UU ITE revisi

UU ITE REVISI: MAMPUKAH MENURUNKAN TENSI POLITIK DI PILGUB DKI ATAU SEBALIKNYA?
Sejak 28 November 2016, pemerintah sudah memberlakukan secara resmi UU ITE Revisi. Adapun UU ITE Revisi ini disahkan di tengah pelaksanaan kampanye Pilkada 2017. Anggota komisi I DPR RI, Dimyati Natakusumah menyatakan bahwa memang ketika memutuskan untuk menjadi Undang Undang, DPR juga mempertimbangkan pelaksanaan kampanye Pilkada. Apabila dilihat selama ini, dalam berkampanye, orang-orang melakukan black campaign atau negative campaign. “Dalam black campaign biasanya orang-orang membuat berita-berita bohong yang disebarkan via internet, padahal bohong dan fitnah. Ada kaitan dengan semua dan dengan pilkada. Apabila sudah naik di media sosial maka dengan sendirinya sulit untuk mengerem mana yang benar dan mana yang tidak. Apabila itu kebohongan, maka merugikan sejumlah pihak,” tutur Dimyati di diskusi Perspektif Jakarta, 3 Desember 2016. Read More…

Debat milik siapa

JAKARTA. Pemungutan suara Pilgub DKI Jakarta putaran kedua kian dekat. Debat kandidat menjadi momen penting dalam rangkaian kampanye, mengingat melalui debat diharapkan masyarakat mampu berfikir secara rasional dengan mencermati program-program yang disampaikan dalam debat tersebut. Lantas program apa yang paling tepat menjawab permasalahan ibukota dan seberapa besar debat menjadi referensi pemilih? Untuk membahas isu ini, Populi Center bekerja sama dengan KPUD DKI Jakarta mengadakan diskusi Perspektif Jakarta bertemakan “Debat Milik Siapa?” di KPUD DKI Jakarta, Selasa (11/4). Diskusi ini mengundang Dahlia Umar (Komisioner KPUD DKI Jakarta) Read More…

Relawan dalam Pusaran Pilkada DKI Jakarta

JAKARTA.  Relawan menjadi agen non resmi dalam proses demokrasi tanah air.  Gerakan partai politik (parpol) yang dirasa kurang menyentuh hingga akar rumput dan tidak lagi dipercaya menjadi latar relawan kian berkembang. Relawan bergerilya secara massif yang menimbulkan berbagai potensi pelanggaran pilkada, tidak terkecuali Pilkada DKI Jakarta yang sedang berlangsung. Membahas permasalahan ini, Populi Center bekerja sama dengan Pemuda Katolik mengadakan diskusi Perspektif Jakarta dengan tema “Relawan dalam Pusaran Pilkada DKI Jakarta 2017” di Warung Daun Jakarta, Jumat (7/4). Dalam diskusi ini hadir Ketua Pemuda Katolik dr. Karolin Margret Natasa, Tim Peneliti Populi Center Rafif Pamenang Imawan dan Dimas Ramadhan, dan Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Amin Mudzakkir. Ketua Pemuda Katolik dr. Karolin Margret Natasa mengatakan fenomena relawan sudah mulai terdengar kurang lebih semenjak pemilihan presiden 2014 lalu. Sejak saat itu relawan mempunyai posisi yang cukup menentukan dalam pemilihan kepala daerah di mana relawan berhasil mengumpulkan suara masyarakat. Kondisi relawan ini, Read More…

Carut marut DPT: Pertaruhan legitimasi pemilu

JAKARTA. Meski sudah berlalu, putaran pertama Pilkada DKI Jakarta masih meninggalkan cerita soal daftar pemilih tetap (DPT). Dalam kontestasi politik satu hal yang tidak pernah bisa dilepaskan dalam perhelatan demokrasi adalah perselisihan DPT, termasuk apa yang terjadi pada putaran pertama Pilkada DKI Jakarta 15 Februari lalu. Meski secara keseluruhan Pilkada DKI putaran pertama lancar, namun dari perspektif administratif masih banyak pekerjaan rumah yang harus dibenahi. Banyak pelanggaran mulai dari tidak terakomodasinya warga Jakarta yang sebenarnya mempunyai hak pilih, atau adanya pemilih ganda, atau bahkan fenomena pemilih siluman yang ada di Jakarta. Melihat dinamika tersebut, Populi Center dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia bekerjasama menyelenggarakan diskusi dengan tajuk “Perspektif Jakarta” dengan topik “Carut Marut DPT: Pertaruhan Legitimasi Pemilu” bertempat di Sekretariat Pusat PMKRI jl Sam Ratulangi No 1, Menteng, Jakarta Pusat pada hari Kamis, 30 Maret 2017. Read More…

Potret Intoleransi Jelang Pilkada Dki Jakarta Putaran Kedua

Pilkada DKI Jakarta tahun 2017 telah memasuki putaran kedua. Sepanjang putaran pertama, Pilkada banyak diwarnai dengan meningkatnya aksi intoleransi melalui mobilisasi identitas keagamaan demi kepentingan politik. Mobilisasi identitas ini semakin menguat pada Pilgub putaran kedua hingga memperkuat aksi-aksi intoleransi, bahkan mobilisasi identitas ini hingga membuat jenazah nenek Hindun ditolak untuk dishalatkan oleh warga sekitar. Bagaimana potret aksi-aksi intoleransi pada Pilkada DKI putaran kedua? Populi Center bekerjasama dengan Setara Institute menyelenggarakan diskusi Perspektif Jakarta dengan tema “Potret Intoleransi Jelang Pilkada DKI Jakarta Putaran Kedua” di Sekretariat Setara Institute bertempat di Jl. Hang Lekiu II No 41, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada hari Kamis, 23 Maret 2017. Materi diskusi ini diberikan oleh Usep S. Ahyar (Populi Center), Hikmat Budiman (Interseksi Foundation), Bonar Tigor Naipospos (Setara Institute), dan dimoderatori oleh Gunawan Hartono. Read More…