Pemanfaatan Newsgame Sebagai Bentuk Media Baru




journal of AJ & Media Studies
Judul Artikel: “Journalism Meets Games: Newsgames as a New Digital Genre Theory, Boundaries, Utilization.”
Penulis: Klaus Meier.
Penerbit: Intellect Ltd
Tahun Terbit: 2018
Jumlah halaman: 16

Skor : 4/5




Artikel yang berjudul Journalism Meets Games: Newsgames as a New Digital Genre. Theory, Boudaries, Utilization yang ditulis oleh Klaus Meier membahas tentang bagaimana produser berita menciptakan kembali antusiasme di antara masyarakat umum akan konten jurnalistik lewat suatu bentuk jurnalisme baru yaitu newsgame. Konten jurnalistik secara spesifik yang dimaksud adalah topik penting namun tidak terlalu menjadi sorotan khalayak, seperti topik politik. Bogost, Ferrari, dan Schweizer (2010) menjelaskan bahwa tidak seperti media massa pada umumnya, game menampilkan teks, gambar, dan suara yang dapat menghadirkan keadaan dengan menggunakan model yang didesain sedemikian rupa sehingga khalayak dapat berinteraksi secara langsung. Newsgame memberikan pengalaman berbeda dibanding dengan media lainnya. Dalam tulisannya, Klaus menceritakan pengalaman newsgame berjudul Shitstorm Fighter yang dipublikasikan oleh The Bavarian public broadcasting service (BR), salah satu media terbesar di Jerman.

Newsgame termasuk dalam genre jurnalisme digital yang masih baru dan jarang diteliti. Di Jerman beberapa format dalam newsgame, contohnya format kuis seperti di The Taggesschau, sebuah program berita di ARD-TV yang mengadakan kuis berita harian yang mungkin menjadi newsgame di Jerman yang paling lama karena sudah berlangsung selama lebih dari 10 tahun dan masih terus digunakan hingga sekarang (Taggeschau 2016). Format kuis dan pertanyaan seputar berita harian juga diadopsi oleh zeit.de (2016) dan Sueddeutsche.de (2016).

Di Amerika Serikat, newsgame juga hadir mewarnai kampanye Pemilihan Presiden di tahun 2015. Dari sini muncul tren baru yaitu newsgame yang tidak lagi hadir di layar komputer saja, melainkan juga diprogram sebagai aplikasi untuk smartphone. Klaus melihat, meski aplikasi ini tampak netral dan serius, namun ada bagian di mana kandidat diejek atau mengatur peran saling bertarung satu sama lain yang digambarkan dengan dua orang petinju. Di sini Klaus melihat bahwa batasan antara sindiran, humor, dan penghinaan menjadi samar.

Dari contoh newsgame terkait Pemilihan Presiden di Amerika Serikat tahun 2015, format ini menjadi sangat membingungkan karena menurut Klaus karena khalayak menjadi sulit membedakan mana yang murni karya jurnalistik (netral) atau ajang mengekspresikan opini khalayak (Vobič et al, 2014). Dugaan ini diperkuat dengan pernyataan Gonzalo Frasca, pencetus istilah newsgame, yang menyebut bahwa Frasca tidak percaya jurnalisme obyektif dan newsgame hadir untuk mendorong pemikiran kritis dari para pemainnya karena pemainnya dibuat berpikir dan menghadirkan pengalaman tentang berita dan kejadian terkini.

Klaus menganggap bahwa nama newsgame membingungkan karena batasan newsgame sebagai bentuk media baru, tidak begitu jelas antara jurnalisme dan non-jurnalisme, serta game dan non-game. Karena hal ini, interpretasi khalayak yang mengonsumsi newsgame sangat bervariasi. Berikut adalah tabel yang membedakan antara newsgame dan permainan digital lainnya (other digital games).


Dimensi

Jurnalisme (Newsgame)

Non Jurnalisme (other digital games)

Fungsi

Netral (independen, bagian dari pelaporan terpisah)

Dorongan Minat (interest-driven communication)

(Games korporat, NGO, lembaga, pemerintah, kampanye, atau bagian dari kampanye).

Cara Kerja

sebagai informasi

sebagai hiburan

(entertainment games)

Waktu

saat ini

tidak ada batasan waktu (contoh seperti edukasi, sejarah, ilmu pengetahuan, museum, training untuk kejuruan).

Dimensi

Game (Newsgame)

Non Game (Genre Jurnalistik Digital Lainnya)

Genre

Game

(kompetisi: ada yang menang dan ada yang kalah)

Playful

(laporan multimedia dan infografis bentuk lain dari jurnalisme data).




