Info: Halaman sudah tidak akan mengalami update dengan artikel-artikel baru, dan tetap dipertahankan semata-mata sebagai arsip. Aktivitas peneliti Populi Center selama menjalankan phisical distancing melalui kebijakan Work from Home (WFH) sekarang beralih ke halaman RanaPus(t)aka.

Kronika Kerja Populi Center

Kronika Kerja dari Rumah

Tetap Sehat. Tetap Positif. Tetap Produktif

Au Revoir

Minggu, 26 April 2020

Kata au revoir yang merupakan bahasa Prancis, justru saya kenali dari band Jepang pada dekade 1990-an, yakni Malice Mizer. Melalui lagu dengan judul tersebut, saya baru mengetahui bahwa au revoir memiliki arti selamat tinggal. Ini merupakan tulisan terakhir saya dalam kronika Populi Center. Memang tulisan-tulisan yang telah saya ketik bervariasi, ada yang membahas analisa tipis-tipis terkait kondisi terkini, ada yang membahas pengalaman pribadi, sedikit refleksi filosofis, namun secara umum saya menuliskan apa yang saya lalui di hari tersebut.

Read More…

Ekonomi Lantas Ke Politik


Sabtu, 25 April 2020
Hari ini sahabat lama saya berulang tahun, Namanya David Ekstam, rekan karib di Swedia yang dipertemukan karena kami sama-sama menyukai Seri A. Hanya saja kami berbeda pilihan klub, saya pendukung Inter Milan, sedangkan David merupakan pendukung AS Roma. Kami memiliki group sendiri yang berisikan kami bersama pasangan kami. Kebetulan memang kami semua berasal dari disiplin ilmu yang sama, yakni Ilmu Sosial. Kami mendiskusikan situasi terkini, terutama terkait dengan penyebaran virus corona. Read More…

Pembelajaran dan Jalan Sunyi


Jum’at, 24 April 2020
Innaillahi wa innaillahi rojiun. Pesan singkat tersebut saya baca di grup Whatsapp rekan-rekan di grup whatsapp Pemikir Hukum. Telah berpulang Arief Budiman, seseorang yang semula saya kenal dari bacaan sewaktu kuliah strata satu di Universitas Gadjah Mada. Belakangan di akhir semester pertama, saya baru mengetahui bahwa beliau merupakan kakak dari Soe Hoe Gie, adapun ketika saya lulus, saya baru mengetahui bahwa mbak Santi yang merupakan istri dari Kuskrido Ambardi merupakan anak dari Arief Budiman. Nama beliau saya kenal dan kenang, mengingat tulisan beliau yang amat mudah dicerna. Bagi saya yang baru saja lulus dari SMA, bahasa beliau sangat mudah untuk dipahami. Sejak saat itu saya percaya bahwa orang cerdas adalah orang yang dapat menjelaskan hal yang rumit dengan mudah. Read More…

Mudik Vs. Pulang Kampung

Nurul Fatin Afifah


Presiden Jokowi resmi melarang masyarakat untuk mudik mulai tanggal 24 April 2020. Dalam wawancara bersama Najwa Shihab, Jokowi mengatakan bahwa yang dilarang oleh pemerintah adalah mudik, sedangkan pulang kampung diperbolehkan. Perbedaan dua bahasa tersebut memunculkan polemik baru bagi publik. Masyarakat menganggap bahwa tidak ada perbedaan antara mudik dan pulang kampung. Masyarakat akhirnya memilih menggunakan bahasa pulang kampung untuk pergi dari wilayah Jabodetabek karena hal ini dianggap diperbolehkan oleh Presiden. Read More…

Kritik Kartu Pra Kerja

Nurul Fatin Afifah


Pagi ini, ponakan saya memberi kabar bahwa dia lolos mendapatkan kartu pra kerja. Ponakan saya baru saja menikah sehingga terpaksa resign dari pekerjaan sebelumnya di Indramayu dan pindah ke Cikarang bersama suaminya. Awalnya saya cukup antusias ketika mendengar kartu pra kerja karena bisa menjadi harapan bagi masyarakat yang sedang kesulitan mencari pekerjaan dan harus mondar-mandir selama proses mencari pekerjaan. Ditambah dengan adanya wabah corona, tentu kartu pra kerja menjadi harapan bagi banyak orang yang kehilangan pekerjaan. Read More…

Vokal di Media Sosial

Erwinton Simatupang

Kota adalah saksi bisu perlawanan. Di jalanan atau alun-alun kota, para demonstran menyuarakan aspirasi, bahkan menjatuhkan, rejim pemerintah. Kota di seluruh dunia merekam aksi para demonstran itu dari zaman ke zaman.

