RILIS MEDIA – SURVEI PROVINSI SUMATRA SELATAN “PETA ELEKTABILITAS KANDIDAT DI PILGUB SUMATRA SELATAN” 31 JANUARI 2018

2018-02-09T07:32:43+00:00
Rilis Survei
Nona Evita
Nona Evita
January 31, 2018

Populi Center, lembaga non-profit yang mendalami masalah opini dan kebijakan publik, menyelenggarakan survei di Provinsi Sumatra Selatan dalam periode waktu 15 Januari hingga 22 Januari 2018 di 80 desa/ kelurahan. Tujuannya adalah untuk mengetahui peta elektabilitas kandidat jelang kontestasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Selatan bulan Juni 2018 mendatang. Survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan 800 responden yang dipilih dengan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error +/- 3,39% dan tingkat kepercayaan 95%. Provinsi Sumatra Selatan menjadi daya tarik tersendiri mengingat jumlah penduduk paling banyak ketiga di pulau Sumatra tinggal di provinsi ini.

Dari sisi popularitas dan akseptabilitas 8 tokoh, mantan Bupati Ogan Komering Ulu Timur, Herman Deru, menempati posisi pertama dari nama-nama yang sudah mendaftarkan diri menjadi calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Selatan 2018-2023. Posisi popularitas dan akseptabilitas tertinggi kedua dan ketiga ditempati secara bergantian oleh Dodi Reza Alex dan Ishak Mekki.

Dari sisi elektabilitas berpasangan, Herman Deru-Mawardi Yahya unggul di posisi pertama dengan persentase 41,4 persen, disusul oleh Dodi Reza Alex- Giri Ramanda Kiemas dengan persentase 21,3 persen, dan Ishak Mekki-Yudha Pratomo di posisi ketiga dengan persentase 16,4 persen. Saat survei bulan November 2017 lalu, saat belum ada kepastian nama-nama yang mendaftar sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel 2018, calon Wakil Gubernur masing-masing, elektabilitas Herman Deru berada di posisi pertama dengan persentase 40,4 persen, disusul oleh Dodi Reza Alex (23,9 persen), Ishak Mekki (17,5 persen), dan Saifuddin Aswari Rivai (7,9 persen). Tapi saat survei bulan Januari 2018 saat sudah berpasangan dengan calon Wakil Gubernur masing-masing, elektabilitas Herman Deru- Mawardi Yahya (41,4 persen) dan Saifuddin Aswari Rivai – Muhammad Irwansyah (9 persen)  meningkat, sementara elektabilitas Dodi Reza Alex –Giri Ramanda Kiemas (21,3 persen) dan Ishak Mekki – Yudha Pratomo (16,4 persen) menurun.

Adapun untuk tingkat kemantapan pilihan masyarakat Sumatra Selatan, 61,5 persen masyarakat sudah mantap dengan pilihannya, sementara itu 22,6 persen masih mungkin berubah dengan pilihannya dan 15,9 persen cenderung tidak tahu dan memilih untuk tidak menjawab saat ditanya kemantapan pilihan mereka.

Untuk alternatif pilihan, Herman Deru-Mawardi Yahya (12,9 persen) dan Dodi Reza Alex-Giri Ramanda Kiemas (12,7 persen) sama-sama menjadi alternatif pilihan masyarakat Sumatra Selatan. Secara psikologis, masyarakat juga menilai bahwa pasangan yang akan memang adalah Herman Deru-Mawardi Yahya dengan persentase 35,8 persen. Sementara secara psikologis, 3 pasangan calon lainnya memiliki elektabilitas dibawah 20 persen.

Sementara dari sisi Partai Politik, PDIP memuncaki elektabilitas dengan 18,9 persen disusul Golkar 16,3 persen. Angka ini tidak sejajar dengan tokoh yang mereka usung, karena Herman Deru-Mawardi Yahya yang diusung oleh partai PAN, Nasdem, dan Hanura dengan total 16 kursi di DPRD Sumatra Selatan, lebih tinggi dibanding elektabilitas Dodi Reza Alex-Giri Ramanda Kiemas yang diusung 3 partai yaitu PDIP, Golkar, dan PKB dengan total jumlah kursi terbanyak yaitu 29 kursi.

Adapun beberapa temuan penting yang dihasilkan dari survei ini adalah: Pertama, untuk pengetahuan Pilkada Sumatra Selatan, 62,5 persen mengetahui akan adanya Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatra Selatan periode 2018-2023. Sementara itu, 31,4 persen mengaku belum mengetahui informasi seputar Pilkada Sumatra Selatan.

Meski baru 62,5 persen masyarakat yang mengetahui, namun keinginan masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam Pilkada Sumatra Selatan sangat tinggi, yaitu 93,9 persen. Ini artinya penyelenggara Pilkada harus lebih gencar mengadakan sosialisasi, khususnya sosialisasi mengenai prosedur menggunakan hak pilih,  mengingat antusias masyarakat yang begitu besar jelang Pilkada Sumatra Selatan.

Kedua, dari segi popularitas, dari 8 nama yang sudah mendaftar calon Gubernur dan Wakil gb Sumatra Selatan 2018-2023, masyarakat paling banyak mengenal Herman Deru dengan persentase 87,4 persen, disusul oleh Ishak Mekki (79,3 persen), dan Dodi Reza Alex (68,4 persen). Untuk penilaian terhadap 8 tokoh, Herman Deru mendapatkan penilaian positif tertinggi dari masyarakat sebesar 75,4 persen, disusul oleh Ishak Mekki (67,6 persen), dan Dodi Reza Alex (54 persen). Ini menunjukkan bahwa tingkat pengenalan responden berbanding lurus dengan tingkat penilaian responden terhadap tokoh tersebut.

Ketiga, dari segi akseptabilitas, komposisi tokoh di peringkat pertama mayoritas masih ditempati oleh Herman Deru. Namun peringkat kedua dan ketiga komposisinya sedikit berbeda dengan komposisi di segi popularitas. Tiga tokoh yang berturut-turut masuk dalam top three segi akseptabilitas adalah Herman Deru, Dodi Reza Alex, dan Ishak Mekki. Penilaian untuk segi akseptabilitas diukur dari persepsi warga tentang tokoh yang paling bersih dari korupsi, paling berani memberantas korupsi, paling mampu memimpin, paling religius, paling tegas, paling disukai, dan paling layak memimpin.

Keempat, untuk elektabilitas Gubernur top of mind, Herman Deru menempati posisi pertama dari sejumlah tokoh dengan elektabilitas 26,1 persen. Persentase ini meningkat dibanding bulan November lalu sebesar 22,1 persen. Hal sebaliknya terjadi pada dua penantangnya yang elektabilitasnya tidak ada perubahan pada bulan Januari 2018. Meski elektabilitas top of mind Dodi Reza Alex turun dari 14,8 persen menjadi 12,8 persen dan elektabilitas Ishak Mekki turun dari 12,3 persen menjadi 10,6 persen namun penurunan ini masih dalam rentang margin of error (+/- 3,39%).

Rilis selengkapnya Klik disini