Setelah menjelaskan perbedaan tersebut, Klaus mengajak pembaca untuk berpikir apakah tujuan newsgame sebagai genre baru dapat dicapai dan jika demikian, dalam kondisi apa. Untuk menjelaskan lebih lanjut, Klaus membuat perbedaan antara tiga kategori: tingkat kesadaran, kinerja informasi, dan kriteria keberhasilan. Dari tingkat kesadaran, beberapa pengguna secara samar menyadari newsgame sebagai bagian dari media. Namun, khalayak masih jauh dari menemukan definisi konkret untuk newsgame atau perbedaan dari konten media lain. Newsgame masih bisa digunakan genre baru ini untuk memberikan citra modern dan inovatif, namun produser berita tetap harus secara jelas menyampaikan informasi sesuai dengan kaidah jurnalistik, terutama jika newsgame dipromosikan dan diedarkan di media sosial.

Untuk kinerja informasi, Klaus menemukan bahwa performa penyebaran informasi dari konten newsgame sangat kontroversial di antara penggunanya. Oleh karena itu, topik serius secara khusus harus disertai dengan teks. Newsgame cocok sebagai produk yang berdiri sendiri hanya untuk topik ringan yang mudah dipahami karena untuk topik yang kompleks, newsgame hanya memberikan dorongan emosional khalayaknya. Sementara untuk kriteria keberhasilan, newsgame yang berhasil ditautkan ke topik atau peristiwa terkini akan menjangkau lebih banyak khalayak jika mudah dimainkan dengan waktunya yang tidak terlalu lama.

Newsgame adalah produk dari dua budaya yang berbeda yaitu budaya jurnalisme dan game digital (Vobič et al, 2014). Dalam konteks jurnalisme di Indonesia, tulisan Klaus ini menjadi relevan, karena saat ini format newsgame masih belum terlalu banyak dibanding format lain seperti thread, listicle, dan infografis. Perkembangan industry game di Indonesia juga semakin meningkat. Data Newzoo dan Gamescom Asia tahun 2019 menunjukkan bahwa jumlah gamers di Indonesia menghabiskan total 1,1 miliar USD untuk game tahun 2018, ini menjadikan Indonesia menjadi salah satu pasar game terbesar di Asia Tenggara. Ini menunjukkan bahwa format newsgame menjadi peluang baru untuk menghadirkan pengalaman berbeda dalam mengonsumsi berita.

Di satu sisi, newsgame hadir sebagai bentuk baru dari jurnalisme yang menarik karena sifatnya interaktif dan khalayak bisa terbawa suasana permainan. Namun di sisi lain, dalam topik tertentu seperti topik politik, newsgame bisa mengandung sindiran politik atau propaganda tertentu. Newsgame dapat menjadi salah satu alternatif untuk topik yang kurang diminati namun penting untuk diketahui, misalnya topik politik. Apabila kita melihat dari jauh sepanjang tahun 2020, ada Pemilihan Kepala Daerah 2020 yang menjadi momen politik di tahun ini. Publik bisa mendapatkan informasi calon kepala daerahnya dari berita-berita politik yang mereka konsumsi. Namun pada kenyataannya, dari hasil riset yang dirilis oleh Dable Indonesia dalam risetnya yang berjudul Indonesia Media Consumption Trend 2020, tingkat konsumsi berita baik berita umum maupun berita politik menurun. Memang ada banyak hal yang menjadi alasan penurunan tingkat konsumsi berita umum dan berita politik, namun dalam konteks solusi, newsgame bisa hadir menjadi alternatif bentuk baru agar masyarakat lebih tertarik untuk mengonsumsi berita politik.

Adapun kekurangan dari tulisan Klaus adalah tulisan ini belum menyelidiki bagaimana narasi atau aspek penceritaan pada newsgame yang sesuai dengan kaidah jurnalistik sehingga newsgame bisa diaplikasikan untuk semua jenis informasi. Klaus juga tidak membahas soal after effect dari khalayak tentang newsgame, seperti misalnya feedback yang diinginkan oleh khalayak setelah bermain newsgame atau penilaian menang/kalah atau paling tidak seberapa baik khalayak memainkan newsgame tersebut. Meski belum terlalu banyak, namun studi terkait newsgame harus banyak dilakukan khususnya untuk menghadirkan newsgame yang obyektif yang tentu bisa diaplikasikan untuk semua jenis topik/ informasi.

Rujukan:

Boogost, Ian, Ferrari, Simon, and Schweizer, Bobby. 2 “Newsgame: Journalism at Play”. Massachusetts Institute of Technology, 2 010.

Meier, Klaus. “Journalism Meets Games: Newsgames as a New Digital Genre. Theory, Boundaries, Utilization” in Journal of Applied Journalism and Media Studies (2018): 429-444

Newzoo, (2019), “Insights Into The Indonesian Games Market” available from: https://newzoo.com/insights/infographics/insights-into-the-indonesian-games-market/

Vobič, Igor, Dvoršak, Lea and Vtič, Mojca, 2014, “Digital games and journalism: A case-study of slovenian political weekly’s newsgame – Mladina’s Fojba 2000”, Teorija in Praksa, 51:1, pp. 123–42.





© 2021 Populi Center | HUBUNGI KAMI