Hari-hari ini, kota adalah zona terlarang. Pasalnya, angka korban terinfeksi positif virus Corona paling tinggi di kota. Tidaklah mengherankan jika banyak orang bersembunyi di rumah, bahkan berlarian dari kota menuju kampung halaman untuk mencari tempat berlindung yang lebih aman. Kota pun pada akhirnya kehilangan para demonstran. Hampir tak ada lagi kerumunan yang menyuarakan aspirasi, terlebih perlawanan, secara lantang.
Yang ada saat ini adalah perlawanan, juga protes, yang berpindah ke media sosial dan pertemuan virtual. Di Barat, misalnya, aktivis lingkungan menggalakkan isu lingkungan secara online. Di Indonesia, aksi Kamisan juga dilakukan di media sosial guna menekan penyebaran virus Corona. Read More…

Seandainya Internet Tidak Ada

Erwinton Simatupang

Seandainya internet tidak ada, saya tidak akan bisa membaca tiga tulisan Mas Dimas Ramadhan yang berjudul “Monthly Test”. Di situ, Mas Dimas Ramadhan mengisahkan pengalaman Gavin dalam mengikuti ujian bulanan sekolah secara online.

Seandainya internet tidak ada, saya tidak akan tahu kalau pemerintah negeri ini sudah berupaya untuk menekan ketimpangan digital di pelbagai wilayah, khususnya kawasan timur. Pada 2019, misalnya, pemerintah meresmikan “Palapa Ring” untuk menjawab kebutuhan internet di seluruh Indonesia. Dari sini, penduduk di daerah pedalaman diharapkan bisa terhubung dengan dunia luar, dan mamanfaatkan internet dalam mendorong perekonomian lokal.
Seandainya internet tidak ada, saya tidak akan paham jika siswa SD di Desa Aran Sina, Kecamatan Tanjung Bunga, Nusa Tenggara Timur, harus berjuang setiap hari menaiki bukit selama satu jam untuk mencari sinyal agar tidak ketinggalan pelajaran di tengah ancaman virus Corona. Di sana, mereka menggunakan payung agar tidak terkena panas matahari dan hujan. Ketiadaan menara seluler adalah penyebab anak-anak itu melakukan tindakan tersebut. Begitulah laporan Media Indonesia dalam artikel “Berharap Sinyal Mencrang di Luar Sekolah”. Read More…

Teori Konspirasi

Erwinton Simatupang

Sekitar tahun 2012, seorang teman menggebu-gebu menyatakan ini: Ahmad Dhani adalah kaki tangan Yahudi. Ia tiba pada kesimpulan itu setelah memperhatikan simbol-simbol Yahudi dalam pelbagai sampul album, video, dan lirik lagu Dewa (19). Dengan menunjukkan simbol-simbol itu, juga silsilah keluarga Ahmad Dhani, ia mencoba meyakinkan saya dan teman-teman lain kalau Ahmad Dhani merupakan antek-antek Yahudi. Dalam jangka panjang, lanjutnya, Ahmad Dhani bersama orang-orang Yahudi lainnya akan mengendalikan umat manusia.

Belakangan, teman yang menyatakan Ahmad Dhani sebagai kaki tangan Yahudi itu mengalami gangguan mental. Saya tak tahu apakah ia sudah terkena gangguan mental ketika menyampaikan soal itu kepada saya dan teman-teman lain. Saya juga tak tahu apakah informasi itu yang menyebabkannya mengalami gangguan mental. Sekali lagi, yang pasti: ia mengalami gangguan mental. Read More…

Pelaku Kejahatan (Baru)

Erwinton Simatupang

Pandemi ini telah membuat umat manusia menghadapi dilema. Pemimpin di banyak negara, misalnya, harus memilih nyawa rakyat atau ekonomi. Pengusaha dihadapkan pada pilihan melanjutkan atau menutup usaha. Sementara itu, kelas menengah ke bawah berhadapan dengan pilihan mencari nafkah, yang berarti mempertaruhkan nyawa, atau bersembunyi di rumah.

Salah satu pilihan sulit yang akhirnya diambil pemerintah negeri ini akibat ancaman virus Corona adalah pembebasan narapidana atau napi. Dengan pembebasan itu, penyebaran virus itu diharapkan bisa dicegah di dalam lapas. Namun, langkah itu menuai kritik keras dari banyak kalangan. Tompi, misalnya, menyebutkan, pembebasan tersebut justru membuat napi potensial tertular virus itu ketika berinteraksi di luar lapas jika dibandingkan di dalam lapas. Yang seharusnya dilakukan pemerintah, lanjutnya, adalah mencegah kontak dari luar ke dalam lapas. Read More…

Puasa Pertama

Jumat, 24 April 2020
Waktu menunjukkan pukul 02.30 dini hari saat teriakkan ‘sahuuur, sahuur’ plus alunan gendang membangunkan tidur saya. Suara gendang yang cukup kencang membuat saya hanya butuh 5 detik untuk mengumpulkan nyawa. Saya cukup heran, di masa karantina virus corona seperti ini masih saja ada sekumpulan remaja masjid yang berteriak dengan semangat membangunkan seluruh penghuni kompleks untuk sahur.

