Rilis Media Survei Nasional: “Menakar Pengaruh Debat Terhadap Keterpilihan Paslon”

Rilis Media Survei Nasional: “Menakar Pengaruh Debat Terhadap Keterpilihan Paslon”

Survei ini dilakukan secara scientific dengan mendasarkan pada penarikan sampel sesuai kaidah probability sampling di 34 provinsi di Indonesia. Survei ini diselenggarakan pada tanggal 20-27 Januari 2019 atau tepat setelah debat pertama Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden dilaksanakan pada tanggal 17 Januari 2019 lalu.

Tujuan survei untuk melihat seberapa besar pengaruh debat terhadap keterpilihan paslon dan bagaimana pergerakan suara swing voters dari kedua kubu. Penarikan data dari survei ini dilakukan dengan cara wawancara tatap muka dengan 1.486 responden yang dipilih menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error +/- 2,53 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Hasil survei menunjukkan beberapa temuan yang penting untuk diperhatikan. Dari sisi elektabilitas pasangan, Jokowi-Ma’ruf mendapatkan angka elektabilitas sebesar 54,1 persen, sedangkan elektabilitas Prabowo-Sandiaga berada di angka 31 persen. Solid voters Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi meningkat pasca debat. Untuk solid voters Jokowi-Ma’ruf meningkat dari 88,9 persen sebelum debat menjadi 90,8 persen setelah debat. Sementara untuk solid voters Prabowo-Sandi dari 82,6 persen sebelum debat menjadi 85,5 persen pasca debat. Swing voters paslon Prabowo-Sandi (11,3 persen) lebih banyak dibanding swing voters paslon Jokowi-Ma’ruf (6,2 persen) pasca debat.

Melihat sebaran pemilihnya, soliditas dukungan partai untuk pasangan Jokowi-Ma’ruf ada pada partai PKB (76,5 persen), PDIP (89,8 persen), NasDem (75 persen), dan Hanura (75 persen). Sedangkan pemilih partai Perindo, PPP, dan PSI belum sepenuhnya mendukung pasangan nomor urut satu ini dengan persentase masing-masing 58,3 persen (Perindo), 57,1 persen (PPP), dan 50 persen (PSI). Pemilih partai Gerindra (89,4 persen) solid mendukung pasangan Prabowo-Sandi. Sementara pemilih partai Demokrat, PAN, dan PKS tidak sepenuhnya solid karena masih ada 20-an persen pemilih mendukung Jokowi-Ma’ruf. Terlebih pemilih partai Berkarya yang mayoritas pemilihnya mendukung Jokowi-Ma’ruf yaitu sebesar 61,5 persen. Hal Ini menunjukkan bahwa kampanye partai Berkarya yang mengusung sosok Soeharto hanya memberi keuntungan ke elektabilitas partai bukan elektabilitas pasangan Capres Cawapres yang diusungnya.

Dalam konteks debat, paslon Jokowi-Ma’ruf dianggap sebagai pasangan yang paling jelas visi dan misinya (55,7 persen) dan paling unggul dalam debat (53,1 persen).

Pada pertanyaan akseptabilitas, Jokowi unggul dalam hampir keseluruhan faktor seperti faktor merakyat, sederhana dan berpengalaman dalam memimpin, sedangkan untuk akseptabilitas Ma’ruf dan Sandiaga, terlihat bahwa Sandiaga mayoritas unggul dalam kategori kepemimpinan, sedangkan Ma’ruf unggul dalam kategori religius, bersih dari korupsi, berwibawa dan berkharisma. Ketika dalam akseptabilitas pasangan calon, pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul di banyak kategori. Hal ini menunjukkan bahwa sosok Ma’ruf dalam beberapa bulan terakhir berhasil melengkapi atribut kepemimpinan dari Jokowi, sedangkan atribut kepemimpinan dari Prabowo dan Sandiaga sama-sama kuat. Hal ini memungkinkan Prabowo-Sandiaga saling berebut pengaruh, sedangkan Jokowi-Ma’ruf dari hasil survei lebih saling melengkapi.

Nara Hubung : Dimas [085721277487]

Berikut link hasil survei Populi Center

Klik disini

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.