73.1%), dan Saifudin Aswari Rivai (36.4%). Sementara itu, untuk penilaian terhadap 12 tokoh tersebut, Herman Deru mendapatkan penilaian positif tertinggi dari masyarakat sebesar 83%, disusul oleh Syahrial Oesman (74.5%), Ishak Mekki (72.9%), Dodi Reza Alex (67.8%), dan Saifudin Aswari Rivai (30.6%). Ini menunjukkan bahwa tingkat pengenalan responden berbanding lurus dengan tingkat penilaian responden terhadap tokoh tersebut.

 

 Ketiga, dari segi akseptabilitas, komposisi tokoh di peringkat pertama, kedua, dan ketiga sedikit berbeda dengan komposisi di segi popularitas. 3 tokoh yang berturut-turut masuk dalam top three segi akseptabilitas adalah Herman Deru, Dodi Reza Alex, dan Ishak Mekki. Adapun peniaian untuk segi akseptabilitas yaitu tokoh yang paling bersih dari korupsi, tokoh yang paling berani memberantas korupsi, tokoh yang paling mampu memimpin, tokoh yang paling religius, tokoh yang paling tegas, tokoh yang paling disukai dan tokoh yang paling layak memimpin. Secara konsisten, Herman Deru menempati posisi pertama, Dodi Reza Alex menempati posisi kedua, dan Ishak Mekki menempati posisi ketiga.

 

Keempat, untuk elektabilitas Gubernur top of mind, Herman Deru menempati posisi pertama dari sejumlah tokoh dengan elektabilitas 22.1%. Persentase ini meningkat dibanding bulan September lalu sebesar 17.9%. Kenaikan elektabilitas top of mind juga terjadi pada elektabilitas Dodi Reza Alex dan Ishak Mekki, yang masing masing menempati peringkat kedua dan ketiga. Elektabilitas top of mind Dodi meningkat dari 9.6% pada bulan September menjadi 14.8% pada bulan November, begitu juga dengan elektabilitas top of mind Ishak yang naik dari 7.3% pada bulan September menjadi 12.3% pada bulan November.

 

Kelima, saat masyarakat diberikan pilihan nama-nama tokoh, dari 12 tokoh, elektabilitas Herman Deru masih menempati posisi pertama dengan persentase 32%, disusul oleh Dodi Reza Alex dengan persentase 21.4% dan Ishak Mekki dengan persentase 17%. Saat ditanya mengenai kemantapan pilihan, 44.6% merasa sudah mantap dengan pilihannya dan 42.6% masih mungkin berubah dengan pilihannya. Ini menunjukkan bahwa elektabilitas masih cair dan masih bisa terus berubah karena jumlah pemilih yang sudah mantap dengan pilihannya sama besarnya dengan pemilih yang masih ragu dengan pilihannya.

 

Keenam, untuk peta suara di Pilgub Sumatra Selatan 2018 mendatang, PDIP menjadi partai dengan elektabilitas tertinggi dengan persentase 19.1%. Sementara itu, Partai Golkar menjadi partai kedua dengan elektabilitas tertinggi setelah PDIP dengan persentase 17.5%. Untuk penilaian parpol, meski Golkar berada di posisi kedua untuk elektabilitas, namun penilaian negatifnya tertinggi yaitu 18.3%. Sementara partai dengan sentiment positif tertinggi adalah Gerindra dengan angka 77.8%, disusul oleh PDIP (75.3%), dan PAN (72.1%). Ini menunjukkan bahwa PDIP harus benar-benar jeli dalam memilih calon Gubernur yang akan diusungnya, khususnya yang sudah memiliki modal dasar elektoral yang tinggi, mengingat PDIP belum mendeklarasikan dukungan dan masih melakukan penjaringan.

Rilis Selengkapnya Klik Disini