Saya lalu membangunkan adik saya, lalu menuju dapur. Di dapur ternyata sudah ada pasukan rumah lengkap: orangtua saya, kakak saya beserta suaminya, dan juga keponakan saya yang berjumlah enam orang. Tidak seperti kebanyakan orang yang sahur hari pertamanya serba mewah, menu sahur hari pertama saya dan keluarga adalah sisa makan malam kemarin; kari ayam yang sudah dihangatkan. Read More…

Kebiasaan Baru

Jumat, 24 April 2020
Waktu menunjukkan pukul 02.30 dini hari saat teriakkan ‘sahuuur, sahuur’ plus alunan gendang membangunkan tidur saya. Suara gendang yang cukup kencang membuat saya hanya butuh 5 detik untuk mengumpulkan nyawa. Saya cukup heran, di masa karantina virus corona seperti ini masih saja ada sekumpulan remaja masjid yang berteriak dengan semangat membangunkan seluruh penghuni kompleks untuk sahur.

Saya lalu membangunkan adik saya, lalu menuju dapur. Di dapur ternyata sudah ada pasukan rumah lengkap: orangtua saya, kakak saya beserta suaminya, dan juga keponakan saya yang berjumlah enam orang. Tidak seperti kebanyakan orang yang sahur hari pertamanya serba mewah, menu sahur hari pertama saya dan keluarga adalah sisa makan malam kemarin; kari ayam yang sudah dihangatkan. Read More…

Tentang Kronika


Hari ke-39: PENUTUP
Meskipun akan ditutup dua hari lagi, atau tepatnya di hari minggu, saya memutuskan untuk mengakhiri catatan-catatan singkat saya di Kronika Kerja Populi. Sama seperti yang dikatakan Pak Direktur Eksekutif bahwa kini saatnya untuk melompat lebih jauh. Namun apakah selama perjalanan panjang menulis singkat yang hanya satu halaman ini tidak bermanfaat? Tidak juga! Ini sangat bermanfaat, terutama bagi saya yang masih jarang untuk menulis. Meskipun tulisan saya hanya sekedar tulisan receh dan mungkin dianggap sebagian orang hanya remeh temeh, namun itu adalah cara saya untuk mencoba memperbaiki bahasa dan tulisan.

Bagi para pembaca, mungkin bisa dilihat bagaimana pola tulisan saya coba saya perbaiki di tiap satu halaman yang saya kirim, di tiap harinya. Ya setiap hari, ini memacu saya untuk setidaknya jari-jemari dan logika bisa bekerja bersamaan. Tak akan lengkap rasanya jika semua hanya dipikirkan, namun tidak dituliskan. Itulah mengapa dalam perjalanan puluhan hari ini, tulisan yang saya kirim selalu mencoba untuk lebih reflektif. Awalnya memang hanya seputar keseharian saya, namun itu saja nampaknya tidak cukup. Read More…

Senjata Orang-Orang Ndableg

Kamis, 23 April 2020
Hari ini saya memiliki rutinitas baru, yakni berlatih kemampuan bahasa asing. Hal ini rutin saya lakukan agar dapat meningkatkan kemampuan berbahasa asing milik saya. Tujuannya sederhana, agar dapat melihat dunia lebih luas lagi. Saya hampir terlupa jika esok sudah masuk bulan Ramadhan. Terlalu lama di rumah tanpa aktivitas di luar rumah, nampaknya membuat saya lupa akan hari. Mungkin perasaan inilah yang ada di benak para narapidana di lapas-lapas. Pagi hari setelah saya berlatih, terdapat sambungan video dari ibu saya di Yogyakarta. Beliau menanyakan apakah perlu untuk nyekar ke makam almarhum ayah, mengingat ini sudah akan masuk bulan Ramadhan. Saya mengatakan bahwa untuk saat ini tidak perlu, mengingat situasi yang masih cukup berbahaya. Read More…

Corona Sontoloyo


Rabu, 22 April 2020
Hari ini kompleks kami dikejutkan dengan adanya warga dari kompleks sebelah yang positif terkena virus corona. Warga tersebut diketahui memiliki virus corona, setelah meninggal dunia. Setelah diusut, ternyata warga tersebut menyewa rumah di kompleks tersebut, serta warga yang meninggal adalah ibu kandung dari istri kepala keluarga tersebut. Persoalannya ternyata cukup kompleks, almarhumah merupakan warga grogol yang oleh anaknya dibawa ke Jatisampurna untuk dirawat. Ketika memeriksakan diri di grogol, almarhumah sudah dideteksi terkena virus corona. Meski demikian, dikarenakan tidak ada rumah sakit yang memadai di daerah Bekasi, maka almarhumah di tolak dari rumah sakit ke rumah sakit. Pengakuan dari kepala keluarga dari rumah tersebut tersebar di internet, hanya beberapa jam setelah kejadian (https://youtu.be/YpYEUgIODbU). Read More…

