Film

The Last Samurai


210522 Review Film The Last Samurai_RI


Judul Film : The Last Samurai
Sutradara : Edward Zwick
Skenario : John Logan
Tahun : 2003
Durasi : 2 jam 34 menit
Skor : 4,5/5




Film ini bercerita tentang sosok Nathan Algren, seorang mantan kapten tentara Amerika Serikat yang diperankan oleh Tom Cruise. Nathan Algren merupakan kapten handal yang mengalami trauma psikologis dan terjebak dalam ketergantungan pada alkohol akibat perang Amerika-Indian. Singkat cerita, Algren dihubungi oleh mantan komandannya bernama Kolonel Bagley yang memberikan tawaran untuk membentuk dan melatih tentara kekaisaran Jepang. Keberadaan tentara kekaisaran Jepang penting bagi Omura, seorang politisi dan pebisnis yang dekat dengan Kaisar muda Jepang. Tujuan utama pembentukan tentara ini untuk menghadang kelompok pemberontak yang dipimpin oleh para samurai. Para samurai ini dianggap menentang Kaisar muda Jepang. Ketika berada di Jepang, Algren bertemu dengan Simon Graham, seorang translator dan fotografer yang memiliki pengetahuan terkait dengan samurai. Simon menjadi informan penting bagi Algren untuk mengetahui apa dan siapa para samurai tersebut.

Read More…

Apakah Kita Perlu Berhenti Makan Ikan?





Seaspiracy_Cover


Judul Film: Seaspiracy
Genre: Dokumenter
Rilis: 24 Maret 2021
Durasi: 1 jam 30 menit
Sutradara: Ali Tabrizi
Skor: 5/5





Terlihat sampah mengapung bebas, disapu ombak kecil ke pesisir pantai. Berbagai jenis sampah menumpuk beraduk di situ. Sampah plastik mendominasi kumpulan sampah yang kian hari kian menumpuk. Gambaran ini terlihat nyata, seperti apa yang pernah saya lihat di pesisir pantai di pulau Neira, Kecamatan Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Tapi tulisan ini tidak akan mengulas apa atau bagaimana pengelolaan sampah di pulau tersebut.
Read More…

Refleksi Pemilu Indonesia Lewat Film Please Vote for Me




Cover Please Vote For Me



Judul
: Please Vote For Me
Genre : Dokurama/Politik
Sutradara : Weijun Chen
Tahun Rilis : 2007
Durasi : 58 Menit
Skor : 4/5




“Apa yang dimaksud dengan demokrasi?” tanya Cheng Cheng, seorang siswa kelas tiga sekolah dasar di Wuhan, Cina kepada ayahnya. Di negara yang sejak tahun 1949 rezim pemerintahannya telah dipimpin oleh oleh Partai Komunis Cina (PKC) itu, konsep demokrasi tentunya masih terdengar asing. Tidak hanya bagi anak-anak yang masih polos, belum memiliki pengalaman sama sekali dengan demokrasi, atau pemilihan umum langsung, orang dewasa di sana pun masih merasa jauh dengan apa yang disebut oleh Presiden ke 16 Amerika Serikat, Abraham Lincoln, sebagai pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untk rakyat tersebut.

Cheng Cheng pertama kali mendengar kata demokrasi dari gurunya, Ms. Zhang, “Berbeda dengan yang sebelumnya, kita akan menggelar pemilihan yang demokratis untuk ketua kelas.” Anak-anak yang baru pertama kali mendengar kata yang berasal dari kata demos (rakyat) dan kratos (kekuasaan atau pemerintahan) itu pun hanya bisa mengangkat alis serta mengerutkan dahi kebingungan. Sudah menjadi semacam tradisi di tempat Cheng Cheng bersekolah untuk ketua kelas ditunjuk langsung oleh sang guru. Tapi, kini Ms. Zhang menginginkan sesuatu yang berbeda, yakni, ketua kelas bisa dipilih oleh masing-masing anggota kelas lewat pemilihan umum. Siapa yang dipilih paling banyak, maka dia yang akan menjadi ketua kelas. Tujuan dari kegiatan ini tidak lain adalah untuk memperkenalkan konsep demokrasi kepada murid-murid sekolah dasar.Read More…