Sastra

Kita Menentukan Kita Sendiri



Koong Kisah Tentang Seekor Perkutut

Judul Buku: Kooong: Kisah Tentang Seekor Perkutut
Penulis: Iwan Simatupang
Penerbit: Pustaka Jaya
Tahun Terbit: 2013
Skor : 4,5/5



Sebenci-bencinya engkau kepada ayah sendiri, akankah engkau membunuhnya? Sedendam-dendamnya engkau kepada ayah kandung, apakah engkau menghabisi nyawanya? Tokoh kita sudah mantap dengan pilihannya. Tanpa ragu, ia tikamkan belati ke dada ayahnya berkali-kali. Ada rasa puas di dadanya. Ada seyum lebar di wajahnya.

Mayoritas orang kemungkinan besar tidak memilih jalan itu. Namun, hal itu tidak berlaku dengan tokoh kita, seorang anak muda, dalam Tegak Lurus dengan Langit. Bagi tokoh kita, ayahnya adalah penyebab utama kesengsaraan dalam hidupnya: kepergian sang ayah tanpa kabar, perselingkungan dan kematian ibunya, dan hukuman seumur hidup bagi kedua abangnya akibat melakukan pembunuhan.


Read More…

Kumpulan Cerpen yang Menolak Sama




Bakat Menggonggong

Judul Buku: Bakat Menggonggong
Penulis: Dea Anugrah
Penerbit: Buku Mojok
Tahun Terbit: 2016

Skor : 3/5




Tanpa basa basi: apa menariknya cerpen itu? Kurang lebih pertanyaan tersebut yang saya ajukan kepada orang-orang di sejumlah grup WhatsApp. Bahkan, beberapa orang sengaja saya japri. Tentu saja, saya tidak lupa melampirkan cerpen yang berjudul Kemurkaan Pemuda E itu kepada mereka semua.
Inilah sejumlah jawaban dari mereka:

"Mungkin beberapa detail kecil kaya simbol2 rahasia yg unik yg dimiliki E yg mau ditonjolkan?"

"... aku ga paham penulisnya nulis apa. Mulai dari kucing bawa muntahan, saringan acara, sampai tulisan 600 kata."

"Aku kok gagal paham sama cerpennya ya..."Read More…