Ayah Sedang Keluar Kota


Selasa, 21 April 2020
Pertama, saya akan menjelaskan aktivitas saya selama satu hari ini. Pagi hari saya lalui dengan berolahraga, berlari kecil di treadmill selama 30 menit, dilanjutkan sarapan sembari latihan bahasa inggris mandiri. Siang menjelang sore, saya berlatih berbincang dalam bahasa inggris dengan istri saya. Sore hari, saya melakukan aktivitas rutin untuk kursus online. Malam hari, kami memesan es buah dengan gula yang sedikit, kami ingin cheating dari pola hidup sehat yang direkomendasikan dokter. Hal ini diperbolehkan oleh dokter kami, supaya kami tetap berada di jalur yang tepat. Menarik bukan, untuk dapat tetap berada di jalur yang tepat, terkadang kita harus mengambil jalur yang menyimpang.
Read More…

Di Antara Tiga Platform


Senin, 20 April 2020
Hari ini terdapat pertemuan riset Jakarta. Berbeda dengan pertemuan-pertemuan biasanya, kali ini kami mencoba untuk menggunakan aplikasi google meet. Aplikasi ini merupakan aplikasi teleconference yang tidak jauh berbeda dengan Skype maupun Zoom. Kantor kami biasa menggunakan Skype, terlebih terdapat banyak sekali keluhan terkait dengan privasi di aplikasi Zoom. Setelah kami mencoba menggunakan aplikasi google meet, kami merasakan celah yang sangat besar antara google meet dan dua kompetitornya. Aplikasi google meet tidak berjalan lancar dan harus ada akun berbayar untuk dapat membuat rapat. Atas berbagai pertimbangan tersebut, kami kembali menggunakan skype. Diskusi berjalan lancar, setelah diskusi selesai, saya beralih ke aplikasi Zoom untuk mengikuti kelas online saya. Read More…

Aneka Rasa Jelang PSBB Tahap 2


Mulai besok, PSBB tahap kedua akan diberlakukan di Jakarta. Gubernur Anies sudah mengumumkan bahwa tahap pertama sifatnya lebih ke teguran dan himbauan. Di tahap kedua ini Gubernur Anies menyebut akan ada sanksi bagi yang melanggar. Saya cukup senang mendengar pernyataan tersebut. Saya tidak tahu bagaimana kondisi jalan Ibukota ini. Sudah sebulan lebih saya tidak keluar wilayah rumah. Saya hanya bisa melihat langit biru Jakarta hingga terlihat Gunung Gede Pangrango dan Gunung Salak dari sosial media. Aktivitas saya hanya sampai di batas portal yang dipasang Papa saja. Read More…

Tarawih di Rumah, Why Not?

Hampir seluruh masjid dipenuhi jama’ah. Senandung lantunan ayat suci al-Qur’an bersahutan menghiasi malam-malam penuh berkah. Ifthor Jam’i yang lebih akrab disebut “Bukber” oleh kaum milenial selalu menjadi rutinitas jelang terbenam matahari. Tidak hanya itu, pusat perbelanjaan baik tradisional pun ikut ramai dikunjungi masyarakat terlebih pada hari-hari terakhir untuk menyambut hari raya. “Pedagang dadakan” yang menjajakan menu khas berbuka puasa seperti aneka hidangan kolak, es kelapa muda, lontong, gorengan dan kurma begitu mudah didapatkan sepanjang jalan. Sahur on the road menjadi tradisi kaum milenial selepas tengah malam. Begitulah gambaran Bulan Ramadhan yang selalu dirayakan umat Islam khususnya di Indonesia. Sebuah cerita tahunan yang akan selalu meninggalkan kesan indah bagi setiap individu yang memaknai bulan suci ini sebagai bulan berkah. Read More…

Ramadhan dan Kehangatan Keluarga

Sikap husnudzon (berprasangka baik) merupakan salah satu karakteristik seorang muslim. Sikap ini merupakan prespektif untuk selalu mengambil sisi positif dari setiap kejadian, baik yang menimpa dirinya maupun lingkungannya sekaligus sikap optimis dalam menghadapi warna-warni kehidupan. Ramadhan tahun ini yang berbarengan dengan masih mewabahnya covid-19 menuntut jernih pemahaman kita akan makna husnudzon. Berkeluh kesah atas keadaan yang tidak kita inginkan tidaklah menyelesaikan persoalan bahkan semakin menambah beban permasalahan. Read More…

