HUT KE-10 Populi Center, Dialog Kebangsaan, Peluncuran Buku, dan Populi Center Distinguished Scholar 2022

Selama dua tahun ke belakang Indonesia berjuang melawan COVID-19. Ada banyak hal yang telah dilalui dalam kurun waktu tersebut, mulai dari hilangnya nyawa, bergugurannya tenaga kesehatan, hingga guncangan ekonomi akibat pandemi yang dampaknya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. Namun, sejarah telah menunjukkan bahwa kita adalah bangsa yang pantang menyerah. Perlahan tapi pasti, Indonesia mulai keluar dari situasi pandemi menuju endemi. Hal ini ditandai dengan kebijakan pelonggaran menggunakan masker yang disampaikan Presiden Joko Widodo pada pertengahan Mei lalu. Lantas, bagaimana kita harus mempersiapkan diri menghadapi kehidupan pasca COVID-19? Sejauhmana kesiapan pemerintah terhadap adopsi teknologi dalam rangka pelayanan publik?

Populi Center membahasnya dalam Diskusi Kebangsaan dengan tema “MASA DEPAN INDONESIA PASCA PANDEMI COVID-19”. Acara tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan perayaan hari ulang tahun Populi Center ke 10, pada Senin 6 Juni 2022. Dipandu oleh Agustinus Prasetyantoko, Ph.D (Rektor Unika Atma Jaya, Ketua Dewan Pembina Populi Center), acara diskusi kebangsaan ini menghadirkan Dr. Drs. Bahtiar, M.Si (Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum, Kementerian Dalam Negeri), serta Diah Satyani Saminarsih, M.Sc (Senior Advisor on Youth and Gender for Director General WHO).

Dalam paparannya Bahtiar menyatakan Sebelum pandemi, Presiden telah menerbitkan Perpres No. 95 tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik. “Dengan demikian, pemerintah sebenarnya telah mempersiapkan diri untuk bekerja secara daring, sekaligus dalam rangka memperkuat pelayanan kepada masyarakat” ujarnya. Hanya saja, ia menambahkan, persoalan pemerataan jaringan dan infrastruktur masih menjadi kendala, terutama pemerintahan di daerah. Meski demikian, hal penting yang harus dicatat ialah bahwa di saat negara-negara lain mengalami kontraksi akibat pandemi terutama saat mereka mengadakan proses elektoral, di tahun 2020 kita relatif cukup berhasil dalam menjalankan Pilkada serentak. “Dari 270 daerah yang menjalankan pilkada, partisipasi publiknya cukup baik dan tidak ada peristiwa yang luar biasa yang mengganggu stabilitas sosial politik baik ditingkat lokal mau pun nasional”. Dari pengalaman tersebut, Bahtiar cukup optimis bahwa pemerintah dan masyarakat telah siap menghadapi kehidupan pasca pandemi, termasuk menyambut pemilihan umum tahun 2024.

Sementara itu,  Diah Saminarsih mengingatkan bahwa dalam situasi pasca pandemi, tetap membutuhkan kewaspadaan oleh semua pihak. Sebab, hingga saat ini organisasi kesehatan dunia belum dapat memprediksi seperti apa kehidupan kenormalan baru. “Oleh karena itu WHO masih menganjurkan untuk terus memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan rutin, dan sebagainya. Ini merupakan tindakan preventif agar transisi menuju kenormalan baru benar-benar mulus.” Ia juga menekankan bahwa aspek kesehatan, sangat berkaitan dengan kehidupan politik, dan karena itu pemerintah tetap perlu mempersiapkan sistem kesehatan nasional yang memadai. “Hal ini penting agar suatu saat ketika pandemi terjadi lagi di tahun-tahun mendatang, kita sudah jauh lebih siap” pungkasnya.

Selain diskusi kebangsaan, Populi Center juga meluncurkan buku yang berjudul “Memaknai Kebijakan Berorientasi Manusia: Sepuluh Pelajaran Berharga Pasca Pandemi COVID-19”, sebuah karya yang merupakan hasil kolaborasi peneliti Populi Center dan peneliti lainnya yang terhimpun dalam program Populi Post COVID-19 Governance Inititative (PPCGI).

Pada kesempatan yang sama, Populi Center juga memberikan penghargaan bertajuk Populi Center Award For Distinguished Scholar 2022, sebagai bentuk apresiasi kepada para cendekiawan, dosen dan peneliti atas kontribusi mereka di bidang ilmu pengetahuan. Penghargaan untuk kategori Inspirational Lecturer diberikan kepada Dr. Martin Suryajaya, M.Hum. Kategori ini ditujukan untuk dosen yang memberikan inspirasi melalui karya yang berdampak besar baik langsung maupun tidak langsung terhadap pengembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan sosial dan politik termasuk terhadap pengembangan kemajuan demokrasi khususnya di Indonesia. Penghargan berikutnya untuk kategori Promising Researcher diberikan kepada Ella Syafputri Prihatini, Ph.D, sebagai peneliti muda yang berorientasi pada kemajuan riset masa depan dan telah berkontribusi dalam dunia riset sosial politik di Indonesia.  Sementara untuk kategori ketiga yaitu Distinghuished Thinker diberikan kepada Mun’im Sirry, Ph.D, sebagai pemikir yang memiliki pandangan progresif, inovatif dan konstruktif dalam pengembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan sosial dan politik termasuk terhadap pengembangan kemajuan demokrasi khususnya di Indonesia.

 

Preview Tayangan Ulang Populi Center Award For Distinguished Scholar 2022

Bagikan Postingan

@ Populi Center 2022

id_IDIndonesian