Hartanto Rosojati

Kesenjangan Pembangunan Antara Jawa dan Luar Jawa



photo-1541276431254-9ad4fd0095cb



Meskipun Bangsa Indonesia telah 75 tahun merdeka, pemerataan pembangunan dan ekonomi masih menjadi problem yang tidak kunjung selesai. Dengan kata lain, persoalan ketimpangan masih terjadi hingga saat ini. Struktur Indonesia secara spasial masih menghadapi ketimpangan ekonomi antar wilayah. Ketimpangan ini ditemukan dari mulai struktur terkecil wilayah seperti Desa, Kecamatan, Kabupaten/Kota, Provinsi, antara pulau bahkan antar kawasan barat dan timur Indonesia.

Berdasarkan data BPS pada triwulan IV-2020 terhadap pertumbuhan dan konDarin Atiandinaduk Domestik Regional Bruto (PDRB) berdasarkan wilayah, Pulau Jawa memberikan lebih dari separuh (58,75%) terhadap permian Indonesia. Jika ditambah dengan Pulau Sumatera (21,36) maka kawasan Barat dengan dua pulau saja (Jawa dan Sumatera) berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia sebesar 80,11%. Sisanya kurang dari 20 persen di Kalimantan (7,94%), Bali dan Nusa Tenggara (2,94%), Sulawesi (6,66%) serta Maluku dan Papua sebesar 2,35%.
Read Moreā€¦

Pemilu-pemilu Orde Baru, 1971-1997

Ketetapan MPRS XI Tahun 1966 mengamanatkan bahwa Pemilu seharusnya dilakukan pada tahun 1968. Namun ketika Jenderal Suharto ditunjuk sebagai Penjabat Presiden Indonesia, ia tidak dengan segera menggelar Pemilu untuk mencari pemimpin definitif dengan legitimasi dari rakyatnya. Sebagian kalangan menganggap ini sebagai langkah pengkondisian Golongan Karya (Golkar) sebagai mesin politik Suharto. Terbukti kemudian Golkar menyapu bersih kemenangan pada enam edisi Pemilu selama Orde Baru, yang membuat Suharto berkuasa menjadi Presiden selama lebih dari 30 tahun. Salah satu ciri utama dari pemerintahan Orde Baru ada pada pembatasan aktifitas sosial politik warga negaranya. Dimensi pembatasan aktifitas sosial politik tersebut masuk dalam ranah Pemilu. Salah satu langkah yang diambil pemerintahan Orde Baru ada pada kontrol pembilahan sosial yang relatif plural dalam Orde Lama. Pluralitas politik di masa Orde Lama telah mendorong instabilitas di dalam kabinet, banyak kabinet yang tidak berlangsung lama.

Baca selanjutnya….