Pulang Kampung Vs. Mudik


Hari ke-38 Semalam ternyata ada acaranya Mata Najwa yang menghadirkan Jokowi. Saya tak sengaja melihat sekilas perbincangan mereka, antara Mbak Nana dan Pak Jokowi. Ini karena teman saya tiba-tiba membuka channel trans 7 yang menampilkan mereka. Ada sebuah peristiwa yang menjelaskan bahwa pulang kampung berbeda dengan mudik? Saya sedikit heran juga mendengar itu. Namun tidak kemudian reaktif, mencoba mencerna apa yang sebenarnya menjadi maksud Jokowi. Di saat Mbak Nana dan Pak Jokowi sedang asyik berbincang, saya juga berdiskusi dengan teman saya bahwa ini nanti pasti bakal ramai di dunia maya. Netizen pasti bakal mencemooh apa yang diucapkan Jokowi semalam, tentang pulang kampung dan mudik. Read More…

Ramadhan dan Dimensi Sosial

Bulan Ramadhan selalu dinantikan oleh Umat Islam diseluruh penjuru dunia tidak terkecuali di Indonesia. Menjelang detik-detik menyambut bulan suci tahun ini, umat Islam di Indonesia menanti pengumuman resmi Pemerintah berkaitan dengan awal mulainya Bulan Ramadhan melalui sidang isbath Kementerian Agama RI yang rencananya dimulai sore ini (23/04). Pelaksanaan Ibadah Ramadhan sejatinya memililki dua dimensi yang tidak terpisahkan satu sama lain. Sebagai ibadah mahdhah (murni) dia memiliki keistimewaan tersendiri dibanding ibadah lainnya. Sebagaimana Rasulullah SAW menyampaikan dalam sebuah hadits qudsi: Read More…

Hampir Terusir

Nurul Fatin Afifah


Siang ini saya kaget menerima telfon dari ibu kost. Dalam benak saya, tumben sekali ibu kost telfon. Beliau menanyakan apakah benar saya sakit dan meminta kepastian apakah sakitnya itu adalah Covid 19 atau bukan. Ibu kost terdengar seperti khawatir, bahwasannya ada salah satu anak kost lain yang mengadu bahwa saya sakit dan takut ketularan. Mendengar hal tersebut saya kesal dan emosi. Saat ini kondisi saya sudah sehat. Saya juga tidak berada di kostan. Atas dasar apa teman saya itu ketakutan. Ibu kost meminta supaya saya tidak kembali ke kostan terlebih dahulu sampai kondisi benar-benar fit. Saya mencoba meyakinkan bahwa saya sakit pencernaan dan sudah ditangani oleh dokter. Masa-masa kritis saya sudah lewat, sangat terlambat jika hari ini beliau baru menanyakan keadaan saya. Read More…

Lebaran Tanpa Mudik

Nurul Fatin Afifah


Pada selasa 21 April 2020, pemerintah resmi melarang mudik lebaran 2020. Kebijakan ini diambil untuk menindaklanjuti naiknya angka pasien positif corona khusunya di DKI Jakarta. Larangan mudik berlaku bagi daerah-daerah yang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Jalur transportasi tidak akan ditutup, namun bagi kendaraan pribadi yang melintas akan dilakukan pengecakan di beberapa titik keluar masuk wilayah. Kebijakan ini mulai diterapkan pada jumat 24 April 2020.

Adapun sanksi bagi siapa saja yang melanggar seperti yang sudah diatur dalam undang-undang yaitu, "Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah)". Sanksi ini mulai diterapkan mulai tanggal 7 mei 2020. Itu artinya untuk masa percobaan masyarakat tidak akan dikenakan sanksi tapi masyarakat yang melalui check point akan diminta pulang kembali. Read More…

Monthly Test (3)

Dimas Ramadhan

Selasa, 22 April 2020
Hari ini merupakan hari terakhir Gavin menjalani Monthly Test. Berdasarkan jadwal, hanya ada satu sesi mata pelajaran yaitu Matematika. Mata pelajaran ini dibagi menjadi dua sub tema, pertama ialah perkalian dan pembagian dasar, serta hitungan bilangan 1 hingga 100. Sementara sub tema kedua ialah perbandingan berat dan panjang benda-benda. Seperti biasa, saya bertindak sebagai tim teknis dalam mengurusi perangkat dan, terutama jaringan. Maklum jaringan internet yang dipakai selama ini digunakan belum dedicated untuk urusan sekolah dan tes online, masih numpang dengan internet hp saya. Secara keseluruhan hampir tidak ada masalah bagi Gavin untuk mengerjakan test. Mungkin karena malamnya dia di tatar habis-habisan oleh ibunya. Read More…

Masjid Harus Tetap Hidup !

Nurul Fatin Afifah


Ustadz Kurniawan, apakah Masjid Baitul Hasanah tetap melaksanakan shalat jumat berjamaah?

Pertanyaan tersebut sudah lebih dari lima kali diucapkan oleh Ustadz Hanif yang merupakan salah satu pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Asyifa. Malam ini, Ustad Hanif datang ke rumah kakak saya yang merupakan Ketua DKM Baitul Hasanah. Masjid Asyifa dan Baitul Hasanah itu terletak di satu kelurahan namun beda RW. Kebetulan wilayah kami termasuk zona merah. Ditengah pandemi seperti ini, banyak masjid yang menutup kegiatan shalat jumat berjamaah, menyikapi hal tersebut pengurus Masjid Asyifa meminta pendapat dari salah satu pengurus Masjid Baitul Hasanah yang kebetulan merupakan masjid yang lebih besar dan lebih banyak jamaahnya. Read More…

Waspada Maling


Wabah Corona menyebabkan banyak orang diberhentikan dan dirumahkan dari pekerjaan. Hal ini terjadi karena banyak perusahaan ingin efisiensi karena tidak mau besar pasak daripada tiang. Meski pemerintah pusat meluncurkan kartu Prakerja dan pemerintah daerah memberikan skema bantuan di wilayahnya masing-masing, tetap saja kriminalitas masih saja terjadi. Peningkatan ini bisa saja terjadi karena banyak masyarakat yang membutuhkan, yang belum menerima bantuan tersebut. Read More…

Membuat Literature Review

Rabu, 22 April 2020
Hari ini saya berkesempatan untuk belajar dan mengingat kembali bagaimana menulis literature review. Sepanjang yang saya ingat, dosen saya waktu kuliah memberi gambaran singkat bahwa literature review adalah sub bab dari penulisan yang berisi tentang penelitian-penelitian terdahulu dengan topik yang sama. Secara garis besar, literature review adalah ringkasan. Ringkasan tersebut berisi tentang inti pokok dari buku atau jurnal yang akan dijadikan bahan literature review. Selain itu, literature review juga memuat tentang hal-hal apa saja yang sekiranya bermanfaat untuk penelitian. Literature review juga berguna untuk mencari celah atau hal-hal apa yang belum dilakukan penelitian sebelumya yang sekiranya bisa dimanfaatkan untuk penelitian selanjutnya. Read More…

Bumi Sedang Memperbaiki Diri


Hari Ke-37
Seorang teman kost saya di lantai tiga terpaksa harus pulang ke Makassar. Bukannya tidak mau mengikuti aturan pemerintah untuk PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), melainkan ia memang benar-benar harus pulang karena tak lagi punya pemasukan. Ia menjadi salah satu orang yang harus kehilangan pekerjaan di tengah pandemi ini. Tak tahu pasti ia bekerja di bidang apa, namun mungkin saja tempat ia bekerja sudah berhenti berproduksi, maka pemutusan hubungan kerja adalah hal yang harus dilakukan tempatnya mencari nafkah. Bersama dengan dua juta pekerja lain ia harus rela dirumahkan. Kini sudah tak banyak pula pabrik-pabrik yang mengepulkan asapnya. Kementerian Ketenagakerjaan mencatat ada sekitar lebih dari seratus ribu perusahaaan yang terdampak corona (CNBCIndonesia, 19/04/20). Read More…

Guratan Minda (30): Gelombang Kedua!


21 April 2020
Hari ini kabar di media sosial diwarnai dengan curhatan beberapa teman yang tidak bisa mendaftar kartu pra-kerja karena kuota telah habis. Ketika saya mencoba mencari tahu, ternyata di hari ini pula akan dibuka pendaftaran gelombang kedua kartu pra-kerja. Program yang ditujukan untuk para pencari kerja khususnya, dalam praktiknya akan dibuka dalam beberapa gelombang pendaftaran. Bagi yang tidak mendapatkan kesempatan pada gelombang pertama, tentu masih memiliki kesempatan untuk mendaftar di gelombang-gelombang berikutnya. Read More…

Guratan Minda

Erwinton Simatupang


Siapa Minda? Pertanyaan itu muncul setelah beberapa kali membaca artikel dengan judul “Guratan Minda” yang ditulis oleh Mas Jefri Adriansyah. Karena terus-menerus dijadikan judul tulisan, saya pun sempat beranggapan, Minda adalah nama lain, atau nama pena, Mas Jefri Adriansyah. Saya tiba pada anggapan itu karena sejumlah penulis tidak menggunakan nama asli dalam karya-karya mereka.

Dalam artikel berjudul “Guratan Minda (14): Cerita Tentang Guratan Minda!”, Mas Jefri Adriansyah menyebutkan bahwa “Guratan Minda” pada awalnya adalah nama blognya. Sejak ditugaskan oleh Pak Hikmat Budiman untuk menulis soal kronika kerja, ia menggunakan nama blognya itu, yang sudah ada sejak lima tahun lalu, dalam setiap judul tulisannya. Setelah membaca artikel itu, pertanyaan ‘Siapa Minda?’ ternyata masih belum terjawab. Read More…

Curahan Hati dan Survei

Erwinton Simatupang


Orang-orang kini tampaknya memerlukan saluran untuk berkeluh kesah. Ancaman virus Corona telah memaksa orang-orang bersembunyi di rumah. Di sini, ada yang merasa kesepian, dan sebagian mengalami pertengkaran hebat dengan keluarga. Lebih menyedihkan, virus itu telah menyebabkan sebagian orang kehilangan pekerjaan, juga orang-orang terdekat. Read More…

Deja Flu

Erwinton Simatupang


Pemerintah melempar sebuah optimisme: pariwisata akan kembali bergeliat secepatnya. Pariwisata Bali, misalnya, diprediksi sudah bisa berjalan pada Juni ini. Guna mengangkat pariwisata yang terpukul, pemerintah bahkan berencana mengundang blogger, influencer, dan dubes dari beberapa negara. Ancaman virus Corona, di benak pejabat tinggi negeri ini, berarti tidak lama lagi akan mereda – jika tidak ingin mengatakan berakhir.

Mendapati kabar itu, saya teringat kebijakan pemerintah pada awal tahun ini. Ketika lembaga internasional dan peneliti asing sudah mengingatkan kemungkinan ancaman virus Corona tiba di Indonesia, pemerintah justru mengeluarkan kebijakan kontraproduktif. Bahkan, penerbangan langsung dari Wuhan ke Bali juga terlambat dilarang mengudara. Padahal, semenjak virus Corona menyerang Wuhan, jutaan penduduk kota itu meninggalkan China. Tak lama, kasus positif virus Corona benar-benar terjadi, bahkan memukul negeri ini. Read More…

Monthly Test (2)

Dimas Ramadhan

Selasa, 21 April 2020
Seperti hari kemarin, sebelum ujian gurunya mengabsen para murid, sembari mengingatkan tema pelajaran yang akan di tes hari ini. Sesi pertama ialah bahasa Inggris, meliputi nama-nama hari dalam seminggu, serta nama-nama bulan dalam setahun dalam bahasa Inggris, beserta pemahaman tentang konsep kemarin dan esok, juga tentang jenis cuaca, dan comparative- superlative adjectives. Kemudian sesi kedua ialah sains, membahas tentang magnet, mulai dari bahan dasar, sifat tarik-menarik dan menolak antar kutub, serta benda-benda yang dapat menempel dan yang tidak. Sebenarnya saya agak kaget juga karena seingat saya hal seperti ini belum saya dapatkan dulu ketika duduk di kelas 1 SD. Entah sejak kapan materi seperti ini ada dalam kurikulum SD. Read More…

Dalam Kematian, Hidup Tak Pernah Hilang

Erwinton Simatupang


Setelah membaca tulisan berjudul “Angin Timur Berhembus Pergi, Bakkara”, saya langsung mengirimkan pesan kepada Hartanto Rosojati untuk memastikan apakah Bang Bakkara telah wafat. Tak lama, Hartato Rosojati membalasnya, dan menyatakan bahwa abang itu benar-benar sudah pergi untuk selamanya.

Saya memberitahu kabar duka itu kepada beberapa orang yang mengenal Bang Bakkara. Sebagian dari mereka sudah ada yan Read More…

Guratan Minda (29): Membayangkan Ramadhan!


20 April 2020
Hari-hari dengan rutinitas yang itu-itu saja, tak ada kegiatan baru yang praktis saya lakukan di hari ini. Berharap hiburan dari televisi pun tak punya. Hanya gawai dan komputer jinjing yang menjadi kawan setia. Beberapa hari lagi Ramadhan tiba, namun rasanya, kali ini Ramadhan tidak semeriah biasanya.

Ramadhan tiba, tentu banyak acara-acara guyonan menjelang imsak yang ditunggu-tunggu. Namun, nampaknya esok kita tak akan dapat menikmatinya lagi. Tak ada lagi sorak-sorak alay dari para penontonya, begitupula goyangan alay dengan latar musik kereta malam seperti tahun-tahun lalu. Social distancing saat Covid-19 tak memungkinkan semua itu terselenggara. Televisi akan lebih banyak diisi oleh hiburan-hiburan melalui tayangan box office pastinya. Tak ada lagi acara talkshow dengan banyak penonton yang sering memeriahkan suasana. Kalau ada mungkin hanya tayangan ulang. Read More…

Hand Job

Dimas Ramadhan

Jumat, 17 April 2020
Seperti hari-hari lainnya, jam 9 pagi hingga jam 1 siang adalah waktu bagi saya untuk mendampingi Gavin sekolah online lewat aplikasi Zoom. Kegiatan belajar mengajar selalu diawali dengan contact time dengan guru kelasnya selama lima belas menit, untuk mengabsen kehadiran para murid. Setelah itu room diputus sejenak dan dibuka kembali sekitar lima hingga sepuluh menit kemudian untuk memulai materi pertama. Maklum, Zoom gratisan memiliki keterbatasan waktu, yaitu 40 menit. Materi pertama biasanya diampu langsung oleh guru kelasnya, namun tidak jarang diampu oleh guru lain, tergantung mata pelajarannya. Jika diampu oleh guru lain, kita perlu masuk ke room milik guru tersebut. Ada pun channel room dan kata sandi tiap pelajaran diumumkan pada jam 7 pagi oleh guru kelas. Read More…

Monthly Test (1)

Dimas Ramadhan

Senin, 20 April 2020
Setelah kurang lebih tiga minggu sekolah online via Zoom, kini tiba saatnya Gavin untuk Ujian Bulanan atau Monthly Test, yang akan dilakukan selama tiga hari hingga Rabu (23/4). Sepertinya ini semacam ulangan tatkala dulu saya masih sekolah. Seperti biasa, proses belajar mengajar diawali dengan contact time dengan guru kelasnya pada jam 9 pagi untuk mengabsen para murid sebelumljelas dimulai. Karena ini merupakan pertama kalinya para murid melakukan Monthly Test secara online, sang guru menjelaskan dengan sedetail mungkin tata cara dan peraturannya. Ternyata tes dilakukan dengan menggunakan Google Form. Para murid diwajibkan mengisi sendiri soal-soal yang diberikan dalam form tanpa memutus aplikasi Zoom sehingga guru dapat mengetahui apakah soal dikerjakan sendiri atau dibantu. Read More…

Mengenang Hillsborough

Dimas Ramadhan
Rabu, 15 April 2020
“Bang, tumben ga pernah nge-tweet lagi,” tanya Rijal ketika kami saling menyapa via WA. Rijal adalah salah satu TPD Populi Center. Ia menjadi satu dari sedikit follower saya yang cukup rajin menanggapi cuitan saya.

“Mau nge-tweet apaan gue, ga ada bola,” jawabku. Tidak lama setelah kasus Covid-19 diketahui menjangkiti beberapa pemain dan pelatih di Liga Italia, nyaris seluruh kompetisi sepakbola di Eropa menghentikan kompetisinya. Saat ini hanya Belarussia saja yang tetap menjalankan kompetisi ditengah pandemic. Sekitar 80% cuitan saya memang soal sepak bola, 15% soal sosial politik, 5% sisanya tweet recehan. Dengan berhentinya kompetisi sepak bola, maka menurun pulalah aktifitas saya di Twitter. Lini masa kini banyak dipenuhi soal perkembangan Covid-19, mulai dari angka penyeberan, kebijakan PSBB, hingga tingkah polah stafsus milenial yang berwatak kolonial. Read More…

Keana’s Day


Pagi ini saya bangun pukul 8 pagi seperti biasa. Saya merasa lelah karena seharian kemarin dari pukul 8 hingga 5 sore, saya nonstop berada di depan layar laptop. Mayoritas saya berbicara dengan layar sehingga rasanya sangat letih. Hari ini saya mau sedikit relaks setelah melewati hari Senin yang begitu panjang dan melelahkan. Kemarin saya sibuk seharian dan tidak ada waktu main untuk Keana. Jadi hari ini saya putuskan untuk menyisihkan sedikit waktu untuk bermain bersama Keana. Read More…

In Memoriam

Hari Ke-36
Beberapa teman meminta saya untuk membuat video terkait dengan Bakkara, saudara saya yang beberapa waktu lalu dipanggil sang Bapa. Bahan-bahan untuk dibuatkan video sudah dikirimkan ke saya, dan beberapa lagi masih menunggu untuk ditransfer agar segera bisa dibuatkan video tentangnya. Terlebih ini juga adalah permintaan orang tua Bakkara yang berpesan melalui salah seorang teman saya. Orang tuanya berpesan, “jika pada akhirnya Bakkara meninggal, minta anak-anak Setra mengabadikannya”. Pesan itu sebenarnya tak perlu diingatkan ke kami, karena namanya akan selalu abadi, dibenak para pendaki, dan sang pecinta alam. Namun, saya tahu perasaan itu karena orang tuanya tak bisa menyaksikan Bakkara dikebumikan. Orang tuanya dipaksa tegar di tengah duka karena tak pernah melihat lagi anaknya, anak yang sangat bisa diandalkan, anak yang bisa survive dalam segala kondisi, anak yang sopan, dan anak yang tidak pernah mengeluh. Read More…